advertisement

Minat Akuisisi Tri? Hutchison: Maaf, Tidak Dijual

By On Sunday, January 24th, 2016 Categories : News

[ads1]

PalingPopuler.Com mengabarkan : Minat Akuisisi Tri? Hutchison: Maaf, Tidak Dijual – Jakarta – Bagi yg berminat buat mengakuisi Hutchison 3 Indonesia (Tri) sebaiknya urungkan saja niat itu. Pasalnya, operator seluler yg identik dengan logo angka ‘3’ ini tidak mulai dijual oleh induk usahanya, Hutchison Whampoa.

Hal itu ditegaskan oleh Randeep Singh Sekhon, Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia kepada detikINET ketika berkunjung ke markas detikcom bersama dengan jajaran direksinya, Kamis (21/1/2016).

advertisement

“Induk usaha kita sangat-sangat mendukung. Support ke kalian sangat luar biasa,” tegas Randeep. Tri sendiri ketika ini dimiliki oleh Hutchison Whampoa dengan komposisi 65%, sedangkan sisanya dari Tiga Telekomunikasi sebagai investor lokal.

Wakil Direktur Utama Tri Muhammad ‘Danny’ Buldansyah ikut menambahkan, rumor soal merger akuisisi perusahaannya memang semakin kencang beredar sejak Axis Telekomunikasi Indonesia diakuisisi oleh XL Axiata beberapa tahun yg lalu.

“Ketika Axis diakuisisi XL, banyak yg bertanya, kapan Tri diakusisi? Kita masih lama di sini. Induk usaha kita selalu memberikan dukungan penuh kepada. Saat ini kalian fokus bagi mendukung Indonesia Broadband Plan-nya Menkominfo Rudiantara,” jelasnya.

advertisement

Di antara para operator seluler di Indonesia, posisi Tri memang paling tak menguntungkan. Secara total, mereka cuma menempati lebar spektrum 20 MHz dimana kini masing-masing 5 MHz buat 2G dan 4G di 1.800 MHz, dan 10 MHz bagi 3G di 2,1 GHz.

Dibandingkan operator yang lain seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, spektrum yg dimiliki Tri jelas kalah telak. Bahkan dengan spektrum punya Smartfren Telecom saja mereka masih kalah lebar.

Meski demikian, jaringan layanan operator itu diklaim sudah maksimal melayani 55 juta pelanggan dengan coverage 86% melalui 38.900 BTS yg tersebar di 2.829 kecamatan, 307 kabupaten, dan 25 provinsi.

Lebih lanjut dijelaskan, Tri tidak mulai dilepas karena sudah jadi tulang punggung perusahaan dalam jumlah pelanggan. Dari total 91 juta pelanggan selulernya yg aktif di Asia, Australia, dan Eropa, mayoritas ada di Indonesia.

“Kenapa Indonesia penting? Itu karena 55 juta pelanggan induk kalian ada di Indonesia, meski secara ARPU (average revenue per user) masih rendah. ARPU terbesar kita masih dari Eropa dan Australia,” papar Danny lebih lanjut.

Rumor soal dilepasnya Tri sempat berhembus kala penguasaha kaya yang berasal Hong Kong, Li Ka-shing, mengumumkan perombakan kerajaan bisnisnya. Konglomerat pemilik Tri ini mulai menggabungkan berbagai aset dari sejumlah sektor dalam beberapa perusahaan baru guna mempersiapkan masa pensiunnya.

Cheung Kong Holdings dalam pernyataan yg dirilis di bursa saham Hong Kong menjelaskan mulai memisahkan perusahaan properti dari aset global Li lainnya. Perusahaan terbaru Cheung Kong Holdings mulai diubah menjadi CK Hutchison Holdings dan seluruh properti terkait bisnis mulai dikontrol dalam perusahaan baru bernama CK Property yg mulai didaftarkan di bursa saham.

Hutchison Whampoa punya Li yg sudah diperdagangkan di bursa sejak 1978 dan mengontrol perusahaan telekomunikasi, peralatan, pelabuhan dan aset ritel, mulai ditarik dari bursa saham. Langkah ini diambil buat merampingkan bisnis Li.

Aksi ini membuat rumor panas menjalar ke bisnis seluler Tri di Indonesia. Pasalnya, Hutchison Whampoa melalui Hutchison Asia Telecom (HAT) memiliki sekitar 65% saham operator Tri Indonesia.

Jelang akhir tahun 2014 kabar Hutchison mulai melepas saham di Tri Indonesia kembali tersiar. Indosat disebut-sebut tengah bernegosiasi. Namun, kabar itu dibantah oleh manajemen Indosat. Belakangan juga tersiar kabar bahwa Telkomsel ikut berminat

Di awal Januari 2015, kabar mulai berubahnya komposisi saham Tri Indonesia kembali kencang karena adanya aksi restrukturisasi bisnis dari pria terkaya di Asia sejak 2012. Apalagi, lembaga pemeringkat Fitch memprediksi aksi konsolidasi mulai selalu berlanjut di Indonesia.

Dorongan bagi para operator melakukan merger akuisisi sendiri sudah berulang kali disuarakan oleh Menkominfo Rudiantara karena jumlah operator telekomunikasi di Indonesia dinilai telah terlampau banyak.

Akibatnya, tidak segala operator mendapatkan jatah frekuensi yg ideal. Imbasnya, masyarakat pengguna pun tidak terlayani dengan baik. Itu sebabnya, ia selalu mendorong konsolidasi agar jumlah operator di Indonesia mampu diminalisir menjadi tiga atau empat operator saja. (rou/fyk)

Sumber: http://inet.detik.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Minat Akuisisi Tri? Hutchison: Maaf, Tidak Dijual, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Related Post :

Minat Akuisisi Tri? Hutchison: Maaf, Tidak Dijual | Admin | 4.5