advertisement

Airbus A320neo Tandai Era Baru Industri Penerbangan

By On Saturday, January 23rd, 2016 Categories : News

[ads1]

PalingPopuler.Com mengabarkan : Airbus A320neo Tandai Era Baru Industri Penerbangan – Rabu (20/1/2016) menjadi momen yg bersejarah di industri penerbangan, khususnya buat produsen pesawat yang berasal Perancis Airbus, dan umumnya buat dunia penerbangan.

Pada tanggal tersebut, Airbus secara resmi menyerahkan pesawat macam A320 terbaru mereka, merupakan A320neo (new engine option) kepada operator pertamanya, maskapai yang berasal Jerman Lufthansa.

advertisement

Momen tersebut menandai babak baru di dunia penerbangan, khususnya dalam hal efisiensi pesawat, serta perlombaan dalam hal pengurangan emisi (gas buang).

Tuntutan industri

A320 adalah seri pesawat narrowbody jarak pendek-menengah yg paling laris yg diproduksi oleh Airbus hingga ketika ini. Pesaingnya adalah Boeing seri 737. Seri A320 terbang perdana sejak 1987, dan kini sudah berumur 30 tahun.

Hingga 2015, Airbus mengklaim A320-nya sudah dioperasikan oleh 380 maskapai dan operator di segala dunia, dengan jumlah mencapai 5.400-an unit. Airbus pun merasa perlu melakukan peremajaan bagi pesawat narrowbody terlarisnya itu.

advertisement

Proyek modernisasi Airbus seri A320 telah diinisiasi oleh pabrikan Perancis itu sejak 2006 lalu. Beberapa sektor yg menjadi perhatian antara yang lain adalah desain aerodinamika pesawat dan kemampuan mesin.

Airbus Sharklet Airbus A320

Dari sisi aerodinamika, Airbus menambahkan desain sayap yg melengkung di ujungnya (Sharklet) buat mengurangi drag akibat turbulensi udara yg terjadi di ujung sayap.

Dengan berkurangnya drag (daya hambat), maka bahan bakar yg dibutuhkan bagi melaju (thrust) menjadi lebih irit.

Dari sisi kemampuan mesin, Airbus berharap A320neo memiliki mesin yg lebih irit bahan bakar, sedikit mengeluarkan emisi, menghasilkan daya jelajah yg lebih jauh, serta meningkatkan perbandingan konsumsi bahan bakar per kursi penumpang.

Jika Airbus memiliki program A320neo, maka pesaing beratnya yang berasal Amerika Serikat, Boeing juga melakukan hal yg sama dengan program B737 MAX. Pesawat seri 737 generasi terbaru Boeing itu rencananya mulai terbang perdana pada tahun 2016.

Langkah yg dikerjakan Airbus dalam melakukan peremajaan A320-nya tersebut selain memenuhi hitung-hitungan di sisi bisnis, juga didorong oleh kesepakatan di antara pelaku industri penerbangan yg tergabung dalam IATA (International Air Transport Association).

Pada sidang IATA 2009 dulu di Kuala Lumpur, pelaku-pelaku dunia penerbangan berkomitmnen buat tak tidak mengurangi lagi emisi karbon yg dihasilkan oleh industri penerbangan akan 2020 nanti, walau jumlah frekuensi penerbangan mulai selalu meningkat.

Lebih lanjut, pelaku industri penerbangan juga berkomitmen buat mengurangi emisi karbon yg dihasilkan sebanyak 50 persen pada 2050 nanti, dibandingkan dengan tingkat emisi karbon pada 2005.

Keunggulan Neo
Apa yg dikerjakan oleh Airbus dalam program peremajaan armada A320-nya tidak lepas dari dukungan pemasok mesin, merupakan Pratt & Whitney dan CFM.

Jika Airbus melakukan perombakan desain kabin dalam A320neo, sehingga bisa mengangkut kapasitas 20 kursi lebih banyak dibanding A320 ketika ini, sehingga konsumsi bahan bakar per penumpangnya menjadi lebih hemat 20 persen, maka CFM dan Pratt & Whitney melakukan inovasi dari sisi kemampuan mesin yg memberi tenaga generasi terbaru A320 itu.

Menurut Pratt & Whitney, seperti dikutip KompasTekno dari Forbes, Jumat (21/1/2016), konsumsi bahan bakar yg rendah dari mesin seri PW1100G yg dipakai A320neo secara signifikan mengurangi emisi karbon.

WCARN.com Mesin Pratt & Whitney PW1100G yg dicantolkan di sayap Airbus A320neo.

