advertisement

Pentingnya Pemeriksaan Immunoglobulin Pada DBD

By On Friday, January 29th, 2016 Categories : Kesehatan

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Pentingnya Pemeriksaan Immunoglobulin pada DBD –

advertisement

DEMAM berdarah dengue (DBD) yaitu penyakit endemis di segala dunia di lokasi beriklim tropis. DBD bisa diartikan sebagai suatu sindrom yg timbul akibat infeksi virus dengue dengan gejala penting demam, nyeri otot, nyeri sendi, yg disertai leukopenia (Jumlah sel darah putih terlalu rendah), limfadenopati (pembengkakan pada kelenjar limfe), trombositopenia (penurunan jumlah trombosit dalam darah), dan diatesis hemoragik (perdarahan).

advertisement

Virus penyebab penyakit ini termasuk arbovirus (arthtropo-borne virus). Virus ini yaitu anggota keluarga dari Flaviviridae (flavi=kuning) yg sama dengan virus demam kuning.

Morfologi virus dengue berupa partikel sferis dengan diameter nukleokapsid 30 nm dan ketebalan selubung 10 nm. Genomnya berupa RNA ( ribonucleic acid ). Protein virus Dengue terdiri dari protein C bagi kapsid dan core, protein M buat membran, protein E buat selubung dan protein NS bagi protein non struktural.

Virus dengue memiliki tiga macam antigen yg memperlihatkan reaksi spesifik terhadap antibodi yg sesuai merupakan antigen pada segala virus dalam genus Flavivirus dan terdapat di dalam kapsid. Juga antigen yg khas bagi virus Denguesaja dan terdapat pada seluruh tipe di dalam selubung serta antigen yg spesifik buat virus Dengue tipe tertentu saja, terdapat di dalam selubung

Gigitan nyamuk yaitu satu-satunya cara transmisi atau penyebaran virus Dengue dari sesuatu orang ke orang lain. Nyamuk yg menularkan virus Dengue diketahui adalah nyamuk betina. Hal ini tak berarti bahwa nyamuk jantan tak mampu mengandung virus Dengue, tapi nyamuk jantan tak pernah menghisap darah manusia. Transmisi virus mampu terjadi secara transovarial merupakan dari nyamuk betina yg sudah menghisap darah pasien Dengue melaui telur, jentik-jentik, pupa, sampai menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk berperanan bukan saja sebagai vektor, tapi juga sebagai pejamu. Jenis nyamuk yg ketika ini menjadi vektor penyebar demam Dengue adalah Aedes aegypti dan Aedes alboctipus.

Saat ini pemeriksaan laboraturium buat mengetahui infeksi virus Dengue bisa dikelompokkan dalam 3 golongan merupakan isolasi dan identifikasi virus, deteksi antigen, dan tes serologi. Isolasi dan identifikasi virus mempunyai nilai ilmiah tertinggi karena penyebab infeksi mampu dipastikan.

Deteksi antigen adalah mencari bagian tertentu dari virus Dengue yg menimbulkan penyakit baik yg berupa peptida ataupun asam nukleat. Metode yg biasa digunakan mampu immunofluorecence, immunoperoxydase atau polymerase chain reaction (PCR).

Dua metode pertama biasanya tak cukup sensitif buat mendeteksi jumlah antigen yg sangat sedikit di dalam sirkulasi. Kedua tes ini lebih tidak jarang digunakan buat mendeteksi antigen di jaringan pada penelitian post mortem (otopsi).

Metode PCR lebih sensitif karena mampu mendeteksi antigen yg sangat sedikit dalam darah dan dalam waktu yg relatif singkat. Akan tapi karena cuma laboraturium tertentu saja yg bisa melakukan metode diagnosis molekular ini dan juga biayanya amat mahal, pemeriksaan ini sulit dilakukan.

Tes serologi yaitu macam pemeriksaan yg paling kadang dilakukan. Uji serologis yg klasik adalah uji hambatan hemaglutinasi, uji pengikatan komplemen dan uji netralisasi. Uji yg lebih modern adalah enzyme linked immunosorbent assay (Elisa), immunoblot dan immunochromatography.

Metode Elisa biasanya memakai plat yg dilapisi antibodi poliklonial yg umumnya diperoleh dengan menyuntik virus Dengue pada mencit dan diambil serumnya. Antibodi ini mulai menangkap antigen Dengue baik dalam bentuk kompleks dengan antibodi (Ig M atau Ig G). Ig M dan Ig G yg tertangkap mulai dideteksi dengan antihuman Ig M dari serum kelinci yg sudah dilabeli dengan enzim. Keberadaan enzim tersebut mulai diperlihatkan dengan memakai sistem substrat-kromogen.

Untuk mendeteksi adanya Ig M anti Dengue yg bebas (bukan dalam bentuk kompleks antigen-antibodi), dibuat dengan sedikit modifikasi. Plat Elisa dilapisi antigen virus Dengue. Serum pasien yg diperiksa, apabila mengandung Ig M atau Ig G, mulai berikatan dengan antigen tersebut. Ig M atau Ig G yg terikat tadi mulai dideteksi dengan memakai anti human Ig M/ Ig G dari serum kelinci yg sudah dilabel dengan enzim, yg kemudian diperlihatkan dengan sistem substrat kromogen.

Immunoblot yaitu pengembangan dari Elisa agar lebih praktis, dimana plat Elisa diganti dengan kertas nitroselulose yg sudah di blot dengan antigen virus. Waktu yg diperlukan buat pemeriksaan dengan Dengue blot antara 3 jam sampai semalaman, dengan sensitifitas dan spesitifitas yg tinggi dibandingkan dengan uji hambatan hemaglutinasi

Immunocromatography terhadap Ig G dan Ig M anti Dengue. Serum pasien yg diduga terinfeksi virus Dengue,yang mungkin mengandung Ig M atau Ig G anti Dengue,akan diikat secara spesifik oleh anti human Ig M atau Ig G yg dalam hal ini berperan sebagai fase padat pada membran nitroselulose. Antibodi dari serum mulai bereaksi pula dengan suatu kompleks yg terdiri dari antigen Dengue dan gold labelled yg kemudian mulai memberi tanda perubahan warna.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (dibawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA)

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Pentingnya Pemeriksaan Immunoglobulin pada DBD, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Pencarian Terkini :

Pentingnya Pemeriksaan Immunoglobulin Pada DBD | Admin | 4.5