advertisement

3 Langkah Mencari Niche Terbaik untuk Blog atau Bisnis Online Anda (Jangan Dengar Kata Orang Lain)

By On Wednesday, March 9th, 2016 Categories : Internet

PalingPopuler.Com mengabarkan tentang 3 Langkah Mencari Niche Terbaik untuk Blog atau Bisnis Online Anda (Jangan Dengar Kata Orang Lain).

Dalam artikel ini, kita akan belajar bagaimana cara mencari niche yang tepat untuk blog atau bisnis anda.

Tapi sebelumnya, ada 2 alasan mengapa ini penting:

advertisement

Pertama, kalau anda salah menentukan niche (atau tidak fokus dalam 1 niche) maka blog anda tidak akan bisa maju.

Mungkin bisa sih, tapi tidak bisa memberi hasil.

Yang kedua, kekeliruan menentukan niche akan menyebabkan proses pembuatan isi jadi terasa berat. Kita jadi malas bikin isi.

advertisement

Dan kita jadi tidak bisa bikin isi yang berkualitas.

(yang sudah pernah salah pilih niche pasti setuju)

Oleh sebab itu, kalau anda ingin membuat blog yang berhasil, ini panduan yang pertama kali HARUS anda baca.

Mari kita mulai.

sebab beberapa bentuk bisnis online juga berawal dari niche, dan konsepnya mirip, maka panduan ini juga bisa anda pakai untuk bisnis.

Ada 3 hal yang akan kita bahas di dalam artikel ini:

  1. Pertimbangan dalam menentukan niche
  2. Cara menentukan niche yang tepat untuk anda
  3. Cara melakukan diferensiasi niche

Ada orang yang bilang harus pilih niche sesuai dengan minat dan skill, ada yang bilang minat tidak penting asalkan potensinya besar.

Mana yang benar?

Keduanya.

Keduanya benar dan bisa digunakan sebagai pedoman.

Tapi manusia itu berbeda-beda. Mungkin saran dari si A sama untuk si B tapi tidak sama untuk si C.

Untuk itu, mari kita bahas dulu beberapa pertimbangannya supaya anda bisa tahu mana yang paling tepat untuk anda sendiri.

Oh ya, ada tugas yang bisa anda lakukan:

Untuk tiap pertimbangan, silahkan tulis 5-10 niche yang anda rasa sama dengan pertimbangan itu.

1. Mengapa pemain blog pemula lebih baik mengikuti minatnya sendiri

Saya ini tipe orang yang selalu menyarankan supaya pemain blog baru menentukan bidang yang dia anggap menarik.

Tapi ada banyak pakar yang tidak setuju.

Mereka bilang bahwa mereka sendiri punya banyak blog dalam topik yang sama sekali tidak mereka pahami, tapi bisa memberi hasil puluhan-ratusan juta per bulan.

Memang benar, tidak salah…

…tapi ada satu persoalan:

Mereka itu orang-orang yang sudah berpengalaman.

Mereka sudah paham seluk-beluk blogging dan cara mengembangkannya.

sementara pemula?

Belum tahu cara membuat isi yang menarik, belum tahu cara mengembangkan blog, belum tahu apapun. Apalagi kalau tidak ingin keluar biaya (untuk bayar pencatat).

menentukan topik sesuai dengan minat

Blogging itu butuh dedikasi.

Kalau si pemain blog tidak berminat dengan topiknya, dia akan cepat bosan.

disamping itu, sebab isi blog harus berkualitas, maka anda harus mau mempelajari niche yang anda pilih. Berarti anda akan belajar 2 hal sekaligus, belajar blogging dan belajar nichenya.

(lagipula belajar hal yang tidak kita minati itu sulit)

Ada 1 alasan lagi:

Dunia blogging ini isinya orang-orang yang benar-benar antusias terhadap nichenya masing-masing. Kalau anda tidak berminat, akan susah berdampingan.

Tapi jangan anggap minat sebagai halangan.

Justru dunia blogging itu enak sebab kita bisa mendapatkan penghasilan dengan menulis hal-hal yang kita minati.

