advertisement

Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016

By On Sunday, February 7th, 2016 Categories : Internet

PalingPopuler.Com mengabarkan tentang Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016.

Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016 – Kerja mesin pencari Google di tahun 2016 apakah sama dengan di tahun 2015? Pertanyaan ini mungkin sedikit jadi hal utama kita ketahu sebagai seorang blogger.

Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016

Kenapa begitu?

Tengok saja beberapa kata kunci template blog terbaik dan terpopuler 2016 di Google. Akan banyak sekali praktisi, pakar SEO, maupun bersiapapunn yg menjelaskannya dengan berbagai keterangan wah.

advertisement

Namun bagi aku, bukan hal itu yg jadi esensi utama, tetetapi yg menarik ialah tahun yg menyertai artikel tersebut. Kenapa aku anggap utama? Ya karena ada kemungkinan, di setiap tahun terbisa template blog yg memang dirasa paling terkenal, terpopuler maupun terbaik bahkan menurut kebanyakan blogger ada template sesuai masanya.

Hal itu jadi sebuah pembelajaran bagi seorang blogger, bahwa pada kenyataannya di setiap waktu, ternyata myg berasalah keterangan apapun pasti mengalami perubahan. Bisa sama maupun stagnan, bahkan bisa berubah 100%.

advertisement

Seperti halnya artikel yg akan kita bahas kali ini, yakni membicarakan tentang cara kerja search engine (mesin pencari) Google di tahun 2016 ini.

Apakah cara kerja search engine (mesin pencari) Google di tahun 2016 ini masih tetap sama dengan tahun sebelumnya maupun memang seperti apa? Oleh karena itu, seandainya sobat merasa perlu untuk belajar secara lanjut mengenai cara kerja, sistem kerja mesin pencari (search engine) Google maupun mungkin yg yang lainnya, maka pas sekali sobat berada pada artikel ini.

Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016

Pengetahuan pokok tentang dasar keilmuan cara kerja search engine (mesin pencari) buatku memang utama. Hal ini akan jadi dasar pemahaman yg memang diperlukan bagi seorang internet marketer. Mungkin penbisa aku tersebut dirasa sebagian orang terlalu berlebihan.
Kalaupun tidak begitu, tetap saja pemahaman cara kerja mesin pencari Google juga berguna bagi blogger pemula sekalipun seperti aku. Pemahaman itu nantinya akan sangat berguna, supaya dalam menjalani aktifitas ngeblog kedepannya tidak menimbulkan persepsi yg salah yg dampaknya berujung pada kekecewaan. 

Evaluasi pemahaman yg salah tentang cara kerja mesin pencari khususnya Google bisa berdampak pada proses pengambilan keputusan nantinya.

Ok, mari kita simak lebih lanjut diskusi kita kali ini. Ketika kita mencari sebuah artikel, tentu kita akan memasukkan sebuah kata kunci, dan akan muncul banyak sekali halaman yg dihidangkan Google maupun mesin pencari yang lain. Dari berbagai halaman tersebut tentu sobat sendiri yg akan memilih untuk dilihat sebagai sumaupun tujuan yg sobat cari.

Misalkan saja sobat mencari satu keyword dengan kata kunci template blog terbaik dan terpopuler 2016 di Google. Akan banyak sekali halaman kan? Lha tinggal sobat ingin memilih yg mana.

Dengan fakta begitu, mungkin baygan kita mengatidakan, “wah kok mudah banget ya”, sekali klik muncul keterangan sesuai dengan apa yg aku harapkan”, maupun “kok cepet banget ya Google bisa mikir sepersekian detik dengan menampilkan berjuta-juta kata kunci”?

Anggapan tersebut pada dasarnya wajar saja. Namun pada faktanya, kinerja Google untuk menampilkan suatu halaman apapun tidak sesimpel seperti baygan sobat. Ternyata, dalam menampilkan sebuah halaman, mesin pencari (search engine) Google membutuhkan beberata tahap (proses) utama yg saling berkesinambungan, diantaranya:

  1. Crawling (perayapan)
  2. Indexing (pengindeks an)
  3. Penyajian data hasil kepada user (pemakai)
Ketiga proses di atas memang secara simultan dikerjakan oleh search engine Google secara terpadu, rumit dan njlimet.

