advertisement

Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus

By On Sunday, October 2nd, 2016 Categories : Kesehatan

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus –

advertisement

VIRUS ialah parasit mikroskopik yg menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat sebab cuma bisa bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup sebab tak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.

Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA ataupun RNA, tapi tak kombinasi keduanya) yg diselubungi semacam bahan pelindung terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, ataupun kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan jadi baik protein yg digunakan untuk memuat bahan genetik ataupun protein yg dibutuhkan dalam daur hidupnya.

advertisement

Macam-macam infeksi virus

Virus mampu menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya. Ada yg berbahaya, namun juga ada yg mampu ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibat yg dihasilkannya tak terlalu besar.

Infeksi akut adalah infeksi yg berlangsung dalam jangka waktu cepat namun mampu juga berakibat fatal. Akibat dari infeksi akut ialah sembuh tanpa kerusakan (sembuh total), sembuh dengan kerusakan/cacat, misalnya polio, berlanjut kepada infeksi kronis dan kematian.

Infeksi kronis adalah infeksi virus yg berkepanjangan sehingga ada risiko gejala penyakit muncul kembali.Contoh dari infeksi kronis ialah silent subclinical infection seumur hidup (Cytomegalovirus/ CMV), periode diam yg cukup lama sebelum munculnya penyakit (HIV), reaktivasi yg menyebabkan infeksi akut (shingles) dan penyakit kronis yg berulang ataupun kambuh seperti HBV, HCV dan kanker ( HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV).

Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh.Metode pengobatan sejauh ini yg dianggap paling efektif ialah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yg mengatasi gejala akibat infeksi virus.

Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya salah antisipasi dengan penggunaan antibiotik, yg sama sekali tak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus.Efek samping penggunaan antibiotik ialah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri ataupun virus.

Infeksi virus ataupun bakteri pada umumnya menimbulkan demam, cuma saja infeksi bakteri akan meningkatkan kadar Sel darah putih, sedangkan infeksi virus tidak. Tetapi infeksi bakteri, virus bahkan jamur akan meningkatkan kadar Antibodi M (IgM). Kendalanya, pemeriksaan IgM agak mahal. Pemeriksaan sel darah putih atau IgM tak mampu menentukan macam penyakitnya, tapi kedua pemeriksaan tersebut cuma mengindikasikan penyakit tersebut diakibatkan oleh apa.

Jika biaya jadi kendala, maka pemeriksaan sel darah putih saja telah cukup, sebab infeksi virus tak mampu diobati dengan anti-biotik dan pada umumnya infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya (virus self limiting life) dengan istirahat (istirahat penuh di ranjang, seandainya perlu) dan gizi yg cukup, kecuali HIV di mana untuk diagnosis awal diperlukan pemeriksaan CD4 yg relatif murah.

Vaksin virus ialah formula yg terbuat dari bagian tubuh virus, virus mati, ataupun virus hidup yg diinjeksikan ke dalam tubuh manusia guna memperoleh suatu sistem imun (kekebalan) secara alamiah. Pada tahun 1789, Edward Jenner menemukan vaksin cacar.

Vaksin cacar tersebut disuntikkan ke jaringan bawah kulit (subkutan). Selanjutnya pada 1952, Jonas Salk menemukan vaksin polio. Vaksin polio diberikan melalui mulut (oral). Vaksin virus dibedakan jadi dua macam, yakni vaksin virus mati dan vaksin virus hidup yg dilemahkan.

Vaksin Virus Mati

Vaksin virus mati dibuat dengan cara memurnikan sediaan virus melalui tahap-tahap tertentu dan merusak sedikit protein virus sehingga jadi tak aktif. Formalin dengan kadar rendah biasanya digunakan untuk merusak protein virus. Vaksi virus mati mampu merangsang pembentukan antibodi tubuh terhadap protein selubung virus sehingga meningkatkan daya resistensi tubuh.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan penggunaan vaksin virus mati. Di antaranya diperlukan ketelitian yg tinggi pada ketika pembuatan vaksin untuk memastikan bahwa tak ada virus yg virulen. Selain itu respons sel terhadap vaksin biasanya lemah, imunitas yg diperoleh cuma bersifat sementara sehingga perlu dikerjakan injeksi berulang kali serta bisa merangsang hipersensitivitas pada infeksi berikutnya (menyebabkan terjadinya resistensi virus). Hal ini disebabkan oleh adanya respons imun yg tak seimbang terhadap antigen permukaan virus yg tak sesuai infeksi virus secara alamiah.