Kurang enak apa coba?

Sekarang, ini tugas anda:

Abaikan potensi keuntungan, abaikan skill anda sekarang, silahkan buat daftar hal-hal yang anda minati. Minimal 10.

Kalau bingung, ini pancingannya:

  1. Pikirkan rutinitas keseharian anda, apa aktivitas yang paling anda tunggu-tunggu?
  2. Apa aktivitas yang paling tidak pernah membuat anda bosan?
  3. Apa hal yang selalu muncul dalam hidup anda sejak bertahun-tahun yang lalu?
  4. Klub/forum/kelompok/organisasi apa yang anda ikuti?

10 itu sepertinya banyak, tapi sebetulnya sedikit. Banyak orang yang tidak sadar dengan minatnya sendiri.

Sekali lagi, jangan pikirkan potensi penghasilan dan skill anda, buat saja sebanyak-banyaknya. malah yang sepertinya konyol walaupun.

Di tahap kedua nanti baru akan kita analisa lagi.

Misalnya kalau anda yang masih sekolah waktu di golongan suka mendesain kartun tanpa memperhatikan bu guru yang sedang mengajar, maka ini tergolong minat.

Atau kalau anda suka main game di Android/iPhone, ini juga bisa.

2. skill dan pengetahuan relatif anda

Saat menjadi pemain blog, maka blog anda akan jadi pusat pengetahuan.

Orang-orang yang ingin mempelajari suatu topik akan berdatangan ke blog anda. Belajar dari anda.

Sekarang bayangkan:

Kalau kita tidak lebih cerdas atau lebih ahli daripada mereka yang ingin belajar, lalu gimana caranya kita bisa mengajari mereka?

Dengan belajar, pastinya…tapi ini sudah kita bahas di minat tadi.

Jadi, salah satu cara mencari niche untuk blog ialah dengan melihat skill anda sendiri.

Tapi tunggu dulu…

Mentang-mentang bicara “keahlian” atau “skill”, saya tidak bilang bahwa anda harus jadi pakar, guru, atau master. Tidak.

Makanya di judul subbab ini saya tulis skill relatif.

Artinya yang penting skill kita di atas orang awam.

Misalnya kalau seorang pakar itu kemampuannya 100%, orang awam kemampuannya 0%, maka kalau skill kita cuma 40% pun sudah OK.

Tingkat pengetahuan topik blog

Nantinya juga anda akan belajar lebih banyak lagi setelah punya blog.

Ada 1 alternatif lagi:

Ini kalau anda merasa tidak PD dengan skill anda…

Coba buat blog tentang “catatan perjalanan” anda dalam mempelajari topik itu. Jadi blog ini isinya apa-apa saja yang anda pelajari.

Blog seperti ini banyak yang jadi populer.

Sekarang tugasnya:

Sekali lagi, abaikan peluang dan potensi bisnis, buat daftar yang di dalamnya keahlian-keahlian anda atau hal-hal yang anda rasa anda bisa jadi ahlinya (meskipun sekarang belum).

Beberapa pertanyaan pancingan:

  1. Apa hard skill yang anda miliki? (contoh: menulis artikel, programming, Photoshop, mendesain, Bahasa Inggris)
  2. Apa soft skill yang anda miliki? (contoh: gampang berteman, bisa presentasi yang menarik, percaya diri yang tinggi)
  3. Apa pencapaian yang pernah anda dapatkan? (contoh: rangking 1 di golongan, menurunkan berat badan, punya pacar, sembuh dari depresi)
  4. Apa pujian yang pernah anda dapatkan dari orang lain? (contoh: cerdas berbusana, cerdas menyanyi, punya pendapat politik yang menarik, selera humor yang tinggi)
  5. Parenting?

malah yang anda rasa konyol walaupun, tulis saja semuanya.

Ngomong-ngomong, semua contoh di masing-masing pertanyaan itu bisa jadi blog yang berhasil. Sudah banyak buktinya.

3. Melihat tren yang sedang atau akan naik daun

“Siapa cepat dia dapat”

Ini sering kita jadikan bahan bercanda, tapi sebetulnya tidak salah.