1. Crawling (perayapan)

Pada proses Crawling (perayapan), Google terus bekerja keras sesuai dengan harapan user. Intinya ialah Google menginginkan sesuatu yg ditampilkan kepada pemakai sesuai relevansi terhadap kebutuhan user berdasarkan kata kunci yg dimasukkan.
Dalam proses crawling ini, tentu saja Google harus memilah dan memilih dari sekian ribu, bahkan jutaan halaman dari berbagai situs dan alamat situs yg sekiranya sesuai dengan kata kunci yg dimasukkan.
Dari berjuta-juta halaman tersebut, Google harus menentukan titik terbaik, fokus dan mendeteksi secara fokus bahkan pada setiap artikel secara kesemuaan dengan tingkat relevansi yg diinginkan pemakai. Maka dalam istilah blogger pasti tahu yg namanya bounce rate. Sobat bisa membaca secara lanjut penjelasan bounce rate secara serius di sini.
Dengan tugas berat itulah, Google menggunakan sebuah bantuan tangan “dewa”, yakni sebuah robot pencari. Kenapa robot? Ya karena ingin semuanya bisa dikerjakan secara cepat. 

Coba baygkan seandainya sobat harus menelaah sebuah artikel dengan jumlah 2000 kata dengan keyword “panduan SEO”, mungkin tidak terlalu sulit. Itu baru satu artikel, belum lagi semua artikel di dalam sebuah situs, belum lagi semua artikel dari berjuta-juta situs di semua dunia. Sungguh berat sekali.

Sehingga, karena yg bekerja robot, maka telah selayaknya pasti akan bisa dikerjakan secara cepat. Tentu robot Google maupun mesin pencari yang lainnya akan dijalankan sesuai dengan kata kunci, panduan perayapan sesuai dengan instruksi dari sang Google maupun search engine yang lain.
Dengan begitu, maka jadi wajib hukumnya bagi seorang blogger untuk mempelajari kinerja dari robot mecin pencari. Tujuannya ya supaya setiap artikel kita bisa dijaring oleh yg namanya robot mesin pencari tersebut. Salah satu caranya ialah dengan menerapkan panduan SEO.
Bagaimana cara kerja robot mesin pencari (search engine) Google???

Cara kerjanya ternyata simple, yakni dengan mengutamakan link-link (hyperlink) dari sebuah halaman yg telah pernah dikunjunginya. Itu artinya, manakala ada sebuah artikel yg sama sekali belum pernah dikujungi oleh robot Google, ya tentu artikel tersebut akan dianak tirikan oleh Google. Namun apakah ada kemungkinan sama sekali tidak akan dibuka? Ya tergantung. Jika memang dirasa kualitas artikel tersebut masuk dalam kriteria Google akan tingkat relevansi sesuai harapan user, ya bisa saja dibuka.

Secara simpel itulah proses crawling (perayapan) yg dikerjakan oleh robot Google. Tentu saja hal itu dikerjakan dengan banyak PC, bahkan ribuan PC. Tidak bisa kita membaygkan hanya dengan satu dua PC.

Secara simple, robot mesin pencari digolongkan jadi dua, yakni Freshbot dan DeepBot. Apa yg dimaksud Freshblot dan Deepbot?

Freshbot ialah suatu robot mesin pencari (search engine) Google yg bertugas untuk mengamati apakah terbisa sebuah konten (artikel) baru di dalam sebuah blog maupun situs. Jadi, fungsi dari freshbot ini nanti lebih pada proses indeks artikel.

Namun, dalam prosesnya terkadang ada sebuah blog maupun situs ketika melakukan update artikel, namun tidak secara segera bisa terindeks Google. Ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Backlink
  • Pagerank
  • Frekuensi posting (update)
Katanya backlink dan Pagerank telah tidak berguna lagi untuk ketika ini mas? Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasan aku sebelumnya tentang benarkah Google telah tidak butuh backlink untuk trafik sebuah situs?
Untuk ketika ini, hal terbaru yg mungkin tidak asing lagi ialah PA (Page Authority) dan DA (Domain Authority). So, silakan tingkatkan DA dan PA blog maupun situs sobat untuk tingkat peringkat yg bagus di mata Google.
Lalu bagaimana dengan Deepbot mas?

Tidak jauh berbeda dengan Freshbot, Deepbot berfungsi untuk crawling namun lebih fokus pada artikel lawas maupun pada artikel secara kesemuaan, baik berupa data yg ada di blog maupun situs kita. Proses Deepbot ini biasanya membutuhkan waktu beberapa hari, dan biasanya pertengahan bulan sampai akhir bulan. Ada juga dari keterangan yang lain yakni dari tanggal 20an sampai akhir bulan.

