advertisement

110+ Pertanyaan Tentang SEO yg Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya

By On Thursday, February 4th, 2016 Categories : Internet

PalingPopuler.Com mengabarkan tentang 110+ Pertanyaan Tentang SEO yg Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya.

Saat baru mengenal SEO, banyak hal yg membuat kita bingung dan tidakut.

Akan muncul banyak pertanyaan di kepala:

advertisement

“Apakah yg aku lakukan ini aman? Apakah ini bisa meningkatkan rangking? Apakah ini baik maupun buruk untuk website aku? Atau justru bisa beresiko penalti?”

Saygnya, jawabannya sulit dicari.

advertisement

Salah satu solusinya yakni tanya di situs-situs forum…

…tetapi tiap orang seperti punya pkamungan yg berbeda-beda. Jawaban dari si A dan si B berbeda maupun malah bertentangan.

Karena itulah artikel ini dibuat.

Semua pertanyaan yg aku terima dan temukan terkait SEO baik melalui komentar, social media, maupun email akan ditampung di sini.

Dan jawaban yg akan aku berikan berdasarkan analisa, pembuktian, dan sumber terpercaya.

Jadi, kalau ada yg membuat kamu bingung, periksa dulu artikel ini.

Karena isinya sangat panjang, jadi sebaiknya segera menuju ke pertanyaan yg ingin kamu ketahui jawabannya.

Silahkan klik satu diantara judul pertanyaan berikut ini maupun gunakan CTRL+F untuk melakukan search di browser.

