advertisement

Social Media Marketing: Belajar Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda

By On Wednesday, February 3rd, 2016 Categories : Internet

PalingPopuler.Com mengabarkan tentang Social Media Marketing: Belajar Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda.

Saya akan katidakan secara terang-terangan:

Social media itu sarana pemasaran yg terlalu dibesar-besarkan.

advertisement

Coba lihat statistiknya, sepertinya luar biasa…

…tahun 2015 ada 38 juta pemakai internet di Indonesia, 79% di antaranya aktif menggunakan social media minimal sekali sebulan.

Banyak kan?

advertisement

Tapi dalam prakteknya tidak begitu.

Sebagian besar orang yg melakukan social media marketing menyerah dalam hitungan bulan. Karena tidak ada hasil positif yg mereka bisakan ke bisnisnya.

Gagal.

Tunggu dulu…aku luruskan sebelum pada protes.

Social media marketing itu tidak jelek. Banyak orang yg gagal karena memang sangat mudah untuk terjebak di jalur yg salah ketika memanfaatkan social media.

Hanya ini yg biasanya dikerjakan (dan diajarkan):

  • Buat akun, hiasi dengan foto & lengkapi profilnya
  • Buat post yg menarik untuk menbisakan like/retweet

Itu saja tidak cukup. Sangat tidak cukup.

Agar upaya  yg kamu lakukan tidak sia-sia silahkan lanjutkan membaca. Dalam panduan ini kamu akan mempelajari seperti apa strategi pemasaran social media yg sesungguhnya.

1. Tentukan SATU social media utama

Satu, tidak lebih.

Mengapa hanya satu? Bukannya lebih banyak lebih bagus?

Memang betul. Idealnya semakin banyak kita muncul di hadapan orang yang lain, akan semakin cepat kita dikenal.

Tapi ada beberapa pertimbangan yg harus dipikirkan:

  1. Waktu
  2. Biaya
  3. Tenaga manusia
  4. Ilmu

Kalau kamu tidak punya myg berasalah dengan keempatnya, silahkan pilih lebih dari 1.

Social media marketing itu tidak simpel. Bukan hanya sekedar posting tweet yg lucu maupun upload gambar meme. Dan yg terutama, tidak diotomatiskan dari social media A ke B.

Anda akan sadar alasannya dalam bab 2.

Intinya, kamu sebagai pemain baru tidak akan bisa segera aktif di banyak social media sekaligus. Ini justru akan berdampak buruk.

Karena itu, pilih social media berdasarkan:

  • Ukuran: lebih besar lebih baik, tetapi belum tentu
  • Audiens: dimana mayoritas orang-orang yg kamu targetkan
  • Konten: tempat yg efektif untuk video, gambar/foto, teks tidak sama

Mari kita bahas satu per satu.

Ini grafik pemakaian social media di Indonesia dari We Are Social:

Facebook menempati posisi tertinggi sebagai social media dengan jumlah pemakai terbanyak, dberitasul oleh Twitter.

Lebih lanjut, grafik berikut ialah grafik pemakaian social media di Indonesia berdasarkan rentang umur (2013):

Demografi social media Indonesia

Dari 2 grafik ini, kelihatan bahwa Facebook merupakan social media yg paling superior dibandingkan beberapa saingan yg yang lain.

Apakah ini artinya Facebook paling bagus?

Bisa jadi…tetapi belum tentu.

Ukuran dan umur memang 2 faktor utama dalam menentukan social media untuk keperluan pemasaran. Dalam hal ini, Facebook dan Twitter lebih unggul.

Tapi ini masih dipengaruhi lagi oleh audiens dan industri kamu.

Untuk semakin memastikan pilihan kamu, mari kita lihat karakteristik dari masing-masing social media:

Gunakan Facebook kalau:

Anda tidak ingin ambil pusing.

Hampir semua orang ada di Facebook dalam berbagai minat dan usia. Kemungkinan besar target pasar kamu juga ada di Facebook.

Tetetapi karena volume yg sangat besar, Facebook punya filter yg ketat. Secara organik, hanya kurang dari 1% dari orang yg mengikuti Page kamu akan berinteraksi.

Maka dari itu, kamu mungkin akan sangat mengkamulkan iklan.

Seyang lain itu, macam konten di Facebook lebih beragam. Ada banyak pilihan mulai dari sekedar teks, gambar, video, dan link. Kalau kamu memanfaatkan Facebook, ada baiknya kamu tidak fokus hanya di satu diantara macam.

Terakhir. Frekuensi konten di Facebook rendah, tetapi kualitasnya harus tinggi.

