advertisement

Gangguan Hati Dan Hubungannya Dengan Gagal Ginjal

By On Wednesday, February 10th, 2016 Categories : Kesehatan

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Gangguan Hati dan Hubungannya dengan Gagal Ginjal –

advertisement

GANGGUAN hati ialah suatu kondisi dimana terhalangnya hati untuk melakukan fungsi yg normal. Gangguan pada organ hati bisa memberikan efek pada organ lain, salah satunya ginjal. Apabila dibiarkan terlalu lama maka mampu terjadi penurunan fungsi ginjal.

Seperti yg telah kita kenal biasanya disebut dengan penyakit Gagal Ginjal. Hal ini mampu disebabkan sebab vasokonstriksi (pembuluh darah menyempit) dari sistem peredaran darah di ginjal. Untuk mengetahui bagaimana hubungan gangguan pada hati mampu menyebabkan penyakit gagal ginjal, terlebih dahulu kita ketahui mengenai fungsi masing-masing dari hati dan ginjal.

advertisement

Hati memiliki banyak fungsi, untuk proses metabolisme, penyimpanan dan pengeluaran zat-zat baik yg diperlukan atau tak untuk tubuh. Hati berfungsi untuk metabolisme karbohidrat jadi glukosa yakni bentuk paling simpel dari karbohidrat yg bisa digunakan tubuh untuk mendapat energi. Begitu pula untuk metabolisme protein dimana hati mampu membuat protein yg berguna dalam transportasi zat-zat yg diperlukan oleh tubuh, serta lemak yg akan dipecah dan mampu digunakan sebagai sumber energi untuk tubuh.

Fungsi hati yg lainnya juga sebagai tempat penyimpanan. Bisa sebagai tempat penyimpanan glukosa untuk nantinya digunakan sebagai energi; vitamin-vitamin A, D, E, K; zat besi; dan juga zat-zat yg berguna dalam proses penyembuhan luka.

Sementara pada fungsi pengeluaran zat-zat yg masih diperlukan oleh tubuh salah satunya merupakan menolong empedu untuk menghasilkan cairan empedu yg berasal dari sel darah merah yg sudah dirombak di dalam hati. Cairan empedu ini memiliki fungsi untuk mencerna lemak dalam makanan. Zat-zat yg tak diperlukan tubuh seperti hasil metabolisme obat-obatan dan racun akan dibuang oleh hati.

Selain fungsi-fungsi di atas, hati juga memiliki fungsi yg tak kalah utama yakni mengatur keseimbangan peredaran darah tubuh. Hal ini dikarenakan hati menerima pasokan darah dari semua pembuluh balik organ-organ pencernaan membentuk sebuah muara yg dinamakan dengan Vena Porta yg nantinya akan dialirkan menuju Vena Cava Inferior (pembuluh balik besar jantung) setelah itu kembali ke Jantung.

Maka dari itu jika terdapat gangguan berupa sumbatan ataupun perubahan struktur pada Vena Porta mampu terjadi gangguan peredaran darah organ-organ yg mengirim kembali darah hasil metabolismenya menuju Vena Porta.

Untuk fungsi dari ginjal yg penting ialah dengan menghasilkan urin. Urin dihasilkan dari tiga proses pada ginjal yakni pertama penyaringan, penyerapan kembali zat-zat yg masi diperlukan tubuh dan pengeluaran urin. Fungsi ginjal yg yang lain meliputi mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh, mengatur keseimbangan ion-ion dalam tubuh (Natrium, Kalium, Klorida, Fosfat, Magnesium, Bikarbonat, dsb), menolong mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh yg tepat, mengeluarkan produk-produk sisa tubuh, mengeluarkan zat-zat racun, produksi hormon eritropoietin (untuk produksi sel darah merah), hormon renin (untuk menyimpan NaCl ataupun garam yg berperan untuk menjaga Tekanan Darah) dan mengubah vitamin D jadi bentuk aktif yg bisa digunakan tubuh.

Hubungan antara fungsi hati dan ginjal bila salah satunya mengalami gangguan akan memberikan efek ke organ lainnya. Salah satunya merupakan fungsi dalam menjaga peredaran darah yg masing-masing dimiliki oleh kedua organ ini. Sindrom Hepatorenal yg biasa disebut untuk mendeskripsikan sekumpulan gejala yg disebabkan gangguan pada kedua organ yg saling berhubungan ini.