  • Apakah SEO itu ilmu yg tidak pasti?
  • Dimana aku bisa mulai belajar SEO?
  • Mengapa ketika bertanya tentang SEO, jawaban yg aku peroleh terus berbeda-beda?
  • Mengapa website aku belum ter-index? Bagaimana caranya supaya ter-index?
  • Saya telah melakukan on-page SEO, tetapi kenapa peringkatnya belum naik?
  • Saya juga telah melakukan off-page SEO, tetapi kenapa masih belum naik?
  • Mana yg lebih utama, on-page maupun off-page SEO?
  • Website aku masih baru, harus tunggu berapa lama sebelum melakukan SEO?
  • Apa yg sebaiknya dikerjakan untuk website baru terkait SEO?
  • Saya ingin menbisakan banyak pengunjung untuk website baru. Apa yg harus aku lakukan?
  • Apakah website aku SEO-nya telah bagus maupun belum? Sampai kapan aku harus melakukan SEO?
  • Kalau aku cari di Google dengan keyword ____, website aku tidak muncul. Kenapa ya?
  • Apa yg bisa aku lakukan setiap hari dalam SEO?
  • WordPress maupun Blogger, mana yg lebih bagus SEO-nya?
  • Template/theme mana yg SEO friendly, bagus untuk SEO?
  • Plugin SEO mana yg terbaik untuk WordPress?
  • Apakah meta description wajib untuk SEO? Bagaimana dengan meta tag yang lainnya?
  • Bagaimana cara meningkatkan PageRank?
  • Bagaimana cara meningkatkan Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA)?
  • Bagaimana cara meningkatkan Alexa Rank?
  • Bagaimana cara menbisakan sitelinks?
  • Bagaimana cara menbisakan rating bintang (star rating) di hasil pencarian?
  • Saya punya website berbentuk portal berita, seperti apa SEO yg bisa aku lakukan?
  • Saya punya toko online, seperti apa SEO yg bisa aku lakukan?
  • Website aku telah menbisakan peringkat dan traffic yg lumayan, bagaimana caranya supaya bisa meningkat lagi?
  • Keyword yg aku targetkan ternyata persaingannya berat, apa yg sebaiknya aku lakukan?
  • Saya ingin membuat website dalam topik tertentu, tetapi ternyata volume pencariannya di Google Keyword Planner kecil. Apakah sebaiknya aku ganti topik?
  • Faktor-faktor apa saja yg memberi pengaruh peringkat website di Google?
  • Berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk bisa peringkat 1?
  • Peringkat aku di Google naik-turun, kenapa ya?
  • Peringkat aku di Google.co.id dan Google.com berbeda, kenapa ya?
  • Skor SEO (maupun kecepatan website) aku 100, tetapi kenapa belum peringkat 1?
  • Page Authority (PA) dan Domain Authority (DA) aku lebih tinggi daripada website saingan, tetapi kenapa peringkat aku lebih rendah?
  • Mengapa peringkat website aku berbeda-beda di tiap PC?
  • Saya telah menbisakan peringkat 1, apa yg harus aku lakukan selanjutnya?
  • Bagaimana supaya peringkat website aku tidak turun?
  • Sudah peringkat 1, tetapi kenapa pengunjung masih sepi?
  • Saya telah rajin blogwalking, tetapi kenapa belum bisa peringkat 1 juga?
  • Adakah tool yg bisa membuat website aku jadi peringkat 1?
  • Saya punya toko online, bagaimana caranya menbisakan peringkat 1 dengan cepat supaya aku bisa menbisakan pembeli?
  • Bagaimana cara menbisakan rangking 1 dalam sehari?
  • Apakah kebanyakan menggunakan gambar akan berdampak negatif terhadap SEO?
  • Apakah sharing ke social media bisa meningkatkan rangking?
  • Kalau social share tidak memberi pengaruh peringkat, apakah berarti perhanya menggunakan social media?
  • Apakah melakukan ‘ping’ bisa meningkatkan rangking di mesin pencari?
  • Apakah pop-up dan pop-under berdampak buruk terhadap peringkat website?
  • Apakah tags dan categories di WordPress bisa meningkatkan rangking?
  • Apakah _____ berdampak baik/buruk terhadap peringkat website?
  • Bagaimana supaya video YouTube aku menbisakan rangking tinggi di Google?
  • Lebih utama mana, backlink maupun konten?
  • Apakah backlink nofollow bisa meningkatkan rangking website aku?
  • Apakah link di website aku yg menuju website yang lain harus nofollow?
  • Apakah link dari social bookmark, guest book, blog comment, dan website directory itu bagus?
  • Apakah backlink dari ______ bagus untuk website aku?
  • Apakah berbahaya kalau aku memasang link ke website yg reputasinya buruk?
  • Apakah berbahaya kalau aku menbisakan link dari website yg reputasinya buruk?
  • Berapa banyak link yg diperbolehkan dalam 1 halaman?
  • Saya menemukan broken link (404) di Google Search Console (Webmaster Tools), apakah ini berbahaya?
  • Ada yg menawarkan jasa backlink, mereka memberikan ribuan backlink dengan harga murah. Apakah ini bagus?
  • Bagaimana cara menbisakan banyak backlink sekaligus?
  • Apakah link dari blog dummy, blog zombie, maupun PBN (Private Blog Network) bagus untuk meningkatkan rangking?
  • Backlink seperti apa yg terbaik untuk SEO?
  • Saya telah punya beberapa backlink, tetapi kenapa belum muncul di Search Console (Webmaster Tools)?
  • Saya telah punya beberapa backlink, tetapi kenapa peringkat belum naik juga?
  • Berapa backlink yg aku perlukan untuk bisa menbisakan peringkat 1?
  • Apakah website aku yg masih baru aman kalau diberikan banyak backlink?
  • Berapa rasio/perbandingan backlink dofollow dan nofollow agar kelihatan natural?
  • Lebih baik memasang backlink ke homepage maupun halaman/inner page?
  • Saya telah membuat konten berkualitas, tetapi kenapa belum bisa peringkat 1?
  • Mengapa ada website yg kualitas kontennya rendah tetetapi peringkatnya tinggi?
  • Berapa keyword density dalam artikel yg bagus untuk SEO?
  • Apakah bold, italic, underline, h1, h2, h3, dll. dalam artikel utama untuk SEO?
  • Seberapa panjang artikel yg bagus untuk SEO? Apakah makin panjang makin bagus?
  • Saya telah menerbitkan konten setiap hari, tetapi kenapa website masih sepi?
  • Apakah konten baru lebih mudah menbisakan peringkat tinggi daripada konten lama?
  • Apakah website dengan banyak konten/halaman akan menbisakan peringkat lebih tinggi?
  • Judul halaman/konten aku di hasil pencarian Google berbeda dengan apa yg aku tulis di website. Kenapa bisa begitu?
  • Ada website yang lain yg meng-copy artikel aku, apakah ini berbahaya bagi website aku?
  • Apakah deskripsi dan spesifikasi produk di toko online termasuk konten duplikat?
  • Konten aku 100% copy-paste, apakah bisa menbisakan peringkat tinggi?
  • Apakah artikel yg dibuat dengan spinner bisa menbisakan peringkat tinggi?
  • Apakah aman menerbitkan ratusan halaman/konten dalam sehari?
  • Saya tidak bisa/lancar berbahasa Inggris, apakah bisa berhasil menbisakan peringkat tinggi bila aku menulis artikel dalam Bahasa Inggris?
  • Saya punya 2 konten yg mengincar keyword yg sama. Kenapa hanya 1 yg muncul di hasil pencarian?
  • Website aku tidak punya konten, bagaimana caranya supaya bisa menbisakan peringkat yg tinggi?
  • Bagaimana melakukan SEO untuk website yg minim konten seperti toko online?
  • Konten website aku hasil translate dari konten berbahasa Inggris, apakah website ini bisa sukses?
  • Apakah mengambil dan menggunakan gambar dari website yang lain berbahaya untuk SEO?
  • Seperti apa ciri-ciri bila website aku terkena penalti?
  • Traffic aku datang-datang menurun, apakah aku terkena penalti?
  • Jumlah halaman website aku yg ter-index menurun, apakah aku terkena penalti?
  • Website aku datang-datang menbisakan banyak backlink dari website yg mencurigakan, apa yg harus aku lakukan?
  • Saya telah terlanjur memasang backlink dari spam ke website aku, apa yg harus aku lakukan?
  • Saya ingin menjual slot iklan di website aku, apa yg harus aku perhatikan?
  • Apakah kontes SEO dan kontes blogging berbahaya?
  • Google akan mengeluarkan update algoritma baru, apakah website aku terancam bahaya?
  • Saya (maupun website yang lain) menggunakan teknik black hat, backlink-nya spam, dan kontennya copas. Kenapa tidak terkena penalti?
  • Website aku kena penalti/sandbox! Bagaimana cara supaya kembali seperti semula?
  • Apakah keyword di domain berpengaruh terhadap rangking?
  • Bagaimana cara memilih domain yg bagus untuk SEO?
  • Ekstensi domain mana yg bagus untuk SEO?
  • Lebih bagus mana, .co.id (ccTLD) maupun .com (gTLD)?
  • Apakah hosting berpengaruh terhadap SEO?
  • Apakah aku harus menggunakan SSL maupun https:// untuk meningkatkan rangking di Google?
  • Apa saja yg termasuk black hat SEO?
  • Apakah black hat SEO ilegal?
  • Apakah dengan black hat SEO peringkat website lebih cepat naik daripada white hat SEO?
  • Kalau bisa berhasil dengan black hat, untuk apa aku belajar white hat SEO?
  • Bisakah bersaing dengan website yg mengkamulkan black hat bila kita hanya mengkamulkan white hat?
  • Apakah aku butuh jasa SEO?
  • Saya ingin menggunakan jasa SEO, apa yg perlu aku ketahui?
  • Dengan budget Rp ____, apa yg bisa aku lakukan untuk SEO?
  • Mengapa di Google Analytics aku ada referrer dari website yg tidak dikenal?
  • Seyang lain SEO, apa yg bisa aku pelajari supaya website aku sukses?
Pertanyaan kamu belum dimuat? Tulis melalui komentar di bawah, jawabannya akan ditambahkan ke artikel ini.

Inilah jawaban untuk semua pertanyaan di atas:

Ini bukan pertanyaan yg terbiasa ditanyakan, tetapi merupakan pernyataan yg terbiasa diungkapkan dalam diskusi.