Gunakan Twitter kalau:

Target pasar kamu berusia muda.

Seperti grafik di atas, Twitter lebih populer di golongan usia 18-35 tahun. Lebih dari itu, sangat jarang yg menggunakan Twitter.

(Tetetapi golongan usia semakin lama akan semakin merata)

Di satu sisi, pemakai Twitter Indonesia lebih tertarik dengan konten-konten singkat dan bersifat santai. Di sisi yang lain, banyak pula pemakai Twitter yg lebih suka dengan link ke website.

Jadi, lihat kembali apa yg kamu pasarkan dan seperti apa konten kamu.

Kalau apa yg kamu promosikan bisa dikonsumsi dalam 140 huruf maupun bisa menarik orang yang lain untuk mengunjungi website kamu, gunakan Twitter.

Karena tidak ada filter, menjangkau follower di Twitter lebih mudah dibandingkan Facebook. Maka dari itu, frekuensi konten di Twitter sebaiknya lebih tinggi daripada Facebook.

Gunakan Instagram kalau:

Apa yg kamu pasarkan bisa disaseandainyan dalam foto yg indah.

Kalau kamu tidak bisa menyediakan foto yg indah maupun kalau sesuatu yg kamu pasarkan tidak mampu dijadikan foto, jangan gunakan Instagram.

Golongan usia di Instagram juga ketika ini lebih rendah. Berdasarkan grafik di atas, pemakai Instagram di Indonesia yg berusia lebih dari 45 tahun hampir tidak ada.

Instagram mudah untuk dikelola bersama Facebook maupun Twitter.

Ini karena konten di Instagram sebagian besar hanya berupa gambar. Gambar yg kamu upload di Instagram bisa digunakan kembali untuk konten di Facebook maupun Twitter.

Seyang lain itu, tingkat interaksi oleh follower di Instagram jauh lebih tinggi.

Gunakan Google+ kalau:

Anda punya konten di website dan ingin menbisakan peringkat tinggi di Google.

Yang unik dari Google+, ketika follower kamu menggunakan Google Search maka hasil pencarian dari orang-orang yg mereka follow akan menbisakan peringkat lebih tinggi.

Jadi walaupunpunpun Google+ tidak ramai, tetapi masih layak untuk dipakai.

Dalam beberapa industri, ada komunitas di Google+ yg jauh lebih aktif daripada Facebook. Sebaiknya kamu coba mencari komunitas ini, kalau ada.

Gunakan LinkedIn kalau:

Anda ialah B2B, bisnis ke bisnis. Bukan B2C, bisnis ke konsumen.

Dengan kata yang lain, gunakan LinkedIn kalau target pasar kamu ialah bisnis, bukan perorangan. Ini karena LinkedIn dipenuhi oleh para profesional dan pepunya bisnis.

2. Tetapkan kepribadian yg kamu gunakan

Kalau kamu mengikuti beberapa akun brand di social media, akan pasti sadar bahwa kepribadian dari akun-akun tersebut berbeda.

Ada yg santai:

Kepribadian Line

Ada yg serius:

Kepribadian Garuda

Tidak ada yg salah, keduanya bagus. Tapi ada 2 hal yg harus diperhatikan:

  • Mana yg mencerminkan bisnis kamu
  • Mana yg tepat untuk audiens kamu

Terutama karena di Indonesia kita punya bahasa baku dan bahasa pergaulan. Pastikan kamu memilih yg tepat, dan gunakan secara konsisten.

Kalau target pasar kamu berusia dewasa, akan aneh kalau menggunakan bahasa yg terlalu santai.

Oh ya, ‘serius’ bukan berarti ‘kaku’.

Kata-kata yg kamu gunakan di social media akan mencerminkan bisnis kamu. Tidak ada yg suka berteman dengan orang yg bicaranya kaku seperti robot.

Ini beberapa kepribadian yg harus kamu tentukan di awal:

Kepribadian brand di social media

Untuk memilih kepribadian mana yg sebaiknya kamu gunakan, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Kalau brand kamu ialah manusia, seperti apa kepribadiannya?
  2. Seperti apa karakter dan gaya bicara dari audiens kamu?
  3. Seperti apa hubungan yg ingin kamu bangun dengan mereka?
  4. Apa tujuan konten kamu? Kepribadian apa yg tepat untuk konten tersebut?
  5. Kesan apa yg ingin kamu peroleh dari orang yang lain?

3. Strategi konten untuk social media

Inilah bagian terutama dalam social media marketing.