Pada kondisi penyakit hati menahun (seperti pada penyakit hepatitis ataupun alkoholisme) sel-sel jaringan hati rusak dan akan digantikan dengan sel fibrosis yg lebih kaku dibandingkan dengan sel-sel hati yg sehat. Keadaan ini akan menyebabkan struktur hati yg awalnya besar dan elastis akan berubah mengkerut, kasar dan kaku.

Seperti yg telah kita tahu sebelumnya bahwa pada hati terdapat suatu muara pembuluh-pembuluh darah balik yg disebut Vena Porta. Pada kondisi perubahan struktur hati yg lebih kecil dan kasar ini akan menyebabkan tekanan pada Vena Porta meninggi, kondisi ini disebut sebagai Hipertensi Porta.

Pada ketika terjadi Hipertensi Porta akan terjadi penurunan volume darah yg beredar dalam tubuh bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama sebab terjadinya peningkatan jumlah darah dari pembuluh darah balik yg biasanya akan masuk jadi tak bisa masuk disebabkan tingginya tekanan pada Vena Porta.

Kedua dikarenakan vasodilatasi (pelebarah pembuluh darah) di sekitar hati dan tubuh sebagai bentuk kompensasi untuk menampung darah yg gagal masuk ke Vena Porta. Apabila vasodilatasi menetap maka pada suatu ketika dinding pembuluh darah tak dapat lagi mempertahankan integritas menjaga cairan tetap berada di dalam, sehingga cairan akan keluar dari pembuluh darah yg akan menimbulkan gejala oedem (bengkak).

Dikarenakan volume darah yg beredar tak normal dan sel-sel tubuh kurang mendapat pasokan darah, maka tubuh akan menerima sinyal bahwa volume darah dalam tubuh turun dan coba untuk meningkatkan volumenya. Salah satu cara untuk meningkatkan volume ialah dengan vasokonstriksi (penyempitan) pembuluh darah pada ginjal untuk mempertahankan darah supaya tak disaring dan dikeluarkan jadi urin dan mempertahankan kadar garam yg mampu meningkatkan tekanan darah.

Hal ini sebetulnya tak sesuai dengan kondisi yg sesungguhnya terjadi, bahwa tubuh tak kelemahan darah cuma saja darah yg mampu digunakan berkurang sebab adanya kebocoran pada dinding pembuluh darah sehingga darah keluar dari pembuluh darah dan tak bisa masuk ke sel-sel tubuh. Keadaan vasokonstriksi maupun penyempitan pembuluh darah pada ginjal jika berlanjut akan menyebabkan penurunan laju penyaringan.

Dengan menurunnya laju penyaringan pada ginjal akan menyebabkan produksi urin yg turun dan menumpuknya zat-zat sisa pada darah yg seharusnya dibuang oleh ginjal seperti urea dan kreatinin. Zat-zat sisa ini yg menumpuk dalam darah bersifat toksik jika tak dikeluarkan akan merusak organ-organ yg lain.

Fungsi-fungsi ginjal yang lain juga akan merosot salah satunya dengan tak diproduksinya hormon eritropoietin (produksi sel darah merah) sehingga bisa terjadi anemia. Semua organ dan fungsi ginjal yang lain yg terganggu tentu saja akan menimbulkan gejala-gejala lainnya.

Penyakit ini sangat berbahaya sebab mampu melibatkan banyak organ, juga biasanya prognosis (prediksi) pada pasien tak terlalu baik. Terapi yg mampu dikerjakan berupa tranplantasi liver dibarengi dengan terapi obat-obatan untuk mengurangi vasokonstriksi pembuluh darah segala tubuh dan vasodilatasi pembuluh darah renal untuk meningkatkan laju penyaringan ginjal diharapkan bisa memproduksi urin yg lebih banyak dan mengeluarkan zat-zat sisa yg bersifat toksik.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA).

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Gangguan Hati dan Hubungannya dengan Gagal Ginjal, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Pencarian Terkini :

Gangguan Hati Dan Hubungannya Dengan Gagal Ginjal | Admin | 4.5