advertisement

Smartphone Murah Pupus Kesenjangan Digital

By On Sunday, January 31st, 2016 Categories : News

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Smartphone Murah Pupus Kesenjangan Digital –

advertisement

Jakarta – Harga smartphone yg kian terjangkau sudah mendorong segala lapisan masyarakat untuk ikut terhubung ke internet. Itu artinya, kesenjangan digital pun kian pupus seandainya tren ini selalu berlanjut.

Tren ini pun ikut membuat Intel merasa senang. Pasalnya, saat menilik dari beberapa tahun ke belakang di ketika iPhone dan tablet bahkan belum ada, harga komputer ataupun PC dianggap masih setara dengan penghasilan gaji rata-rata untuk beberapa bulan.

advertisement

“Terutama bagi seseorang yg tinggal di sebuah kota kecil di Indonesia ataupun Vietnam. Teknologi komputasi belum terjangkau,” kata Prakash Mallya, Managing Director of Intel Southeast Asia dalam email yg diterima detikINET, Sabtu (30/1/2016).

Menurutnya, menjembatani kesenjangan digital di Asia Tenggara memang salah satu tujuan Intel sejak lama. Maka saat hal itu pun terwujud, Prakash pun mengaku sangat gembira.

Ia menjelaskan, ketika ini feature phones, smartphones, dan tablet mini sudah memberikan konsumen akses teknologi dengan harga yg jauh lebih terjangkau ketimbang ketika pertama kali dirilis.

“Kualitas konektivitas 3G di Asia Tenggara juga selalu membaik. Ponsel dan tablet juga menawarkan layanan 3G prabayar, yg memungkinkan mengakses laporan dengan biaya rendah. Ini sudah mengubah keterjangkauan secara dinamis,” paparnya lebih lanjut.

Menurutnya, orang-orang dalam memakai smartphone pun tidak lagi sekadar untuk browsing internet, chatting, ataupun melakukan panggilan telepon saja. Tapi mereka mencari alat yg mampu melakukan segalanya.

“Itulah tren utama. Saya berharap banyak dari mitra Intel lokal seperti Advan dan Evercoss di Indonesia, Cherry Mobile di Filipina, dan I-Mobile di Thailand untuk lebih berjaya dengan device mereka di tahun 2016 ini,” kata Prakash.

Perangkat dengan ukuran lebih kecil seperti Intel’s Next Unit of Computing dan Compute Stick juga mempunyai peluang besar, terutama di bidang seperti pendidikan. Ada sekitar 89 juta siswa di semua Indonesia, Thailand, dan Vietnam, yg seandainya dikombinasikan dengan penetrasi komputer di berbagai negara-negara tersebut cuma sekitar 2,4%.

Kawasan Asia Tenggara juga memiliki lebih dari 50 juta set televisi digital, namun sangat sedikit yg telah compute-ready. Dengan memasang Compute Stick, akan memungkinkan device monitor jadi smart, dan menolong jutaan anak-anak untuk dapat belajar di rumah.

Sementara kegunaan sebagai hiburan juga sangat besar. Contoh, Intel sudah menandatangani kesepakatan dengan penyedia telekomunikasi, seperti StarHub di Singapura dan PLDT di Filipina, untuk membundel Compute Stik dengan layanan live video-streaming, dan telah terbukti sangat populer.

Pengembangan device yg menggabungkan sensor antarmuka, seperti kamera RealSense, menawarkan potensi besar di Asia Tenggara. Tren ini dimulai dengan komputer dan PC 2 in 1 yg memungkinkan orang untuk memakai wajah mereka sebagai password. Hal ini sekarang sedang diperluas untuk ke berbagai bentuk lainnya.

“Saat ini penggunaan software RealSense secara praktis belum cukup menjangkau kualitas teknologinya, namun ini yg akan terjadi pada beberapa tahun ke depan. Misalnya, teknologi RealSense mampu menolong melindungi keamanan pada industri yg sensitif ataupun wilayah pertambangan, maupun di wilayah dimana sedang ada eksplorasi minyak dan gas,” kata Prakash.

Selain itu, konektivitas 3G memungkinkan penggunaan baru yg pintar dari teknologi berbasis pada Internet of Things (IoT). Di tahun 2016, ada 27 proyek pemerintah untuk membuat smart city di segala Asia Tenggara. India telah menyatakan akan membuat 100 smart city.

Singapura memiliki pertumbuhan populasi namun dibatasi oleh kendala luas daratan, yg mengharuskan pemerintah untuk lebih efisien dalam mengotomatisasi bidang-bidang seperti transportasi umum, manajemen kemudian lintas, dan penggunaan energi.

Sementara di Indonesia, IoT bisa diimplementasikan dalam beberapa aspek, seperti lokasi mikro, transportasi masyarakat cerdas, respon yg cepat dalam situasi darurat, pembayaran digital, dan juga bisa digunakan untuk mendukung pengembangan kota pintar, yg akan direncanakan di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya.

Masih banyak pekerjaan yg diperlukan untuk menjembatani kesenjangan digital di Asia Tenggara, dan jawabannya tak cuma sekedar membuat teknologi lebih terjangkau. Generasi muda di kawasan Asia Tenggara sangat mengerti dunia digital. Pada ketika yg sama, mereka kurang memiliki budaya yg kuat dalam penciptaan teknologi untuk mengurangi konsumsi.

“Di negara berkembang, banyak pemakai tablet dan smartphone telah merasa senang cuma menggunakannya untuk browsing internet. Jadi, tantangan terbesar ialah untuk mendidik masyarakat tentang potensi teknologi, terutama pada PC, untuk berinovasi dan memecahkan persoalan kehidupan masyarakat.”

“Di Intel, kami berusaha memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk membuat konten dan menciptakan aplikasi. Teknologi keren seperti RealSense, Curie, dan Galileo mampu memberikan ide-ide dan startup baru,” katanya.

Prakash menyebutkan, saat melihat kesenjangan digital, sangat utama untuk mengingat bahwa negara dengan penetrasi teknologi yg buruk menikmati keuntungan yg unik. Sementara pasar yg matang dibebani oleh infrastruktur lama.

Di negara berkembang, kabar baiknya ialah bahwa tak adanya infrastruktur lama memberikan kesempatan kepada perusahaan dan start-up untuk berpikir lagi. “Mereka bisa merebut kemampuan baru yg menarik dan benar-benar memulainya dengan melewati pesaing mereka, dan pada tahun 2016 ini, aku percaya bahwa akan banyak kejadian besar,” tutur Prakash. (rou/rou)

Sumber: http://inet.detik.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Smartphone Murah Pupus Kesenjangan Digital, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Pencarian Terkini :

Smartphone Murah Pupus Kesenjangan Digital | Admin | 4.5