Vaksin Virus Hidup yg Dilemahkan

Vaksin virus hidup dibuat dari virus mutan yg memiliki antigen hampir sama dengan virus liar, tapi memiliki kemampuan patogen yg sangat lemah. Pembuatan strain virus lemah pada awalnya dikerjakan dengan cara memilih strain virus lemah secara alami pada biakan. Akan tetapi, kini pembuatan strain virus lemah dikerjakan dengan cara manipulasi laboratorium agar terjadi perubahan genetik secara terencana.

Penggunaan vaksin virus hidup memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan penggunaan vaksin hidup antara yang lain merupakan : tubuh memperoleh imunitas seperti imunitas yg terjadi secara alamiah, sebab virus akan bereproduksi selalu sehingga memicu terbentuknya antibodi tubuh.

Sementara kekurangan penggunaan vaksin hidup antara lain:

1. Terjadi risiko virulensi yg lebih besar selama perkembangan virus di dalam vaksin. Walaupun hal ini tak terbukti sebagai masalah, tapi potensi tersebut tetap ada.

2. Penyimpanan dan keterbatasan hidup vaksin sebelum masa kadaluwarsa. Akan tetapi, persoalan ini mampu diatasi dengan bantuan stabilisator virus, misalnya penambahan MgCl2 untuk vaksin polio.

3. Terjadinya pencemaran virus yang lain di dalam vaksin.

4. Adanya gangguan replikasi virus vaksin yg bisa mengakibatkan adanya infeksi virus luar yg terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan berkurangnya efektivitas vaksin.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA).

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Related Post :

Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus | Admin | 4.5

Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus

By On Tuesday, February 9th, 2016 Categories : Kesehatan

[ads1]

Sebarkanlah…
PalingPopuler.Com mengabarkan : Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus –

advertisement

VIRUS ialah parasit mikroskopik yg menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat sebab cuma mampu bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup sebab tak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.

Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA ataupun RNA, tapi tak kombinasi keduanya) yg diselubungi semacam bahan pelindung terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, ataupun kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan jadi baik protein yg digunakan untuk memuat bahan genetik ataupun protein yg dibutuhkan dalam daur hidupnya.

advertisement

Macam-macam infeksi virus

Virus bisa menginfeksi inangnya dan menyebabkan berbagai akibat bagi inangnya. Ada yg berbahaya, namun juga ada yg bisa ditangani oleh sel imun dalam tubuh sehingga akibat yg dihasilkannya tak terlalu besar.

Infeksi akut ialah infeksi yg berlangsung dalam jangka waktu cepat namun mampu juga berakibat fatal. Akibat dari infeksi akut merupakan sembuh tanpa kerusakan (sembuh total), sembuh dengan kerusakan/cacat, misalnya polio, berlanjut kepada infeksi kronis dan kematian.

Infeksi kronis adalah infeksi virus yg berkepanjangan sehingga ada risiko gejala penyakit muncul kembali.Contoh dari infeksi kronis merupakan silent subclinical infection seumur hidup (Cytomegalovirus/ CMV), periode diam yg cukup lama sebelum munculnya penyakit (HIV), reaktivasi yg menyebabkan infeksi akut (shingles) dan penyakit kronis yg berulang ataupun kambuh seperti HBV, HCV dan kanker ( HTLV-1, HPV, HBV, HCV, HHV).

Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh.Metode pengobatan sejauh ini yg dianggap paling efektif merupakan vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yg mengatasi gejala akibat infeksi virus.

Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya salah antisipasi dengan penggunaan antibiotik, yg sama sekali tak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus.Efek samping penggunaan antibiotik ialah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri ataupun virus.

Infeksi virus maupun bakteri pada umumnya menimbulkan demam, cuma saja infeksi bakteri akan meningkatkan kadar Sel darah putih, sedangkan infeksi virus tidak. Tetapi infeksi bakteri, virus bahkan jamur akan meningkatkan kadar Antibodi M (IgM). Kendalanya, pemeriksaan IgM agak mahal. Pemeriksaan sel darah putih atau IgM tak mampu menentukan macam penyakitnya, tapi kedua pemeriksaan tersebut cuma mengindikasikan penyakit tersebut diakibatkan oleh apa.