2. Indexing (pengindeksan)

Indexing yg dikerjakan Google maupun search engine didasarkan pada pengumpulan keterangan yg telah dikerjakan pada tahap crawling tadi. Pada tahap indexing ini, Google akan menggunakan data base yg isinya tingkat kualitas sebuah halaman dari sebuah situs, yg dberitasun secara sistematis berdasarkan tingkat relevansi. Tingkat relevansi ini berdasarkan kualitas dan kepuasan user maupun pemakai. Namun biasanya cara termudah ialah dengan penilaian tingkat kata kunci maupun keyword.

Dari data base dengan berbagai isi tadi, akan dberitasun sebuah peringkat secara terperinci. Sehingga, sangat bahaya sekali manakala sebuah blog maupun situs yg masih terbisa duplikat content. Duplikat content ini akan dinilai Google sebagai sebuah estimasi yg kurang baik. Sehingga, lakukan langkah jitu agar blog sobat terhindar dari duplikat content. Silakan baca artikel sebelumnya, cara mengatasi duplikat konten pada blog.

3. Penyajian Data Hasil Kepada User (pemakai)

Dalam tahap ini, tentu setelah melewati tahapan crawling dan indexing. Semua data base inilah yg biasa dinamakan dengan Algortima Google. Algortima Google untuk ketika ini yg masih terkenal ialah:
  1. Hummingbird
  2. Algoritma Spam (Pkamu dan Penguin)
  3. MobileGeddon
  4. Google Panthom
Ketiga algortima Google di atas jadi tumpuan dan acuan utama yg jadi dasar mesin pencari (seacrh engine) untuk menyaseandainyan data, yg termuat dalam sebuah halaman artikel. Bisa juga termuat di dalam halaman situs secara utuh.

Algortima Pkamu akan bertugas menyoroti sebuah artikel, sejauh mana kualitasnya, tingkat keunikan dan keperbaruannya. Bisa juga tingkat manfaat dan kegunaannya. Sedangkan Algortima Penguin, lebih pada kualitas backlink dan bisa juga spamm (sampah). 
Hal ini bisa terjadi manakala blog maupun situs kita terbisa indikasi ketidakwajaran, dari segi backlink maupunpun keberadaan aktivitas spam yg dikerjakan oleh pembaca maupun orang yg memang sengaja menyebarkan link yg tidak wajar. Hal inilah yg jadi kesalahan utama para blogger. Lakukan cara ampuh mengatasi spam di blog.
Banyak para blogger yg cenderung menganggap banyak backlink akan meningkatkan trafik. Namun kenyataannya, banyak backlink yg tidak proporsional alias tidak wajar, akan bisa saja dinilai sebagai kecurangan dan itu bisa berakibat penalty oleh pihak Google.
Tahap penyrtiran selanjutnya dikerjakan oleh Algortima Hummingbird. Algoritma ini akan bertugs menilai sejauh mana tingkat relevansi sebuah halaman terhadap kata kunci yg dimasukkan user. Secara tidak segera, Algortima Hummingbirds berfokus pada sebuah kualitas sebuah artikel.

Bisa dipastikan, seandainya ada sebuah artikel dengan kualitas bagus (edukasi, memberikan solusi dan unik) akan sangat menolong blog sobat menbisa peringkat pertama Google.

Ada juga Algortima MobileGeddon. Algortima ini akan menilai sejauh mana tampilan blog sobat seandainya dilihat dengan berbagai device (device). Misalkan saja HP (smartphone) dll. Untuk lebih jelasnya, silakan baca Algortima MobileGeddon yg rilis di tahun 2015 kemarin.

Dan yg paling terakhir ialah Algortima Google Panthom. Lebih jelasnya silakan ulasan tentang Google Panthom.

Demikian ulasan singkat tentang Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016. Semoga bermanfaat. Salam blogger.
(http://www.forumblogindo.com).*

", numPosts: 5, summaryLength: 140, titleLength: "auto", thumbnailSize: 60, noImage: "http://3.bp.blogspot.com/-ltyYh4ysBHI/U04MKlHc6pI/AAAAAAAADQo/PFxXaGZu9PQ/w60-h60-c/no-image.png", containerId: "related-post", newTabLink: false, moreText: "", widgetStyle: 2, callBack: function() {} };

Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016
sumber : forumblogindo.com

Related Post :

Cara Kerja Search Engine Mesin Pencari Google 2017
Apa Itu SEO Dan Cara Kerja Search Engine Optimization 2016
Pelajari Cara Kerja SEO 2016 IDreg
Cara Kerja Mesin Pencari GOOGLE Halo Dunia Blog
Cara Kerja Mesin Pencari Google Atau Search Engine Google
Cara Kerja Search Engine (Mesin Pencari) Google 2016 | Admin | 4.5