advertisement

Network Sharing Libatkan Sales? Yang Ada Berantem!

By On Wednesday, March 30th, 2016 Categories : News

[ads1]

PalingPopuler.Com mengabarkan : Network Sharing Libatkan Sales? Yang Ada Berantem! –

advertisement

Jakarta – Menkominfo Rudiantara sudah mempersilakan operator telekomunikasi bagi menjalankan metode berbagi infrastruktur (network sharing). Namun memang, tidak segala operator memilih opsi ini.

Menurut Muhammad Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Tri, pemerintah tentu milik niat baik yakni bagi menekan biaya dengan mendorong metode network sharing. Hanya saja, operator yg tidak memilihnya juga tidak dapat dicap salah. Sebab operator juga milik hitung-hitungan bisnis sendiri.

“Namun kalau aku melihatnya, network sharing itu jangan dilihat dari kompetisi di market, biarkan kompetisi di market itu menjadi urusan orang sales, karena tujuannya (berbagi infrastruktur-red.) adalah mengurangi biaya,” ujar Danny ketika berkunjung ke kantor Detikcom.

advertisement

“Kalau ternyata kalian mengurangi biaya tapi kalian kalah di sana, ya sudah, artinya kami harus lebih banyak belajar lagi di area itu dan launching produk baru supaya lebih laku,” lanjutnya.

Misalkan, seandainya operator A bagi membangun jaringan di suatu wilayah harus mengeluarkan biaya Rp 5.000. Tetapi kalau menumpang dengan jaringan punya operator yang lain hanya merogoh kocek Rp 2.000.

“Ini kan lebih murah. Dan begitu juga sebaliknya buat operator yg milik infrastruktur. Kalau aku bangun sendiri biayanya Rp 5.000, tapi kalau sharing dengan operator yang lain aku mampu tambahan Rp 2.000. Tujuan utamanya kan saving cost. jadi jangan dilihat dari kompetisi pasar, kalau dilihat dari kompetisi pasti mulai ribut,” Danny memaparkan.

Makanya diyakininya kalau penggodokan ide soal berbagi infrastruktur jangan sekali-kali melibatkan orang komersial atau sales, karena pendekatannya berbeda.

“Berantem nanti. Mereka pikir (orang sales-red.) ada saingan baru masuk. Jadi ini (sales-red) jangan terlibat, gak mulai pernah jalan. Karena tujuannya murni buat cost saving, mengefisiensikan penyediaan layanan. dengan itu kami dapat menghadirkan layanan lebih murah,” lanjut Danny.

Ia juga meyakini bahwa berbagi infrastruktur takkan mengorbankan layanan kepada pelanggan. Dalam arti, dari kondisi ideal memang berkurang, tetapi masih memenuhi syarat bagi dijual ke pelanggan.

“Misalnya, aku pribadi menyediakan mobil Rolls Royce, padahal customer butuhnya Kijang. Ya telah tidak apa-apa diberikan Kijang kan karena memang yg dibutuhkan Kijang. Tapi tetap menjaga standar kualitas layanan,” Danny menambahkan.

Tri sendiri tertarik bagi berbagi infrastruktur dengan operator lain. Indosat dan XL Axiata adalah beberapa operator yg mulai mencoba dijajaki Tri yg ketika ini telah memiliki 55 juta pelanggan tersebut.

“Nanti kalian lihat area yg diprioritaskan. Karena network sharing itu beberapa arah, mereka (operator lain-red.) juga mulai melihat di area mana infrastruktur kalian (Tri-red.) kuat, jadi kebutuhan tiap operator beda-beda. Tapi kembali lagi, selama melibatkan teman-teman di sales itu tidak mulai pernah jalan. Dua-duanya (operator) harus melepaskan ego itu,” pungkasnya.

Indosat dan XL

Sebelumnya, atas alasan demi menghemat biaya investasi jaringan dan mempercepat pembangunan, XL dan Indosat akhirnya sepakat buat menggelar jaringan 4G bersama melalui teknologi Multi Operator Radio Access Network (MORAN).

Kedua operator ini mulai memakai jaringan LTE yg sama di dua kota seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin dan berencana buat memperluas kerjasama ini bagi dua kota yang lain guna mendukung agenda ekonomi digital di Indonesia.

Pada tahap awal ini, network sharing yg dikerjakan Indosat dan XL baru terbatas pada radio access network (RAN). Mereka berdua juga berharap dapat melanjutkan kerja samanya dalam hal core network sharing.

Menkominfo Rudiantara sendiri memang dua kali menyatakan rencananya bagi mendorong infrastructure sharing yg lebih aktif. Tujuannya, supaya dapat berdampak pada penghematan investasi dan devisa senilai sekitar USD 200 miliar.

“Di dua negara, active sharing itu sifatnya compulsory. Jadi tujuannya buat mempercepat persaingan. Bahkan dominan player diharuskan menyediakan akses bagi new entrance sampai pada level tertentu baru dilepas. Saya sendiri arahnya tak dipaksakan, dan nantinya B2B,” tegasnya.

Sejauh ini ada lima model network sharing, yakni CME Sharing, multi operator radio access network (MORAN), multi operator core network (MOCN), Roaming, dan mobile virtual network operator (MVNO). (ash/fyk)

Sumber: http://inet.detik.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Network Sharing Libatkan Sales? Yang Ada Berantem!, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Network Sharing Libatkan Sales? Yang Ada Berantem! | Admin | 4.5