advertisement

‘Netflix Diblokir, Gak Sekalian YouTube Dan Facebook Ditutup?’

By On Wednesday, January 27th, 2016 Categories : Internet

[ads1]

PalingPopuler.Com mengabarkan : ‘Netflix Diblokir, Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?’ –

advertisement

Jakarta – Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia.

Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group menetapkan buat memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.

Terkait keadaan tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut seandainya langkah Telkom Group telah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu langsung diblokir.

advertisement

Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru jenis Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.

“Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, bagi pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga,” sindirnya.

Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yg terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan seandainya menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.

“Regulasinya memungkinkan ISP apapun bagi memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8,” ujar penggiat Internet Sehat ini.

Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun milik sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.

Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya cuma mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif.

“Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?” tegasnya.

Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, seandainya Telkom sepanjang telah memasukkan list yg ada di Trust+ maka telah aman, dalam arti sudah mengikuti aturan. Sementara seandainya Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.

“Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu… Ya mari kami lihat relevansinya teknologi yg ada dengan UU yg ada. IoT dan konvergensi teknologi, percaya bisa diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?” sergah Donny.

“Kominfo memanggil (Telkom Group) juga bagi apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yg pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar segera ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong,” imbuhnya.

Donny yg juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yg diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan seandainya alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix dapat diakses dengan memakai kartu kredit, yg biasanya cuma dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.

“Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) mampu comply dengan regulasi yg ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tetapi juga mampu melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, selalu proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator”.

“Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya ‘the world in your hand’. Nah, ‘world’ menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yg menentukan sendiri apa yg boleh atau tak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya”.

“Kominfo kan juga telah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja lalu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main yang berasal tutup lapak orang!” Donny menandaskan.

(ash/fyk)

Sumber: http://inet.detik.com
[ads2]

Terima kasih Anda telah membaca informasi tentang ‘Netflix Diblokir, Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?’, simak informasi menarik lainnya hanya di PalingPopuler.Com.

Pencarian Terkini :

‘Netflix Diblokir, Gak Sekalian YouTube Dan Facebook Ditutup?’ | Admin | 4.5