Memang pada kenyataannya siapa yang paling cepat biasanya bakal punya potensi paling besar untuk unggul dan jadi berhasil.

Ini bisa kita jadikan sebagai niche.

Kalau kita tahu tren yang sekarang sedang naik daun atau akan segera naik daun, kita akan sangat termotivasi untuk mengejar tren itu.

Apalagi kalau kita juga berminat terhadap bidangnya.

Misalnya sewaktu quadcopter/drone mulai populer di tahun 2013-14, banyak blog baru yang mulai bermunculan.

Hingga sekarang jadi blog raksasa.

Atau sewaktu model diet Paleo dan gluten-free jadi populer. Banyak blog yang membahas keduanya.

Maka dari itu, coba perhatikan tren di sekitar anda.

Contohnya kalau Apple mengeluarkan produk baru bernama iRobot, maka kita tahu produk ini nantinya akan jadi populer.

Kalau kita jadi yang pertama membahas produk itu, kita juga akan ikut jadi populer.

Tapi hati-hati:

Jangan pilih tren yang bersifat sesaat. Seperti batu akik.

Coba lihat gambar grafik popularitasnya:

Tren Batu Akik

Hanya beberapa bulan, lalu anjlok.

Kalau anda memulai blog atau bisnis baru di bidang ini, populernya cuma sebentar.

Tren yang menarik itu tren yang punya alasan mampu mengapa jadi populer. Bukan sebab sengaja dibuat jadi heboh, misalnya gara-gara artis.

Tugas anda:

Cari beberapa tren yang sekarang ini sedang naik daun di dalam bidang-bidang topik yang anda ikuti perkembangannya.

Anda mungkin tidak akan bisa ketemu banyak tren, atau malah sama sekali tidak ketemu, sebab memang tren itu tidak selalu ada tiap saat.

4. Bisnis yang sedang anda jalankan

Ada 2 tipe orang yang ingin membuat blog:

Ingin membuat blognya sebagai bisnis untuk mendapatkan penghasilan.

Atau untuk membuat blognya sebagai sarana pengembangan bisnis.

Ini untuk anda yang tipe kedua.

Kalau anda sudah punya bisnis, mencari niche untuk blog lebih gampang sebab tinggal disesuaikan dengan bisnisnya.

Misalnya kalau anda punya bisnis penyewaan kendaraan untuk wisatawan di Bali, anda bisa membuat blog yang di dalamnya panduan travel di Bali.

oleh sebab itu orang yang ingin traveling ke Bali nanti akan meminjam kendaraan dari anda.

Masuk akal kan?

Ini cara menentukan topik blog yang bisa membantu mengembangkan bisnis anda:

  1. Pahami orang-orang yang tergolong di target market anda. Seperti contoh tadi, misalnya orang-orang yang berwisata ke Bali
  2. Cari tahu apa berita-berita yang mereka perlukan. Misalnya, panduan berwisata di Bali
  3. Sediakan berita yang mereka perlukan. Misalnya, tempat-tempat wisata di Bali, makanan khas Bali, dan lain-lain

Baca panduan content marketing ini untuk belajar lebih lanjut.

Sekarang anda sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche.

Tapi tentunya anda tidak akan memakai semuanya. Anda hanya akan menentukan topik yang terbaik bagi anda sendiri.

Dalam tahap Ini dia kita akan ambil keputusannya.

Di akhir tahap kedua nanti kita akan melakukan perhitungan dengan angka-angka untuk memberi hasil topik terbaik.

Sebelum itu, kalau anda punya banyak topik, ada baiknya kita saring dulu yang tidak terlalu menarik. Supaya nanti lebih mudah.

Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk tiap niche:

1. apa anda antusias dengan niche itu?

Minat itu tidak selalu membuat kita antusias dalam blogging.

Meskipun anda tertarik dengan suatu topik, tapi bisa jadi anda tidak akan suka kalau disuruh menulis tentang topik itu.

Misalnya begini:

Saya suka nonton movie.