Jika biaya jadi kendala, maka pemeriksaan sel darah putih saja telah cukup, sebab infeksi virus tak bisa diobati dengan anti-biotik dan pada umumnya infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya (virus self limiting life) dengan istirahat (istirahat penuh di ranjang, seandainya perlu) dan gizi yg cukup, kecuali HIV di mana untuk diagnosis awal diperlukan pemeriksaan CD4 yg relatif murah.

Vaksin virus adalah formula yg terbuat dari bagian tubuh virus, virus mati, maupun virus hidup yg diinjeksikan ke dalam tubuh manusia guna memperoleh suatu sistem imun (kekebalan) secara alamiah. Pada tahun 1789, Edward Jenner menemukan vaksin cacar.

Vaksin cacar tersebut disuntikkan ke jaringan bawah kulit (subkutan). Selanjutnya pada 1952, Jonas Salk menemukan vaksin polio. Vaksin polio diberikan melalui mulut (oral). Vaksin virus dibedakan jadi dua macam, yakni vaksin virus mati dan vaksin virus hidup yg dilemahkan.

Vaksin Virus Mati

Vaksin virus mati dibuat dengan cara memurnikan sediaan virus melalui tahap-tahap tertentu dan merusak sedikit protein virus sehingga jadi tak aktif. Formalin dengan kadar rendah biasanya digunakan untuk merusak protein virus. Vaksi virus mati bisa merangsang pembentukan antibodi tubuh terhadap protein selubung virus sehingga meningkatkan daya resistensi tubuh.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan penggunaan vaksin virus mati. Di antaranya diperlukan ketelitian yg tinggi pada ketika pembuatan vaksin untuk memastikan bahwa tak ada virus yg virulen. Selain itu respons sel terhadap vaksin biasanya lemah, imunitas yg diperoleh cuma bersifat sementara sehingga perlu dikerjakan injeksi berulang kali serta bisa merangsang hipersensitivitas pada infeksi berikutnya (menyebabkan terjadinya resistensi virus). Hal ini disebabkan oleh adanya respons imun yg tak seimbang terhadap antigen permukaan virus yg tak sesuai infeksi virus secara alamiah.

Vaksin Virus Hidup yg Dilemahkan

Vaksin virus hidup dibuat dari virus mutan yg memiliki antigen hampir sama dengan virus liar, tapi memiliki kemampuan patogen yg sangat lemah. Pembuatan strain virus lemah pada awalnya dikerjakan dengan cara memilih strain virus lemah secara alami pada biakan. Akan tetapi, kini pembuatan strain virus lemah dikerjakan dengan cara manipulasi laboratorium agar terjadi perubahan genetik secara terencana.

Penggunaan vaksin virus hidup memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan penggunaan vaksin hidup antara yang lain ialah : tubuh memperoleh imunitas seperti imunitas yg terjadi secara alamiah, sebab virus akan bereproduksi selalu sehingga memicu terbentuknya antibodi tubuh.

Sementara kekurangan penggunaan vaksin hidup antara lain:

1. Terjadi risiko virulensi yg lebih besar selama perkembangan virus di dalam vaksin. Walaupun hal ini tak terbukti sebagai masalah, tapi potensi tersebut tetap ada.

2. Penyimpanan dan keterbatasan hidup vaksin sebelum masa kadaluwarsa. Akan tetapi, persoalan ini mampu diatasi dengan bantuan stabilisator virus, misalnya penambahan MgCl2 untuk vaksin polio.

3. Terjadinya pencemaran virus yang lain di dalam vaksin.

4. Adanya gangguan replikasi virus vaksin yg mampu mengakibatkan adanya infeksi virus luar yg terjadi secara bersamaan, sehingga menyebabkan berkurangnya efektivitas vaksin.

* Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (di bawah bimbingan dr Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA).

Sumber: http://gayahidup.inilah.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Related Post :

Beginilah Cara Pengobatan Infeksi Virus | Admin | 4.5