Tapi tidak benar.

SEO itu bukan ilmu yg tidak pasti.

Google dan mesin pencari yang lain punya algoritma untuk menentukan peringkat website di hasil pencarian.

Artinya, penentuan peringkat bukan acak. Meyang lainkan ada faktor-faktor penyebab mengapa sebuah website berada di peringkat atas dan mengapa sebuah website terkena penalti.

SEO itu ilmu pasti…

…kalau kamu ingin membuat website/konten yg menbisakan peringkat tinggi, ada hal-hal yg bisa kamu lakukan.

Bukan hanya berharap kepada ketidakpastian.
↑ Daftar Isi

Di PanduanIM, aku menyediakan panduan belajar SEO untuk pemula.

Kalau kamu sama sekali belum mengenal SEO, panduan 7 bab ini bisa jadi tempat terbaik untuk mulai belajar.

Alternatifnya:

  1. SEO: The Free Beginner’s Guide – Moz
  2. The Advanced Guide to SEO – Quicksprout
  3. Panduan Memulai Pengoptimalan Mesin Telusur – Google

Untuk kursus SEO Indonesia, aku belum bisa memberi rekomendasi karena aku sendiri tidak pernah ikut kursus.
↑ Daftar Isi

Banyak jalan menuju Roma.

Untuk bisa menbisakan peringkat 1 di mesin pencari, tidak semua orang menggunakan cara yg persis sama.

Meskipun berbeda, bukan berarti satu diantaranya salah.

Tapi…karena ini internet, jadi kamu tidak boleh percaya dengan kata orang begitu saja. Ketika mempelajari hal baru, pikirkan dengan logika.

Setelah itu coba sendiri.

Tidak semua strategi pas untuk semua macam website.
↑ Daftar Isi

Saya perlu meluruskan dulu, karena ternyata ada banyak yg keliru dengan istilah ini. Banyak yg mengira ter-index itu artinya telah masuk ke halaman 1 untuk keyword yg mereka inginkan.

Bukan, ter-index artinya website kamu telah ada di mesin pencari (walaupunpunpun posisinya entah dimana).

Untuk memeriksa, gunakan kata kunci “site:namawebsite.com”.

Cek index

Kalau ada hasilnya, artinya telah ter-index.

Sedangkan kalau tidak ada, berarti belum ter-index (website baru) maupun terkena penalti.

Lalu, apa yg harus dikerjakan supaya website baru kamu ter-index?

Tidak ada.

Umumnya, secara otomatis setelah 1-2 hari setelah pendaftaran domain website kamu akan segera ter-index.
↑ Daftar Isi

Wajar.

Karena sebagian besar teknik on-page SEO itu bukan untuk meningkatkan rangking.

Meyang lainkan untuk memperbersiapkan website kamu supaya bisa menbisakan rangking yg bagus dalam kata kunci tertentu.

Jadi, on-page SEO saja tidak cukup.
↑ Daftar Isi

Ada 2 penyebabnya:

Pertama, karena upaya off-page SEO yg kamu lakukan tidak tepat, belum optimal, maupun masih kalah dengan website yang lain yg jadi saingan kamu.

Kedua, karena hasilnya tidak instan.

Google butuh waktu selama beberapa hari-pekan untuk mengupdate index mereka dan menata ulang rangking bagi setiap kata kunci.
↑ Daftar Isi

Tidak ada.

Dalam SEO, tidak ada 1 strategi yg bisa jadi senjata ampuh untuk meningkatkan rangking. Semua strategi yg ada harus dikerjakan bersama-sama untuk menbisakan hasil yg optimal.

Jadi on-page dan off-page itu bukan pilihan.

Keduanya harus dikerjakan.
↑ Daftar Isi

Nol hari.

Tidak ada gunanya menunggu berhari-hari maupun berpekan-pekan sebelum mengsoftwarekan ilmu yg telah kamu pelajari.

Tetetapi ada yg perlu diingat:

Website baru yg berusia 1 bulan biasanya masih belum bisa menbisakan peringkat tinggi dalam keyword dengan persaingan menengah sampai tinggi.

Jadi jangan khawatir bila dalam rentang durasi ini kamu belum melihat hasilnya.

Meskipun begitu, kalau kamu melakukan SEO yg benar, tidak ada gunanya menunggu.

Sedangkan kalau kamu menggunakan black hat SEO, menunggu berapa lama pun resiko penalti tidak akan hilang.
↑ Daftar Isi

  • Pasang Google Analytics
  • Verifikasi Search Console (Webmaster Tools) dan submit sitemap.xml
  • Lakukan keyword research untuk menemukan kata kunci terbaik dalam topik website kamu
  • Buat konten berkualitas, sesuaikan topiknya dengan kata kunci yg kamu temukan
  • Promosikan konten yg telah dibuat

Hal terutama yg harus dikerjakan untuk website baru ialah menyediakan manfaat bagi orang yang lain.
↑ Daftar Isi

Bukan SEO.

Begini:

SEO itu ialah strategi jangka panjang.

Hasil dari strategi SEO yg kita terapkan biasanya baru akan kelihatan setelah 1-3 bulan, terutama untuk keyword yg persaingannya menengah-tinggi dan volume pencariannya besar.

Jadi kalau kamu butuh traffic sekarang juga, bukan SEO jawabannya.

Saya juga sangat menganjurkan untuk tidak hanya memanfaatkan SEO sebagai strategi mendatangkan pengunjung.

Jadi jawabannya ada 2:

Gunakan iklan berbayar, maupun lakukan promosi konten.
↑ Daftar Isi

Mari kita ubah cara pkamungnya:

Jangan melihat SEO sebagai suatu goal maupun tujuan dari sebuah website. Tujuan utama kita ialah meningkatkan pengunjung, meningkatkan jumlah pembeli, maupun yg yang lainnya…tergantung kamu.

Dan SEO ialah proses untuk mencapai tujuan itu.

