advertisement

7 Kesalahan Paling Umum yg Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media

By On Wednesday, February 3rd, 2016 Categories : Internet

PalingPopuler.Com mengabarkan tentang 7 Kesalahan Paling Umum yg Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media.

Social media itu gila.

Kalau kita lihat brand-brand besar yg punya akun di social media, mereka punya banyak like dan retweet setiap kali menerbitkan post baru.

advertisement

Seyang lain itu, banyak orang yg mengaku berhasil memanfaatkan Facebook, Twitter, BBM, dll. untuk berjualan.

Dari situ kita tertarik…

advertisement

…tetapi ketika kita yg coba, hasilnya mengecewakan.

Sudah buat akun/page, profilnya telah lengkap, telah punya banyak konten yg menarik, tetapi follower masih juga di angka ratusan.

Atau telah punya follower tetapi pembeli tidak bertambah.

Supaya tidak kecewa dengan strategi social media marketing kamu, mari kita lihat kesalahan-kesalahan apa saja yg terbiasa dikerjakan di social media.

#1 – Berharap penjualan segera dari social media

Terakhir kali membuka software Facebook, Twitter, maupun Instagram di smartphone, apa tujuan kamu?

Ingin membeli sesuatu…

…maupun sekedar melihat-lihat foto dari teman dan keluarga?

Biasanya sih yg kedua.

Coba lihat gambar ini:

94% menggunakan social media untuk tujuan keluarga dan teman. Entah itu melihat foto, chatting, maupun membaca status.

Bahkan 62% merasa social media tidak memberi pengaruh keputusan mereka untuk membeli.

Seperti itu faktanya.

Jadi kalau kamu aktif di social media sebagai brand, jangan berharap akun-akun kamu yg di-update 10x sehari bisa segera meningkatkan penjualan.

Tunggu dulu…

Kalau memang seperti itu, lalu kenapa ada banyak akun brand si social media yg berhasil menbisakan banyak follower?

Ini alasannya:

Solusi kesalahan #1:

Kita telah tahu bahwa sebagian besar orang menggunakan social media bukan untuk segera membeli. Meskipun ada juga sebagian kecil yg seketika segera membeli, istilahnya ‘impulse buyer’.

Tapi hanya sebagian kecil, sangat kecil.

Oleh karena itu, tujuan kita aktif di social media bukan untuk menjual.

Meyang lainkan untuk membangun brand.

Social media bukan untuk menghasilkan penjualan segera, meyang lainkan reputasi dan brand

Click To Tweet

Memang Facebook dan kawan-kawan tidak aktif dalam menghasilkan penjualan, tetapi social media bisa membuat mereka mengenal dan merasa erat dengan kita.

Inilah yg dalam jangka panjang akan berdampak positif.

Sekarang, coba lihat lagi akun-akun brand yg sukses menggunakan social media. Apa yg mereka lakukan disana?

#2 – Selalu berbicara tentang diri sendiri

Sebetulnya kesalahan kedua ini bukan hanya terbiasa terjadi di social media marketing, di semua strategi marketing juga seperti ini.

Tapi kita fokus dulu ke social media.

Pertama-tama, tadi telah kita bahas mengenai apa sih yg orang-orang lakukan di social media.

Sebagian besar (hampir semua) untuk teman dan keluarga.

Lebih detailnya, inilah yg kita lakukan di social media:

top 10 pemakaian social media

Ini terjemahan dari infografis yg dibuat oleh GlobalWebIndex.

Lihat daftar tersebut.

Dari 10 pemakaian terpopuler, apakah ada yg “mencari produk terbaru yg dijual oleh perusahaan X”?

Tidak ada.

Mereka tidak peduli dengan kita.

Mereka mampir ke social media untuk mencari kabar tentang teman maupun keluarga, maupun mencari konten yg menarik.

Makanya, kalau kamu setiap hari hanya membuat post tentang produk terbaru, daftar harga produk, dan semacamnya, tidak akan ada yg tertarik dengan kamu.

Solusi kesalahan #2:

Jangan melawan arus.

Kita telah tahu apa yg dicari oleh orang-orang di social media. Sediakanlah apa yg mereka cari.

Salah satunya, konten yg menarik.

Karena tidak ada orang yg ingin tahu tentang bisnis kamu, kamu harus membuat konten yg menarik bagi mereka.

Dengan begitu, barulah akun kamu layak untuk di-follow.

Ini satu diantara contoh pemakaian social media yg luar biasa, oleh Zenius:

Konten yg mereka buat terus menarik minat banyak orang, tetapi topiknya tetap relevan dengan produk yg dijual.

Lihat saja jumlah like-nya.

Semua post yg diterbitkan terus menbisakan lebih dari 10 ribu like.

#3 – Menganggap konten ialah raja

“Konten ialah raja”, ungkapan ini terbiasa kita temui di bidang-bidang marketing yang lain. Karena memang benar, tanpa konten yg berkualitas mustahil bisa menbisakan hasil yg bagus.

Di social media berbeda.

Kualitas konten masih utama, sangat utama.

Tapi ada yg lebih utama…

konteks dari konten tersebut.