PW1100G dipasangkan dengan desain aerodinamika baru rancangan Airbus diharapkan mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 16 persen, jumlah yg selama ini belum mampu dicapai oleh pesawat sekelas yg beroperasi ketika ini.

Jumlah 16 persen itu oleh Pratt & Whitney setara dengan 3.600 metrik ton emisi, atau setara dengan menanam 900.000 pohon, per pesawat per tahun.

Mesin pembakaran Talon X di dalamnya diklaim menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah antara 30 hingga 50 persen.

Dalam hal kebisingan, mesin PW1100G dalam A320neo juga dirancang mampu mengurangi suara bising sebesar 75 persen, atau sekitar 20 desibel lebih rendah dibanding standar ketika ini.

Airbus Airbus A320neo dengan beberapa pilihan mesin Pratt & Whitney PW1100G dan CFM56 LEAP.

Apa artinya dengan suara bising yg lebih rendah ini? Bagi maskapai, mereka dapat memangkas biaya kebisingan dan terbang lebih rendah di rute-rute yg lebih pendek.

Bagi bandara-bandara, suara bising yg rendah memungkinkan mereka beroperasi lebih lama sehingga dapat meningkatkan revenue tanpa merugikan lingkungan sekitar.

Sementara untuk penumpang, mereka dapat menikmati kabin yg lebih senyap. A320neo diklaim memiliki kebisingan 85 desibel atau sekitar 50 persen lebih senyap dari generasi A320 ketika ini.

Produsen mesin yang lain buat A320neo, merupakan CFM ketika ini masih menguji seri CFM56-nya yg digadang-gadang lebih irit bahan bakar dan emisi karbon sebesar 15 persen dibanding mesin-mesin jet ketika ini, serta menghasilkan gas Nitrous Oxide (NOx) lebih rendah hingga 50 persen.

Operator A320neo di Indonesia
A320neo oleh Airbus diklaim sudah dipesan sebanyak 3.327 unit. Jumlah tersebut berdasar firm order (pesanan yg telah pasti) yg diterima Airbus per 31 Desember 2015.

Dari dua maskapai di dunia yg memesan A320neo tersebut, dua di antaranya juga berasal dari Indonesia. Maskapai Indonesia yg diketahui sudah memesan A320neo adalah Lion Air dan Citilink.

Sementara AirAsia walau juga memesan seri A320neo, namun belum diketahui peruntukannya, apakah cuma bagi AirAsia Malaysia saja atau AirAsia Indonesia juga mulai kebagian.

Citilink menurut informasi resmi di situs Airbus, memesan sebanyak 25 unit A320neo. Kontrak yg ditandatangani pada Desember 2012 dahulu tersebut menandai pembelian segera (direct purchase) pertama Citilink dari Airbus.

Nilai pesanan diperkirakan mencapai 2,42 miliar dollar AS, setara Rp 23,3 triliun mengacu pada daftar harga pesawat Airbus ketika itu.

Sementara itu, masih menurut informasi resmi di situs Airbus, maskapai Lion Air juga diketahui memesan 234 unit A320 yg 109 di antaranya adalah varian A320neo, 65 A321neo, dan 60 sisanya adalah varian A320 biasa seperti yg beroperasi ketika ini.

Maskapai swasta terbesar di Indonesia itu menandatangani kontrak pembelian di Paris, Perancis pada Maret 2013.

Airbus A320neo Lion Air

Nilai kontrak yg dikerjakan oleh Lion Air memecahkan rekor pembelian Airbus, yaiu senilai senilai 24 miliar dollar AS atau setara Rp 234,24 triliun. Pengiriman A320neo pesanan Lion Air dijadwalkan akan 2016 ini hingga 2027 mendatang.

Penandatanganan kontrak pembelian itu dikerjakan oleh CEO Lion Group Rusdi Kirana dan perwakilan Airbus, serta disaksikan segera oleh Presiden Perancis, François Hollande.

Maskapai AirAsia juga diketahui memesan sebanyak 64 A320neo. Pembelian itu dikerjakan oleh AirAsia Group, sehingga peruntukannya belum jelas, apakah Indonesia AirAsia juga mulai kebagian A320neo atau tidak.

Penandatanganan kontrak pembelian dikerjakan pada Desember 2012 lalu, dan pengirimannya direncanakan antara 2016 hingga 2026.
Sumber: http://tekno.kompas.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Airbus A320neo Tandai Era Baru Industri Penerbangan, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Airbus A320neo Tandai Era Baru Industri Penerbangan | Admin | 4.5