Jadi selama kamu belum puas dengan tujuan utama tadi, SEO akan terus dikerjakan.
↑ Daftar Isi

Penyebabnya ada bermacam-macam.

Pertama, bisa jadi karena halaman/konten yg dibuat masih baru.

Kedua, karena setelah halaman/konten diterbitkan kamu sama sekali tidak melakukan apapun. Setiap konten yg diterbitkan harus dipromosikan.

Ketiga, karena kualitasnya kalah dibandingkan yg ketika ini menempati peringkat atas.

Keempat, karena terkena penalti.
↑ Daftar Isi

Inilah beberapa pekerjaan harian yg bisa dikerjakan seorang praktisi SEO:

  • Merencanakan dan membuat konten baru
  • Melakukan riset kata kunci
  • Merencanakan dan menganalisa strategi konten
  • Mempromosikan konten
  • Menjalin hubungan dengan pepunya website yang lain
  • Mencari prospek untuk link building
  • Berpartisipasi di situs komunitas untuk membangun reputasi
  • Melakukan analisa performa konten & keyword di Google Analytics

Lebih lanjutnya bisa kamu baca di panduan teknik SEO ini.

Ketika berdiri sendiri, sebetulnya SEO merupakan bidang yg sempit. Karena itu, SEO modern diintegrasikan dengan pemasaran dan penjualan.
↑ Daftar Isi

Sama saja.

SEO bukan ditentukan dari fitur-fitur yg ada dalam platform website kamu. Meyang lainkan dari konten yg kamu sediakan dan dari kepuasan pengunjung terhadap website kamu.

Ini juga berlaku untuk platform yang lain…

…Tumblr, Joomla, Drupal, PrestaShop, OpenCart, Weebly, Wix, Magento, dll. Semuanya (hampir) sama.

Pada akhirnya yg paling menentukan peringkat ialah kualitas website kamu sendiri dan cara kamu memasarkannya.

Jangan memilih platform berdasarkan SEO, tetetapi berdasarkan kebutuhan kamu terhadap fitur dan fleksibilitasnya.
↑ Daftar Isi

Tidak ada.

Saygnya, tidak ada template yg secara ajaib akan membuat peringkat website kamu datang-datang naik ke halaman 1.

Memang betul bahwa ada template yg bisa berdampak buruk terhadap SEO karena cacat dalam kodenya. Tetetapi kalau kamu mencari template di WordPress.org misalnya, 99% template-nya aman.

Jangan terlalu pusing memilih template hanya karena SEO.

Template yg SEO friendly dengan yg tidak SEO friendly, kalau ditulis dalam angka bedanya paling-paling hanya 5%.

Pada akhirnya yg menentukan ialah cara kamu mengembangkan website tersebut, bukan template-nya.

Jadi pilihlah sesuai selera (dan kebutuhan), bukan SEO.
↑ Daftar Isi

Pada dasarnya, sama saja.

Ada beberapa fitur utama dari plugin SEO: mengganti judul, tidak mengurangikan meta description, sitemap, dan tidak mengurangikan rel=”canonical”.

Hampir semua plugin SEO yg populer punya fitur tersebut.

Seyang lain itu hanya tambahan.

Kalau website kamu hanya berupa blog maupun semacamnya, plugin SEO yg manapun telah cukup.

Salah satu pilihan paling populer ialah Yoast SEO.
↑ Daftar Isi

Tidak wajib.

Meta description masih digunakan oleh Google sebagai ringkasan website di hasil pencarian, tetetapi ketika ini telah sangat jarang muncul.

Google lebih terbiasa menggunakan 1-2 kalimat dari halaman sebagai snippet.

Meta description tidak dipakai sebagai snippet

Seyang lain itu, keberadaan meta description juga tidak memberi pengaruh peringkat.

Meskipun begitu, karena prakteknya sangat tidak sulit maka sebaiknya kamu tidak mengosongkan meta description.

Berikut ini beberapa tips untuk meta description:

  • Maksimum 150-160 huruf
  • Relevan dengan isi halaman
  • Buat semenarik mungkin untuk di-klik

Seyang lain description, inilah meta tag yang lain yg dibaca oleh Google.
↑ Daftar Isi

Sekedar info:

PageRank maupun PR ketika ini telah tidak diperlihatkan lagi kepada masyarakat umum.

Jadi kemungkinan besar angka PR yg kamu cek ketika ini tidak akan berubah lagi.

Jadi jawaban singkatnya, PageRank tidak bisa ditingkatkan lagi.

Tapi…

Sebetulnya istilah PageRank masih digunakan oleh internal Google sebagai sebuah algoritma yg menentukan peringkat website di hasil pencarian berdasarkan utama maupun tidaknya sebuah halaman website.

Intinya PageRank masih digunakan, tetetapi angkanya tidak ditunjukkan.

Jadi, jangan heran kalau ada yg berdebat PR telah “mati” maupun belum.
↑ Daftar Isi

Page Authority ialah angka yg digunakan oleh Moz untuk menunjukkan “kekuatan” sebuah halaman website dari 0-100. Sedangkan Domain Authority untuk kesemuaan domain.

Angka dari PA dihitung berdasarkan jumlah dan kualitas link menuju halaman tersebut.

Sedangkan DA berdasarkan rata-rata PA dari semua halaman.

Domain authority

Jadi:

Untuk meningkatkan PA dan DA maka kamu membutuhkan link dari website-website dengan reputasi tinggi.

Tapi ingat, ada baiknya kamu tidak terlalu fokus dengan angka ini.

Karena PA dan DA bukan merupakan angka resmi dari Google sehingga hasilnya tidak terus menunjukkan keadaan sebetulnya.
↑ Daftar Isi

Rangking di Alexa dipengaruhi oleh traffic dan link.

Semakin tinggi traffic dan link yg kamu peroleh, semakin baik peringkatnya. Tidak rumit.

Alexa ranking

Sebagai pepunya website, ada baiknya kamu tidak terlalu fokus dengan angka ini. Untuk rangking lebih dari 100.000 biasanya angka di Alexa tidak akurat.
↑ Daftar Isi

Sitelinks ditentukan oleh algoritma.