Konteks ialah sesuatu yg melatarbelakangi sebuah kejadian, ide, pernyataan, maupun gagasan sehingga semuanya terhubung dan bisa dipahami dengan jelas.

Di kesalahan nomor 2 tadi telah disebutkan bahwa satu diantara pemakaian social media ialah untuk menbisakan konten yg menarik.

Tapi bukan sekedar menarik.

Kalau hanya menarik sih, kita ambil gambar lucu dari situs seperti 9GAG maupun video iklan Thailand yg membuat terharu juga telah beres.

Banyak yg bakal memberikan share, like, retweet…karena menarik.

Tapi apakah ini berdampak positif terhadap pemasaran?

Tidak.

Justru sebaliknya.

Apabila apa yg kita share melalui social media tidak sesuai konteks, maka orang-orang yg tertarik bukanlah orang yg tepat sasaran.

Yang datang justru mereka yg tidak tertarik untuk membeli produk maupun menggunakan jasa kamu.

Meskipun banyak like/follower, tetapi perhanya.

Solusi kesalahan #3:

Buat buyer persona.

Buyer persona ialah profil maupun gambaran dari orang-orang yg akan tertarik dan mampu untuk membeli dari kamu.

Misalnya kalau kamu memasarkan produk suplemen fitnes, maka persona-nya ialah orang-orang yg rutin ke gym untuk melatih otot. Bukan orang yang lain.

Setelah itu cari tahu konten apa yg membuat mereka tertarik.

Jangan membuat konten yg terlalu umum, apalagi konten yg tidak menarik bagi buyer persona kamu.

#4 – Menggunakan social media dengan cara yg salah

Coba diresapi sejenak:

Social media…media sosial…

…media dimana orang-orang bersosialisasi.

Artinya, dalam social media marketing kamu juga harus bersosialisasi dengan orang yang lain. Bukan hanya posting sendiri ke akun sendiri.

Inilah kesalahan yg paling terbiasa dikerjakan oleh orang yg baru terjun ke social media marketing…hanya membuat post, tanpa bersosialisasi.

Baygkan…

Kalau kamu belum punya traffic dari luar, belum punya follower, dan yg kamu lakukan setiap hari hanya membuat konten baru tanpa bersosialisasi keluar.

Seperti berteriak-teriak di ruangan kosong.

Tidak akan didengar oleh orang yang lain, seberapa menariknya pun konten kamu.

Facebook page kosong

Solusi kesalahan #4:

Sebagian besar orang melakukan social media marketing dengan tujuan ingin menbisakan traffic, yg ujungnya jadi pembeli.

Kalau kamu telah punya sumber traffic yang lain, misalnya blog/website, iklan, dll. lalu jadikan social media tempat berkomunikasi dengan mereka, ini tidak myg berasalah.

Tapi kalau tujuannya menbisakan traffic, kamu harus bersosialisasi…

…ke luar dan ke dalam.

Bersosialisasi ke luar artinya kita mencari tempat yg banyak orangnya di social media, seperti Facebook Groups misalnya.

Ini yg kita lakukan di sana:

  • Membuat post yg menarik
  • Menjawab pertanyaan-pertanyaan orang yang lain
  • Berdiskusi yg bermanfaat
  • Mengundang mereka ke tempat kamu

Dengan begitu, kamu akan mulai menbisakan traffic dan follower.

Sedangkan bersosialisasi ke dalam artinya kita berkomunikasi dengan orang-orang yg menulis komentar dan mention untuk akun kamu.

Tunjukkan bahwa kamu ialah manusia, bukan robot.

#5 – Menggunakan cara licik untuk menbisakan follower dan like

Ada orang-orang yg menjual follower di Twitter dan like di Facebook dengan harga yg sangat murah.

Seperti ini:

Jual follower Twitter

Sebenarnya ini bukan penipuan, mereka betul-betul akan memberikan ratusan, bahkan ribuan follower dan like di Twitter dan Facebook dengan harga Rp 50ribu.

Enak kan?

…sama sekali tidak.

Ini alasannya:

Facebook punya algoritma yg menganalisa tingkat interaksi antara sebuah page dengan orang-orang yg me-like halaman itu.

Kalau kamu membeli follower, orang-orang yg kamu beli itu sama sekali tidak tertarik dengan kamu. Mereka tidak akan berinteraksi sama sekali.

Nah, ketika interaksinya rendah maka algoritma tadi secara otomatis akan menganggap bahwa page kamu ialah spam.

Setelah itu, semua post kamu tidak akan pernah masuk ke News Feed mereka.

Semuanya ter-filter secara otomatis.

Dengan kata yang lain, kalau kamu membeli like di Facebook berarti kamu membunuh page kamu sendiri.

Solusi kesalahan #5:

Jangan membeli like dan follower.

Carilah follower dengan cara yg sah, yakni dengan membuat konten yg menarik. Jangan cari follower yg tidak akan tertarik dengan konten kamu.

#6 – Menggunakan prinsip 4P, bukan 4E

Apaan tuh, 4P 4E?