Saya sering ke bioskop untuk nonton, saya punya banyak movie bajakan di hard disk, saya juga langganan Netflix.

Tapi kalau nulis tentang movie?

Kurang tertarik.

Jadi, minat itu belum pasti membuat kita excited untuk menulis.

Coba dipikirkan seperti ini:

  • apa anda sanggup menulis artikel dalam niche itu selama bertahun-tahun?
  • apa anda sanggup kalau disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche itu?

Kalau tidak sanggup, berarti topik itu kurang pas.

2. apa topik ini bisa jadi peluang bisnis?

Hampir semua orang yang memulai blog di jaman sekarang biasanya sebab ingin mendapatkan penghasilan.

Tapi tidak semua niche bisa memberi hasil.

Ngomong-ngomong tentang penghasilan, jangan samakan jumlah pengunjung blog dengan jumlah penghasilan.

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak pengunjung dengan mudah tapi tapi potensi penghasilannya kecil.

Ada juga yang sebaliknya…

…pengunjungnya sedikit, tapi potensi penghasilannya besar.

Jadi, ingat, jumlah pengunjung bukan indikator menarik/tidaknya suatu topik.

Yang harus kita perhatikan ialah hal-hal berikut:

  1. apa ada orang yang hidupnya cukup membantu kalau anda menulis artikel dalam topik atau niche itu?
  2. apa orang-orang mau mengeluarkan uangnya dalam topik itu?
  3. apa ada produk, jasa, atau event yang bisa dibuat terkait topik itu?
  4. apa ada yang sudah berhasil melakukan?

Saya ingin tekankan pada poin keempat.

Banyak orang yang menganggap hanya sebab suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka mereka bisa berhasil dengan mudah.

Justru sebaliknya.

Suatu bidang/topik/niche itu kalau tidak ada saingannya berarti tidak bisa menguntungkan.

Makanya tidak ada orang yang berdampingan.

3. apa ada banyak yang bisa dibahas?

Blog itu website yang diupdate secara rutin dengan isi-isi baru.

Kalau hanya sedikit yang bisa dibahas, maka blog itu akan sulit maju. lebih baik dihindari.

Jadi, coba lakukan ini:

Untuk tiap niche yang tersisa saat ini, pikirkan lebih dari 10 judul artikel yang bisa dibahas dalam beberapa topik di niche itu.

Kalau tidak bisa, berarti ada 2 penyebabnya:

  1. Anda kurang paham/berminat dengan nichenya
  2. Nichenya terlalu sempit

Kalau nichenya terlalu sempit, potensi penghasilannya akan jadi sangat kecil.

oleh sebab itu anda mungkin akan buang-buang waktu.

4. pakai ‘matriks pengambilan keputusan’ untuk menentukan niche terbaik

Ini dia cara menentukan niche yang tepat untuk anda pribadi.

Saya pertama kali kenal metode ini sewaktu kuliah beberapa tahun yang lalu. Entah waktu itu sedang belajar apa, tapi metode ini sangat menarik untuk digunakan dalam mengambil keputusan.

Daripada saya jelaskan panjang lebar, lebih baik langsung contohnya:

Matriks Pengambilan Keputusan

Untuk mendapatkan template matriks seperti gambar di atas beserta penghitungan otomatisnya, klik di sini.

Baris pertama, horizontal, ialah kriteria dalam pengambilan keputusan beserta bobotnya masing-masing.

lebih tinggi bobotnya berarti lebih penting kriteria itu.

Di dalam contoh di atas saya sudah memasukkan bobot yang saya rekomendasikan. Kalau anda tidak setuju, silahkan ubah sendiri bobotnya.

(tapi lebih baik tidak diubah)

sementara kolom paling kiri, vertikal, ialah niche anda.

Untuk tiap niche, kita berikan skor dari 1-10 terhadap tiap kriteria (baris memiliki warna abu-abu).

Sampai di sini masih paham?

Lanjut…

Setelah itu, masing-masing skor untuk tiap kriteria dikalikan dengan bobot dari kriteria itu. Ini ialah skor akhir per kriteria.