Tanpa mepunyai konten yg menarik, semua hal yg kamu lakukan di social media akan perhanya.

Ada banyak hal yg bisa dibahas mengenai konten. Lebih spesifik untuk masing-masing social media akan dibahas dalam bab selanjutnya.

Untuk sekarang, kita akan bahas konsep dasarnya.

Kesuksesan dalam social media marketing ditentukan oleh 3 hal:

  1. Kualitas konten
  2. Pemilihan waktu posting
  3. Frekuensi posting

Meskipun kualitasnya tinggi, tetapi kalau kamu salah dalam memilih waktu maka hasilnya akan kurang maksimal. Demikian pula untuk frekuensi/jumlah.

Tidak hanya itu…

…kita telah mengenal beberapa macam konten: teks, link, gambar, dan video.

Ternyata tidak semua macam konten tersebut akan menbisakan jumlah interaksi yg sama. Konten macam tertentu akan menbisakan lebih banyak like/share/retweet.

Mari kita bahas satu per satu.

Jenis post di social media

Berdasarkan data resmi yg dikeluarkan oleh Twitter, inilah macam tweet yg menbisakan retweet terbanyak:

Retweet terbanyak

Persentase di atas merupakan angka penambahan dibandingkan dengan tweet yg biasa.

Jadi tweet dengan hashtag menbisakan +16% daripada tweet biasa, foto menbisakan 35%, video 28% dan seterusnya.

Di Facebook sedikit berbeda…

…inilah macam post yg menbisakan hasil terbaik di Facebook:

Facebook organic reach

Data di atas merupakan hasil analisa dari Locowise.

Link menbisakan jumlah jangkauan terbesar, hingga 18% untuk Page yg mepunyai like di atas 10 ribu. Dberitasul teks dan foto dengan jangkauan antara 7-11%

Oleh karena itu, kalau kamu ingin menjangkau banyak orang di Facebook usahakan menggunakan link.

Tema konten

Dari grafik-grafik di atas, kita telah tahu bahwa link ialah macam konten terbaik untuk social media marketing. Dberitasul oleh foto dan teks.

Tapi apa isi dari link, foto, dan teks tersebut?

Berdasarkan artikel dari HubSpot ini, berikut ialah tipe konten yg paling banyak menbisakan share ke social media:

  1. List-post: artikel berupa daftar [22.14%]
  2. Why-post: artikel penjelasan ‘mengapa’ [22.32%]
  3. Videos: [18.94%]
  4. How-to: artikel panduan [18.42%]
  5. What-post: artikel penjelasan ‘apa’ [17.88%]

Jadi kesimpulannya, post yg menbisakan jangkauan terbesar di social media ialah yg berupa link. Link yg terpopuler ialah yg berisi artikel berupa daftar (contoh).

Masih ada lagi…

…berdasarkan analisa yg dikerjakan oleh OKDork dan BuzzSumo terhadap 100 juta artikel, ternyata yg menbisakan share terbanyak ialah yg mampu membangkitkan perasaan.

Inilah perasaan yg paling banyak menbisakan share:

Popular-Emotions

Perasaan yg paling tinggi yakni:

  1. Awe (kagum)
  2. Laughter (lucu, tertawa)
  3. Amusement (hiburan)
  4. Joy (bahagia)
  5. Anger (marah)
  6. Empathy (empati)

Jenis post terbaik ialah link menuju artikel daftar (list post) yg disertidakan foto dan mampu membangkitkan perasaan kagum.

Idealnya seperti itu,

Tapi pada prakteknya, harus kamu kombinasikan sendiri. Karena tidak semua industri, target pasar, dan demografi mepunyai ketertarikan yg sama.

Frekuensi  dan waktu posting

Seperti yg telah dijelaskan tadi, frekuensi optimal untuk Facebook, Twitter, dan social media yang lainnya berbeda-beda. Ada yg lebih bagus kalau banyak, ada juga yg sebaiknya tidak terlalu banyak.

Inilah frekuensi optimal untuk masing-masing social media:

  • Facebook: maksimal 2x sehari dan 5-10x sepekan
  • Twitter: 5x sehari maupun lebih
  • LinkedIn: 1x per hari dan 20x per bulan
  • Google+: maksimal 3x sehari
  • Pinterest: 5x sehari maupun lebih
  • Instagram: 1-2x sehari maupun lebih

Itu untuk frekuensi, sekarang waktunya…

…jam sibuk maupun jam kosong, mana yg lebih optimal?

Tidak semudah itu.