Artinya kita tidak bisa memberi pengaruh secara segera keputusan pemberian sitelinks. Apabila website kamu dirasa layak oleh algoritma, maka secara otomatis akan menbisakan sitelinks.

Tidak ada “trik” untuk menbisakan sitelinks.

Kriterianya kelayakannya seperti ini:

Pertama, bila website kamu memang dirasa merupakan pepunya dari brand keyword tersebut.

Misalnya kalau aku menggunakan kata kunci “Garuda Indonesia” maka aku pasti ingin mencari website resminya Garuda Indonesia. Karena itulah mereka menbisakan sitelinks.

Sitelinks Garuda Indonesia

Kedua, bila reputasi website kamu dirasa telah cukup baik.

Sehingga walaupunpunpun kata kuncinya sama persis, tetapi kalau website-nya masih baru maka belum diberikan sitelinks.
↑ Daftar Isi

Ada yg perlu kamu ketahui dulu:

Star rating/seller rating/peringkat penjual/rating bintang hanya diberikan kepada website-website yg menjual barang, produk, jasa, maupun layanan yg punya review dari pembeli.

Website macam yang lain tidak akan bisa.

Star rating

Kalau kamu pemakai WordPress, maka cara termudah ialah dengan menggunakan plugin All in One Schema.org Rich Snippets.

Kalau tidak, maka gunakan panduan rich snippets dari Google ini.

Bintang hanya akan diberikan bila kamu telah punya review dari pembeli…dan bila website kamu telah dianggap mepunyai reputasi positif oleh Google.
↑ Daftar Isi

Untuk on-page kurang lebih sama dengan SEO pada umumnya.

Ini yg membedakan:

Situs berita yg masih baru tidak bisa mengkamulkan traffic dari mesin pencari.

Ini karena artikel-artikel berita umurnya singkat. Hanya hangat dalam rentang 1-2 hari, maupun paling lama sepekan. Setelah itu, tidak ada lagi yg mencari.

Maka sangat tidak efektif kalau hanya mengkamulkan SEO.

Situs berita modern lebih banyak mengkamulkan strategi konten-konten viral serta promosi konten berbayar dengan menggunakan iklan.
↑ Daftar Isi

Jawaban dari pertanyaan ini telah dijawab lebih lengkap di panduan SEO untuk toko online.
↑ Daftar Isi

Berbicara dari segi SEO, yg bisa kamu lakukan ialah membuat konten-konten baru yg mengincar keyword yang lain.

Banyak keyword = banyak pengunjung.

Tapi ingat, jumlah pengunjung bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan.

Kalau website kamu berada dalam satu topik/bidang/industri, jangan membuat konten yg sama sekali tidak berhubungan hanya untuk tidak mengurangi pengunjung.

Ini justru akan mengacaukan website kamu.

Lebih baik punya sedikit pengunjung yg tepat sasaran dan loyal daripada banyak tetapi semuanya hanya “sekedar baca”.

Itu untuk SEO.

Nyatanya, sumber traffic bukan hanya mesin pencari.

Ada yg yang lain, seperti social media, situs komunitas, maupun iklan. Ada baiknya kamu tidak hanya mengkamulkan mesin pencari saja.
↑ Daftar Isi

  • Kabur
  • Hadapi

Tergantung kamu.

Pertimbangkan sesuai kemampuan, waktu, dan budget.

Persaingan yg berat bukan berarti tidak bisa ditembus oleh pendatang baru.

Sediakan konten yg berkali-kali lipat lebih bagus daripada mereka. Kemudian melakukan pemasaran yg lebih agresif.

Kalau kamu berhasil melakukan keduanya, tinggal waktu yg menjawab.

Tapi kalau memang tidak mampu, lebih baik hindari…

…justru akan buang-buang waktu.
↑ Daftar Isi

Ya dan tidak.

Google Keyword Planner tidak terus menggambarkan apa yg terjadi di dunia nyata.

Ada topik-topik yg sebetulnya populer, tetapi kita tidak pernah menggunakan Google untuk mencari keterangannya.

Pastikan dulu.

Apakah topik ini memang betul-betul tidak ada peminatnya, maupunkah karena peminatnya tidak menggunakan Google.

Kalau yg pertama, ganti topik kamu.

Kalau yg kedua, tidak perlu ganti. Coba gunakan sumber traffic yang lain dimana orang-orang yg berminat pada topik ini berkumpul.
↑ Daftar Isi

Singkatnya, tidak ada yg tahu…

…seyang lain orang dalam Google sendiri.

Google tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai faktor-faktor apa saja yg memberi pengaruh peringkat website. Karena bisa disalahgunakan.

Tapi bukan berarti kita 100% buta.

Selama bertahun-tahun, para praktisi SEO baik yg white hat maupun black hat terus melakukan analisa mengenai faktor rangking Google.

Meskipun tidak resmi dan 100% akurat, tetetapi bisa dijadikan patokan.

Salah satu penelitian yg paling mendalam dikerjakan oleh Moz. Penelitian ini dikerjakan dengan cara menganalisa halaman website yg berada di peringkat 1-10, lalu mereka mencari apa saja kesamaannya.

Hasilnya, ada banyak hal yg mungkin jadi faktor rangking…

…inilah beberapa korelasi yg tingkat keakuratannya tinggi:

  1. Kualitas dan kuantitas link ke domain
  2. Kualitas dan kuantitas link ke halaman
  3. Relevansi konten dengan keyword
  4. Kemudahan untuk dibaca/disimak oleh manusia dan mesin
  5. Tingkat interaksi user terhadap website di hasil pencarian
  6. Reputasi brand domain
  7. Relevansi kesemuaan website dengan keyword
  8. Panjang dan ekstensi dari domain
  9. Kualitas dan kuantitas social share (telah dikonfirmasi, bukan faktor SEO)

Dari atas ke bawah tingkat akurasinya makin rendah.