Terakhir, untuk tiap niche kita totalkan skor per kriterianya.

Misalnya:

  • Niche “presentasi” saya berikan skor 8 untuk kriteria “skill”
  • Kriteria “skill” punya bobot 10
  • Artinya skor akhir untuk kriteria “skill” ialah 8×10 = 80
  • Ulangi seperti ini untuk kriteria lainnya
  • Kemudian totalkan semua skor per kriteria

Dari sini kita dapatkan skor total untuk tiap niche.

Skor total ini kita bandingkan untuk semua niche.

Niche yang mendapatkan skor paling besar ialah niche terbaik untuk anda.

Mudah kan?

Dengan matriks pengambilan keputusan ini, anda jadi tahu dengan jelas niche mana yang paling sama dengan anda sesuai dengan minat, skill, dan potensinya.

Jadi anda sekarang sudah tahu niche apa yang tepat.

Tapi kita belum selesai.

Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting:

 

Saya mau buka-bukaan dulu:

Awalnya, subbab diferensiasi ini rencananya saya pisahkan di halaman lain. Supaya tidak terlalu panjang.

Tapi begini…

…tahapan ini sangat sering diabaikan.

Padahal justru diferensiasi itu mungkin jauh lebih penting daripada penunjukkan nichenya sendiri.

penunjukkan niche itu baru 50%, sisanya di sini.

sebab pentingnya tahapan diferensiasi, supaya anda semua tidak kelewatan, maka akhirnya saya gabung jadi satu di artikel ini.

Bagian ini saya buat sesingkat mungkin, inti-intinya saja supaya tidak kepanjangan.

Apa itu diferensiasi? Kenapa penting?

Singkat saja, untuk anda yang belum tahu pengertian diferensiasi.

Diferensiasi ialah strategi untuk menjadi lebih menonjol daripada pesaing lain dengan cara membuat bisnis anda berbeda. Tujuannya supaya kustomer punya alasan yang mampu untuk menentukan anda, bukan yang lain.

sebab blog itu juga bisnis, jadi prinsipnya berlaku.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kompetisi itu pasti ada. Seperti kata pepatah, “Di mana ada gula, di situ ada semut”.

(justru kalau tidak ada kompetisi malah mencurigakan)

Hati-hati:

“Menjadi yang terbaik” itu bukan diferensiasi.

Semua bisnis dan blog juga pasti ingin jadi yang terbaik. Jadi, ini bukan diferensiasi sebab tidak membandingkan anda dari orang lain.

Setelah paham dengan pengertiannya, mari kita mulai.

Tahap #1: Deskripsikan niche anda dalam satu kalimat

Mulai dari yang paling dasar dulu.

Apa maksud dari blog anda?

Sebagai contoh, saya akan memakai niche programming.

Ini kalimatnya:

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming”.

Atau kalau misalnya blog ini isinya berita atau tren terbaru maka kalimatnya jadi kira-kira seperti ini:

“Memberikan berita terkini tentang programming”.

Intinya, pikirkan maksud dari blog anda lalu buat jadi suatu kalimat.

Tahap #2: Tentukan siapa orang yang akan cukup membantu dengan blog anda

maksud orang-orang membaca blog atau membeli produk ialah sebab mereka butuh bantuan anda. Mereka ingin hidupnya jadi lebih mudah.

Siapa yang akan cukup membantu dengan adanya blog anda?

Kita pakai contoh yang sama seperti di tahap 1.

Ini untuk blog yang di dalamnya panduan programming:

“Orang-orang yang ingin membuat aplikasi berbasis web”.

Ini yang isinya berita:

“Orang-orang yang antusias dengan programming dan ingin jadi yang pertama untuk memahami berita terbaru”

Ingat…ini harus SPESIFIK.

Jangan cuma “orang yang ingin belajar programming”. Lihat lebih dalam lagi, apa maksud mereka ingin mempelajari hal itu.

Tahap #3: Pikirkan kenapa mereka harus peduli dengan anda

Di tahap 2, kita sudah sedikit mempersempit nichenya supaya lebih spesifik dan tepat sasaran.