Kalau kita menulis pada jam sibuk, maka konten kita akan dengan cepat tertutup oleh orang yang lain. Akhirnya tidak kelihatan. Sedangkan pada jam kosong hanya sedikit orang yg aktif.

Jawabannya berbeda-beda, tergantung dari bersiapa target kamu.

Ini waktu yg terbaik untuk membuat tweet agar menbisakan jumlah klik terbanyak, berdasarkan Buffer:

Waktu yg optimal untuk tweet

Belum ada penelitian spesifik untuk Indonesia, tetapi minimal ini bisa kita gunakan sebagai acuan.

Untuk Facebook, kamu bisa lihat segera dari Page yg kamu punyai.

Seperti contoh ini untuk Page PanduanIM di Facebook:

Waktu terbaik untuk post Facebook

Dari gambar di atas, ternyata follower PanduanIM paling banyak online di jam 9 malam. Karena itu waktu terbaik untuk membuat post sekitar 0-2 jam sebelumnya.

Sekali lagi, angka ini berbeda-beda tergantung demografinya.

Karena itu, sebaiknya periksa sendiri waktu optimal posting kamu.

3. Buat jadwal rutin untuk social media

Social media marketing bukan pekerjaan sekali jalan, tetapi berkelanjutan.

Tak peduli seberapa pun bagusnya konten kamu, kalau hanya dikerjakan sekali-sekali tidak akan pernah berhasil. Para follower akan lupa dengan kamu.

Satu lagi…

…social media marketing bukan hanya membuat konten.

Ada pekerjaan yang lain yg HARUS dikerjakan, ini beberapa di antaranya:

  • Berinteraksi dengan follower dan influencer
  • Perencanaan konten
  • Analisa statistik dan goal
  • Perencanaan dan eksperimen

Untuk mempermudah prosesnya, silahkan ikuti tugas harian, pekanan, dan bulanan ini:

Tugas harian:

  1. Membalas mention, pesan, dan komentar yg masuk
  2. Melakukan monitor kata kunci
  3. Menerbitkan/menjadwalkan konten baru
  4. Mencari bahan untuk konten baru
  5. Mencari orang yg punya banyak follower (influencer)
  6. Berinteraksi dengan influencer
  7. Berinteraksi dengan follower
  8. Membuat gambar untuk konten
  9. Membuat konten untuk komunitas

Tugas pekanan:

  1. Analisa konten dalam sepekan terakhir
  2. Analisa peningkatan dan penurunan yg terjadi
  3. Analisa terhadap goal dan sasaran yg telah ditentukan
  4. Analisa hashtag
  5. Mengadakan event (webinar, Twitter chat, dll.)
  6. Mencari komunitas baru
  7. Optimasi website untuk social media

Tugas bulanan:

  1. Memeriksa goal yg telah dibuat
  2. Membuat goal baru
  3. Merencanakan eksperimen baru untuk sebulan depan
  4. Update foto profil, deskripsi, bio
  5. Melakukan penyesuaian terhadap frekuensi dan jadwal posting

Panduan Social Media Marketing

Selamat! Sekarang kamu telah memahami dasar-dasar dari social media marketing.

Tapi kita justru baru akan mulai. Silahkan lanjutkan ke bab 2 untuk jadi seorang ahli pemasaran social media.

BAB 2 Kesalahan yg Sering Terjadi

Dalam menerapkan strategi social media marketing, jauh lebih banyak orang yg gagal daripada yg berhasil. Maka dari itu, cara terbaik untuk belajar ialah dengan memahami apa saja kesalahan yg terbiasa terjadi dan solusinya.

Baca BAB 2 ›

BAB 3 Meningkatkan Follower

Follower dan like ialah 2 tolak ukur yg terbiasa kita jadikan acuan dasar dalam keberhasilan social media marketing. Dalam bab ini, ada lebih dari 60(!) strategi untuk meningkatkan follower kamu di Instagram dan Twitter serta like di Facebook.

Baca BAB 3 ›

BAB 4 Facebook Marketing

Sebagai social media terbesar di dunia, Facebook sangat menarik untuk dijadikan sarana pemasaran. Dalam bab ini dibahas 8 langkah, tahap-demi-tahap yg harus kamu lakukan untuk bisa mendominasi Facebook.

Baca BAB 4 ›

Bab dalam panduan ini masih akan terus ditambahkan.

Kalau kamu punya saran maupun ide tambahan materi yg ingin kamu pelajari terkait social media marketing, silahkan hubungi aku.

Social Media Marketing: Belajar Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda
sumber : panduanim.com

Pencarian Terkini :

Social Media Marketing: Belajar Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda | Admin | 4.5