Sekali lagi, ini bukan pernyataan resmi dari Google, meyang lainkan merupakan korelasi antar website-website yg menempati halaman 1.
↑ Daftar Isi

Tergantung.

Seberapa sulit persaingannya? Seberapa bagus website/konten kamu? Seberapa agresif kamu melakukan pemasaran? Apakah website kamu telah mepunyai reputasi maupun masih sangat baru?

Untuk keyword yg sangat mudah, website yg telah mepunyai reputasi bisa segera peringkat 1 dalam hitungan hari. Tapi website baru dengan persaingan tinggi bisa membutuhkan waktu hingga lebih dari sebulan.

Jadi tergantung posisi kamu ketika ini.

Sekedar untuk perkiraan berdasarkan pengalaman pribadi, website yg masih baru dengan persaingan menengah kira-kira membutuhkan 2-4 bulan untuk masuk halaman 1 (bukan peringkat 1).

Rangking konten peluang usaha

Gambar di atas ialah satu diantara konten di website PanduanIM.

Pertama kali muncul pada tanggal 28 Mei, peringkat 46. Tanggal 14 Agustus naik ke posisi 9.

Jadi sekitar 3 bulan untuk masuk ke halaman 1.

Tapi hati-hati:

Jangan gunakan perkiraan aku sebagai patokan.

Ini justru bisa membuat kamu jadi “malas-malasan”, karena menganggap masih dalam batas wajar.

Pada kenyataannya, ada juga yg bisa lebih cepat daripada itu.

Dan sangat banyak yg gagal mencapai halaman 1 dalam lebih dari 4 bulan.
↑ Daftar Isi

Wajar.

Normalnya, peringkat website di hasil pencarian tiap hari akan naik-turun sekitar 0-3 posisi. Tidak ada yg perlu dikhawatirkan.

Berikut ini grafik dari Algoroo:

Fluktuasi rangking

Grafik ini menunjukkan rata-rata perubahan peringkat di Google setiap harinya.
↑ Daftar Isi

Karena Google.co.id lebih mengutamakan website berbahasa Indonesia.

Jadi website Indonesia cenderung menbisakan peringkat lebih tinggi di Google.co.id daripada Google.com.
↑ Daftar Isi

Karena:

1. Website-website yang lain skornya tidak kalah jauh.

2. Karena skor ini tidak mencakup kesemuaan SEO, hanya sebagian kecil (on-page) saja. Maka dari itu banyak faktor yang lain yg tidak diperhitungkan.

Jangan berpatokan dengan angka yg dibisakan dari tool.

Kalau kamu periksa, bahkan website-website besar pun skornya tidak sempurna.

Ini skor SEO dari website senilai Hubspot:

Skor SEO Hubspot
↑ Daftar Isi

PA dan DA merupakan angka dari Moz. Bukan Google.

Jadi kedua angka ini tidak terus akurat.

Bahkan, penelitian faktor rangking 2015 dari Moz sendiri menunjukkan bahwa korelasi antara PA dengan rangking website hanya 0.37 (37%).

Akurasi Page Authority

Artinya, 63% sisanya tidak sesuai dengan PA.

Seyang lain itu, bisa jadi karena PA dan DA dari Moz hanya diupdate sekitar 2-3 bulan sekali. Sedangkan update index dari Google lebih terbiasa.
↑ Daftar Isi

Google menyesuaikan rangking website dengan “selera” kamu.

Ini disebut Personalized Search.

Website yg terbiasa kamu kunjungi (termasuk punya kamu sendiri) akan menbisakan peringkat tinggi bila kamu ter-login di akun Google.

Jadi solusinya:

Logout dari akun Google.

Atau, gunakan Incognito di Google Chrome.

Atau, klik tombol ini di hasil pencarian:

Sembunyikan hasil privat

Atau, matikan search history. Ikuti langkah ini:

  1. Masuk ke Google History, lalu login
  2. Klik menu di kanan atas
  3. Klik Settings
  4. Matikan search history

↑ Daftar Isi

Selamat!

Ini artinya website/konten kamu ditunjuk jadi yg terbaik oleh para pengunjung dan oleh Google…tetapi tidak untuk selamanya karena setiap hari ada ratusan-ribuan website bersaing posisi teratas.

Jadi tugas kamu ialah menjaga kualitasnya agar tetap jadi yg terbaik.

Supaya mereka yg berkunjung tetap puas dengan website kamu.

Salah satu caranya ialah dengan melakukan analisa konten.
↑ Daftar Isi

  • Lanjutkan mempromosikan website kamu.
  • Jangan hentikan perkembangan website.
  • Pastikan isinya tetap relevan. Kalau ada keterangan yg ketinggalan jaman, segera perbaharui.

Beberapa penyebab rangking website turun di antaranya:

  1. Kehilangan backlink
  2. Banyak menbisakan backlink berkualitas rendah
  3. Pembaca tidak puas dengan isi website (karena kontennya tidak berkualitas, strukturnya berantidakan, maupun loading-nya lambat)
  4. Ada kompetitor baru yg lebih layak menbisakan peringkat tinggi
  5. Update algoritma baru, dan kamu terkena dampak negatifnya
  6. Penalti

↑ Daftar Isi

Ada 2 alasan yg mungkin jadi penyebabnya:

Pertama, karena Google Personalized Search.

Jadi website kamu menbisakan peringkat 1 hanya di PC kamu sendiri, sedangkan di PC yang lain tidak begitu.

Kedua, karena keyword tersebut tidak ada yg mencari.

Gunakan Google Keyword Planner untuk mengetahui berapa banyak orang yg melakukan pencarian dengan keyword yg kamu pakai untuk memeriksa rangking.
↑ Daftar Isi

Kemungkinan besar persepsi kamu tentang blogwalking salah.

Saya akan jelaskan dari 2 sisi:

Banyak orang yg merasa blogwalking itu utama karena kita akan menbisakan backlink ketika komentar kita diterbitkan. Harapannya, menbisakan backlink berarti peringkat akan naik.

Salah.

Backlink dari komentar blog sifatnya nofollow. Artinya link tersebut tidak berdampak positif untuk SEO.