4P, maupun istilah yang lainnya marketing mix maupun bauran pemasaran, ini:

  • Product
  • Price
  • Promotion
  • Place

Marketing mix ialah sebuah metode yg kita gunakan untuk melakukan identifikasi, dimana sih “posisi” bisnis kita bila ditinjau dari keempat hal itu. Dengan mengetahui posisinya, maka kita bisa merencanakan strategi pemasaran yg tepat.

Setiap kali ada kelas tentang marketing, pasti 4P ini diajarkan.

Saygnya, banyak orang yg salah tangkap…

…mereka menganggap bahwa ketika melakukan pemasaran di social media (dan media yang lain) mereka harus berbicara tentang 4P:

  • Product: berbicara tentang keunggulan produknya
  • Price: memberitahu harga produk, memberikan diskon
  • Place: memberitahu lokasi toko
  • Promotion: mengajak mereka untuk membeli

Ini 100% salah.

Kalau kamu melakukan hal ini di social media, tidak akan ada yg peduli. Semua follower akan pergi.

Solusi kesalahan #6:

4P itu hanya dikerjakan di belakang layar, bukan untuk dikomunikasikan secara segera kepada orang yang lain.

Sebaliknya, lakukan 4E:

  • Engage: ajak mereka berinteraksi
  • Educate: buat konten yg informatif, mendidik, bermanfaat
  • Excite: buat konten yg membuat mereka antusias agar mereka kembali lagi kepada kamu
  • Evangelize: buat mereka supaya merekomendasikan produk kamu kepada orang yang lain

Ketika kamu berhasil melakukan keempat hal ini, maka strategi pemasaran social media kamu sukses.

#7 – Social sebagai satu-satunya media pemasaran

Misalkan kamu telah punya 100 ribu follower di Twitter.

Keren…

…tetapi apa yg terjadi ketika ada sesuatu yg terjadi dengan akun kamu.

Bagaimana kalau akun kamu ditutup oleh Twitter?

Atau bagaimana kalau Twitter (dan Facebook) suatu ketika jadi tempat yg tidak efektif lagi untuk memasarkan bisnis?

Angka 100 ribu itu jadi perhanya.

Parahnya lagi, kamu tidak punya kontidak segera terhadap 100 ribu orang tersebut. Kalau kamu tidak lagi menggunakan Twitter, kamu tidak bisa memindahkan mereka ke tempat yang lain.

Social media tidak mengijinkan kamu untuk menbisakan kontidak mereka.

Baygkan kalau kamu terbiasa menbisakan pembeli dari social media, sumber penghasilan utama kamu dari social media. Kemudian seketika dalam 1 hari hilang semua.

Anda akan mengulang lagi dari nol.

Itulah kekurangan terbesar dari social media.

Solusi kesalahan #7:

Dalam pemasaran online, kita mengenal 4 macam media:

  • Owned media: punya kita sepenuhnya. Misalnya website, email list, blog
  • Paid media: iklan berbayar
  • Earned media: kustomer loyal yg merekomendasikan bisnis kamu
  • Rented media: social media (Facebook, Twitter, dll.)

Kita hanya menumpang di social media, menyewa tempat (rent). Orang-orang yg mengikuti kamu di sana bukan punya kamu, mereka punyanya Mark Zuckerberg, pelopor Facebook.

Anda harus sadar bahwa paid dan rented media itu hanya sarana untuk mengembangkan owned dan earned media, media yg 100% punya kamu.

Social media hanya kita manfaatkan untuk membangun brand.

Jangan sampai kamu dan kustomer kamu menganggap bahwa social media lah ‘rumah’ kamu. Buat website kamu sendiri (owned media), dan bawa mereka ke sana.

Jangan lakukan ini:

  • Mencari ‘pembeli segera’ di social media
  • Menggunakan FB Ads untuk segera menbisakan pembeli
  • Membuat konten hanya di social media
  • Membuka “toko” di social media

Lakukan ini:

  • Bangun brand di social media
  • Gunakan FB Ads untuk menbisakan kontidak mereka
  • Buat konten di website sendiri, gunakan social media sebagai tempat distribusinya
  • Bawa orang yg ingin membeli ke website kamu

Intinya, kembangkan sendiri owned media kamu. Jangan 100% mengkamulkan tempat yg bukan punya kamu.

Dan pada akhirnya owned media harus lebih besar daripada rented media.

Sekarang ketikanya melakukan yg benar

Anda telah menyadari 7 kesalahan paling umum dalam social media marketing, sekarang ketikanya kita mempelajari lebih lanjut mengenai strategi yg benar.

Dalam bab 3, kita akan membahas 60 strategi untuk meningkatkan follower untuk 3 social media besar di Indonesia: Facebook, Twitter, dan Instagram.

Alternatifnya, kalau kamu hanya ingin fokus ke Facebook silahkan segera ke bab 4.

1. Menyusun Strategi2. Kesalahan Umum
3. Meningkatkan Follower4. Facebook Marketing

7 Kesalahan Paling Umum yg Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media
sumber : panduanim.com

Pencarian Terkini :

7 Kesalahan Paling Umum yg Menyebabkan Gagalnya Strategi Pemasaran Social Media | Admin | 4.5