advertisement

Inikah Senja Kala Twitter?

By On Wednesday, February 3rd, 2016 Categories : News

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Inikah Senja Kala Twitter? –

advertisement

Oleh: Prasetyo Eko Prihananto

Twitter mendorong berbagai revolusi, bahkan dalam arti sesungguhnya. Banyak yg menyebutnya sebagai revolusi 140 karakter. Twitter berjaya, membawa perubahan sosial dan cara orang berinteraksi dan berkomunikasi.

advertisement

Namun, situs media sosial berlambang burung ini memperlihatkan tanda-tanda kemunduran selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan yg dirilis oleh sebuah perusahaan analisis 7Park Data, jumlah pemakai Twitter, khususnya di Amerika, selalu merosot.

Selama dua tahun terakhir, pencuit dari situs ini selalu anjlok hingga sepertiganya. Data itu memang bertolak belakang dengan angka yg diklaim oleh Twitter sendiri, yg melaporkan ada kenaikan hingga 25 persen dalam periode yg sama.

Seperti dikutip dari laman Guardian pada 29 Januari, 7Park Data menyebutkan media sosial punya Twitter, Vine, juga mengalami kemerosotan. Jumlah pemakai software ini berkurang hingga cuma sekitar tiga perlima dari jumlah orang yg meng-install pada April 2014.

Pada bulan tersebut, Twitter terinstal di 36,1 persen device mobile di Amerika Serikat menurut laporan 7Park Data. Adapun Vine terinstal di 5 persen perangkat.

Saat ini, angka itu menurun tajam. Jumlah software Twitter yg ter-install di alat mobile cuma mencapai 25 persen, sedangkan Vine 2,6 persen.

Jumlah pemakai aktif mingguan, pemakai yg membuka software setiap pekan, juga selalu menurun. Angkanya dari 15 persen jadi cuma 10,5 persen untuk Twitter dan dari 1,7 persen jadi 0,8 persen untuk Vine.

Data pemakai di segala dunia juga bukan kabar baik bagi Twitter. Penetrasi Twitter menurun dari 30 persen jadi cuma 22 persen ketika ini.

Seperti dikutip dari laman Twitter, perusahaan ini melaporkan bahwa 80 persen dari pemakai (user) aktif menggunakan device mobile untuk mengakses akunnya. 7Park Data mengambil laporan dari pemakai mobile sehingga hal itu memperlihatkan bahwa penurunan angka install software di mobile cukup mewakili bahwa penggunaan Twitter secara umum menurun.

Berdasarkan klaim Twitter sendiri, jumlah pemakai aktif mereka justru meningkat, bertolak belakang dengan rilis laporan dari 7Park Data. Pada April 2014, Twitter melaporkan 255 juta pemakai aktif bulanan, sedangkan data terbaru seperti dikutip dari laman Twitter menyebutkan sebanyak 320 juta pengguna.

Tokoh-tokoh berpengaruh dan lembaga-lembaga dunia juga masih menggunakan Twitter sebagai salah satu platform untuk mengatakan pemikiran dan komunikasinya. Menteri, perdana menteri, hingga presiden masih banyak yg memiliki akun Twitter.

Menurut Guardian, ada sejumlah penjelasan mengenai terjadinya perbedaan laporan tersebut. Pertama, mungkin saja peningkatan jumlah pemakai seperti yg dilaporkan Twitter sebab user enggan menginstal software mobile, tapi menggunakan alat desktop. Pengguna seperti ini tak muncul di 7Park Data laporan yg mendapat laporan dari pemakai device mobile yg setuju membagi laporan penggunaan software mereka.

Kemungkinan lain, yg jadi kabar buruk bagi Twitter, ialah bahwa pertumbuhan pemakai aktif bukan berasal dari pemakai sesungguhnya, manusia. Pengguna tumbuh dapat menjadi berasal dari bot ataupun akun-akun otomatis.

Analis internet 7Park Data, Byrne Hobart, menyampaikan bahwa sejumlah upaya yg dikerjakan Twitter untuk menaikkan jumlah pemakai mengalami kegagalan. “Ada pemakai yg tetap memiliki passion dengan produk ini. Namun, upaya Twitter untuk menumbuhkan pengguna, dengan software seperti Vine dan Periscope, serta fitur baru Moments, gagal,” kata Hobart.

Jumlah pemakai yg selalu stagnan, sekitar 300 juta, mengecewakan para investor yg berharap Twitter dapat bersaing dengan Facebook yg jumlah penggunanya mencapai 1 miliar lebih. Kinerja Facebook yg baik membuat pimpinan Mark Zuckerberg kian kaya raya.

Belum ada laporan bagaimana keadaan laporan pemakai Twitter di Indonesia. Namun, dari hasil survei Litbang Kompas, “burung bercuit” cuma berada di peringkat ketiga situs media sosial yg paling terbiasa diakses di Indonesia, terutama di Jakarta.

Tak cuma kalah jauh dari Facebook, Twitter kalah dari Instagram. Dari hasil survei Kompas yg diselenggarakan pada 14-22 Desember 2015, sebanyak 77,5 persen mengaku paling terbiasa mengakses Facebook, 7,8 persen mengaku paling terbiasa mengakses Instagram, dan cuma 6 persen yg mengaku paling terbiasa mengakses Twitter.

Tanda-tanda kemunduran Twitter sudah banyak dilaporkan sejak beberapa waktu terakhir. Sejarah mencatat matinya situs media sosial seperti Friendster yg kini berubah jadi situs game. Apakah Twitter akan menyusul Friendster?
Sumber: http://tekno.kompas.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Inikah Senja Kala Twitter?, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Pencarian Terkini :

Inikah Senja Kala Twitter? | Admin | 4.5