Meskipun ada orang yg bilang bahwa nofollow tetap berdampak positif (kita tidak bisa membuktikan), tetetapi yg jelas manfaatnya terhadap rangking (hampir) tidak terasa.

Artinya, walaupunpunpun kamu berkomentar di 1000 blog, kamu tidak akan bisa mengalahkan website yg berada di peringkat teratas.

Tapi bukan berarti blogwalking itu perhanya.

Berkomentar di blog merupakan satu diantara cara paling efektif untuk menjalin hubungan dengan si pepunya blog.

Syaratnya, komentar kamu tidak boleh yg berasal-yg berasalan.
↑ Daftar Isi

Saygnya, tidak ada.

Tinggi-rendahnya peringkat website kamu di Google murni ditentukan oleh bagus-tidaknya website kamu, terutama bagi manusia yg mengunjungi.

Seperti namanya, tool itu hanya alat bantu.

Tidak ada alat yg bisa secara ajaib mengubah website yg kualitasnya rendah jadi bagus.
↑ Daftar Isi

Kalau kamu ingin menbisakan pembeli dengan cepat, SEO bukan solusinya.

Ini ialah kesalahan yg paling terbiasa dikerjakan oleh pepunya toko online. Mereka hanya “menunggu SEO” untuk menbisakan pembeli.

Padahal, butuh waktu bulanan untuk bisa masuk ke halaman 1.

Kalau kamu perlu pembeli dengan cepat demi kesegeraan bisnis, JANGAN hanya mengkamulkan SEO. Keburu bangkrut!

Ikuti panduan berjualan online ini.
↑ Daftar Isi

Bukannya tidak bisa.

Bisa…

…kalau kamu mengincar kata kunci yg sama sekali tidak ada saingannya.

Myg berasalahnya, kata kunci yg tidak ada saingannya berarti tidak ada yg mencari.

Anda (mungkin) bisa rangking 1 dalam sehari, tetapi tidak akan menbisakan traffic…perhanya kan?

Oke, sekarang jawaban yg lebih serius:

Dalam keadaan normal, tidak bisa.

Kita sebagai orang luar tidak akan bisa memanipulasi Google sebegitu rupa sehingga website kita bisa jadi peringkat 1 dalam sehari.

Kalau ada yg menjanseandainyan kamu seperti itu, jangan dipercaya.
↑ Daftar Isi

Ya dan tidak.

Ini satu diantara kesalahan yg paling umum: tidakut menggunakan gambar.

Alasannya karena menggunakan gambar berarti memperberat loading website, dan akibatnya peringkat website jadi turun

Masuk akal, tetapi salah.

Memang betul bahwa kecepatan loading merupakan faktor rangking. Tapi, ukuran halaman yg jadi besar (akibat gambar) tidak berdampak buruk.

Kecepatan loading yg berdampak buruk dipengaruhi oleh:

  • Kinerja hosting
  • File & script yg menghambat proses rendering

Gambar bukan keduanya…karena gambar baru dimuat setelah halaman website selesai dberitasun oleh browser kita. Jadi tidak menghambat rendering.

Lihat grafik ini:

Tren ukuran halaman dan rangking

Dari penelitian yg dikerjakan Moz, ukuran halaman berbanding terbalik dengan rangking. Semakin tinggi rangkingnya, semakin berat halamannya.

Yang terjadi justru sebaliknya…

Penggunaan gambar secara tidak segera akan meningkatkan rangking. Ini karena pengunjung website lebih suka melihat gambar daripada tulisan yg bertumpuk-tumpuk.

Tapi perlu diingat, gambar yg kamu gunakan di website harus dikompres supaya ukurannya optimal.
↑ Daftar Isi

Jawaban singkatnya, tidak.

Ini pernyataan resmi dari Matt Cutts di tahun 2014 lalu:

Google tidak mepunyai kemampuan untuk membaca “sinyal” berupa like, share, tweet, follow, vote, dan yang lain-yang lain yg beryg berasal dari social media.

Tapi yg lebih utama ialah karena data dan angka yg ada bisa dengan mudah dimanipulasi. Sehingga keadaan seperti ini bisa merusak keterangan bila ditampung oleh Google.

Seyang lain itu, link di social media berupa nofollow.

Lalu mengapa ada yg menganggap social signal ialah faktor SEO?

Karena biasanya halaman website yg menempati peringkat atas di Google menbisakan banyak social share. Jadi anggapannya social signal memberi pengaruh SEO.

Pada kenyataannya, justru terbalik…

…peringkatnya naik bukan karena social share. Social share-nya yg jadi banyak karena peringkatnya tinggi.
↑ Daftar Isi

Tidak juga.

Malahan, social media merupakan tempat terbaik bagi website baru untuk menbisakan pengunjung dengan cepat dan pada akhirnya akan meningkatkan rangking di Google juga.

Meskipun tidak berdampak segera, tetetapi manfaatnya sangat tinggi.

Dalam artikel ini, aku menjelaskan bagaimana situs PanduanIM ini bisa meningkatkan pengunjung hingga 419,16% berkat kombinasi social media dengan SEO.

SEO dan social media marketing punya tujuan yg sama, meningkatkan pengunjung.

Maka dari itu, lakukan keduanya.
↑ Daftar Isi

Tidak.

Ping bertujuan untuk memberitahu mesin pencari bahwa kita menerbitkan halaman/konten baru. Supaya ter-index.

Tapi, sekarang ping telah tidak perlu dikerjakan lagi.

Mesin pencari telah punya jadwal tersendiri kapan mereka akan memeriksa website kamu bila ada yg baru. Jadi tanpa melakukan apapun, halaman baru akan ter-index dengan sendirinya.

Untuk mempermudah proses ini, kamu bisa memasukkan sitemap.xml di Search Console.
↑ Daftar Isi

Ya dan tidak.

Google sendiri tidak punya algoritma yg menghukum website dengan pop-up dan pop-under. Karena keduanya memang banyak dimanfaatkan pepunya website sebagai sumber penghasilan.