Tapi itu saja belum cukup.

sebab ada banyak blog yang isinya belajar programming atau berita programming. Orang-orang tidak akan menentukan blog anda.

Ini dia yang kita bahas sekarang.

Apa yang akan membuat orang-orang ingin datang ke blog anda?

Contoh untuk blog panduan programming:

“Ada panduan tahap per tahap untuk membuat beberapa aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca oleh sebab itu mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol”.

Saya jelaskan sedikit lagi supaya lebih paham…

Bayangkan anda sedang ingin belajar programming.

Kalau ada suatu blog di dalamnya panduan programming yang bisa langsung membuat anda jadi bisa membangun aplikasi sendiri… enak kan?

Apalagi kalau blog-blog yang ada sekarang hanya di dalamnya panduan yang sepotong-sepotong.

Jadi, dalam tahap ini kita mencari apa yang membuat blog kita jadi berbeda dan lebih unggul dalam suatu hal daripada blog lain.

Luangkan waktu 5-10 menit untuk tahap ini.

Tahap #4: Jelaskan kenapa anda orang yang tepat

Kredibilitas suatu blog tergantung pada kredibilitas si pemiliknya.

Maka dari itu, anda harus bisa menjelaskan alasan kenapa anda lah orang yang tepat untuk mereka yang membutuhkan.

Contoh:

“Saya sudah membuat beberapa aplikasi berbasis web, salah satu di antaranya malah diakuisisi oleh perusahaan X dengan nilai Rp X milyar”.

lebih “wah” pastinya lebih menarik…

…tapi, sekali lagi, anda tidak perlu jadi seorang pakar atau master.

Bisa juga seperti ini:

“Saat ini saya juga sedang dalam proses untuk belajar membuat aplikasi, saya bisa membagikan apa yang sudah saya pelajari kepada pemula oleh sebab itu panduannya jadi lebih mudah dipahami”.

Masuk akal juga kan?

Tahap #5: Gabungkan semuanya dan pegang prinsip ini

Setelah tahap 1-4 selesai anda lakukan, gabungkan dalam satu kalimat.

Ini yang sudah kita buat tadi:

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar programming kepada orang-orang yang ingin membangun aplikasi berbasis web. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat beberapa aplikasi yang bisa ditiru oleh pembaca oleh sebab itu mereka langsung bisa membangun aplikasi sendiri dari nol.”

Kalimat Ini dia yang mencerminkan blog anda.

Selalu pegang prinsip yang anda tulis dalam kalimat itu saat:

  1. Membuat isi baru
  2. Memperkenalkan dan mempromosikan blog anda
  3. Memperkenalkan diri anda sendiri (kalimat di tahap #4)

Jangan pernah keluar dari prinsip yang sudah anda buat. Misalnya, kalau blog anda isinya panduan, jangan justru membuat artikel berita atau hiburan.

Itu dia cara melakukan diferensiasi.

Maka sekarang blog kita sudah bukan sekedar “blog belajar programming” lagi. Melainkan “blog dimana orang-orang bisa belajar membangun aplikasinya sendiri”.

Terakhir, ini tugas anda:

Kalau anda saat ini sedang mencari niche, silahkan lakukan sampai di tahap matriks pengambilan keputusan.

Kemudian lakukan diferensiasi.

Lalu, tulis niche anda beserta diferensiasinya di kolom komentar di bawah.

sementara kalau anda sudah punya blog, lakukan diferensiasinya saja kemudian tulis isinya di kolom komentar.

Saya akan bantu untuk menilai.

(Jangan khawatir, tidak akan ada orang yang akan mencuri ide anda)

3 Langkah Mencari Niche Terbaik untuk Blog atau Bisnis Online Anda (Jangan Dengar Kata Orang Lain)
Baca di sumber artikel.

Pencarian Terkini :

3 Langkah Mencari Niche Terbaik untuk Blog atau Bisnis Online Anda (Jangan Dengar Kata Orang Lain) | Admin | 4.5