Jadi iklan semacam ini tidak berdampak apapun secara segera.

Tetetapi, bisa berdampak buruk secara tidak segera.

Hasil pencarian dipengaruhi oleh kepuasan manusia.

Pop-up dan pop-under ialah elemen website yg tergolong mengganggu bagi manusia. Karena itu, bila terlalu berlebihan maka pengunjung website akan tidak puas.

Akibatnya, peringkat juga berpotensi terganggu.

Ada baiknya kamu perhatikan data-data seperti bounce rate dan average time on site di Google Analytics. Bandingkan sendiri sebelum dan setelah dipasang pop-up dan pop-under.
↑ Daftar Isi

Tidak.

Tags dan categories bertujuan untuk mempermudah navigasi pengunjung.

Tetetapi terbiasa disalahgunakan. Misalnya, dengan menumpuk keyword-keyword di tags. Harapannya supaya halaman tersebut bisa menbisakan rangking yg bagus dalam berbagai keyword.

Yang terjadi malah sebaliknya:

  • Navigasi pengunjung terganggu.
  • Website kamu dianggap sebagai spam karena terlalu banyak keyword.
  • Peringkat jadi turun.

Dalam keyword yg persaingannya rendah, kadang-kadang categories dan tags bisa menbisakan peringkat yg tinggi.

Ini sepertinya bagus…tetapi justru berbahaya.

Kedua halaman ini punya bounce rate yg sangat tinggi. Ini bisa menunjukkan bahwa pengunjung tidak puas dengan website kamu.

Gunakan tags dan categories dengan bijak.
↑ Daftar Isi

BANYAK sekali variasi pertanyaan seperti ini. Ada yg konyol, ada yg sekilas masuk akal, ada yg betul-betul berpengaruh.

Saya akan mempermudah cara berpikir kamu terhadap SEO.

Kalau kamu membaca beberapa pertanyaan sebelumnya, kamu mungkin akan sadar 1 hal:

Peringkat website dipengaruhi oleh kepuasan pengunjung.

Pegang konsep ini baik-baik.

Ketika yang lain kali kamu ingin melakukan sesuatu di website kamu, dan kamu tidak tahu apakah dampaknya baik maupun buruk terhadap SEO…jawab pertanyaan ini:

“Apakah yg aku lakukan ini baik untuk pengunjung?”

Itu kuncinya…

Apapun yg kamu lakukan di website kamu, kalau itu baik untuk manusia, maka pasti juga akan baik untuk mesin pencari.
↑ Daftar Isi

Sama dengan website biasa:

  • Sertidakan keyword di judul
  • Sertidakan keyword di deskripsi
  • Gunakan tags yg sesuai dengan topik & keyword
  • Dapatkan views, like, & subscribe
  • Dapatkan backlink

Hindari menggunakan software/bot penambah view & like untuk YouTube.

Mereka punya filter spam yg ketat.

Ingat, tidak semua macam video bisa menbisakan rangking yg bagus di Google. Biasanya hanya dalam macam ini: panduan/tutorial/how-to.

Hasil pencarian how to

Seyang lain itu, sangat jarang.
↑ Daftar Isi

Entah kenapa pertanyaan ini terbiasa jadi perdebatan.

Kalau kamu terbiasa bertanya tentang ini, aku curiga kamu ialah tipe orang yg:

  • Tidak bisa membuat konten berkualitas, maupun
  • Tidak mau berusaha mencari backlink

Saygnya, keduanya sangat utama.

Meskipun mungkin dalam algoritma Google ada satu diantara yg prioritasnya lebih tinggi, tetapi kedua hal inilah tulang punggung dari SEO.

Tanpa backlink, tidak mungkin bisa peringkat 1.

…bisa sih. Tapi hanya untuk keyword dengan persaingan yg sangat rendah. Tentunya kamu tidak ingin hanya bersaing di kelas bawah. Ya kan? Perhanya.

Tanpa konten berkualitas, tidak bisa menbisakan backlink.

…bisa. Tapi hanya sekedar backlink dari blog comment, guest book, article directory, maupun backlink spam. Kualitasnya rendah, justru berbahaya.

Konten yg kualitasnya rendah juga mustahil bisa bertahan lama di halaman 1.

Jadi, keduanya saling mendukung.
↑ Daftar Isi

Kalau pertanyaannya “meningkatkan rangking”, jawabannya tidak bisa.

Karena memang itulah fungsi nofollow…

…memberitahu search engine supaya link tersebut tidak memberi pengaruh rangkingnya.

Tapi, bukan berarti perhanya.

Kalau kamu menbisakan backlink dari website yg populer, Wikipedia misalnya. Meskipun nofollow, tetapi link tersebut akan membuat banyak orang datang ke website kamu.

Link berkualitas tetaplah link berkualitas, walaupunpunpun nofollow.
↑ Daftar Isi

Tidak.

Ada yg bilang bahwa kalau kita memasang link ke website yang lain, maka PageRank website kita akan “bocor” ke website mereka. Makanya dibuat nofollow.

100% salah.

PageRank tidak bisa bocor ke website yang lain.

Dengan memasang link, website mereka akan menbisakan manfaat positif. Tapi website kamu tidak akan kena hukuman apapun.

Justru bisa meningkatkan reputasi website kamu sendiri.

Menurut seorang Webmaster Trends Analyst dari Google, John Mueller, memasang link ke website yg bisa mendukung konten kamu ialah faktor positif dalam rangking.
↑ Daftar Isi

Saya tidak akan semata-mata bilang jelek.

Tergantung dari website yg berasalnya.

Kalau kamu menbisakan link dari social bookmark terbaik di dunia, dan ternyata jadi populer…tentunya link tersebut juga jadi terhitung berkualitas. Tapi kalau tidak ada orang yg tahu sama sekali mengenai keberadaan link tersebut, artinya tidak bagus.

Logikanya kalau manusia pun tidak tahu mengenai keberadaannya, tidak mungkin robot menganggap link tersebut utama.

Jadi, begini:

Kalau kamu ingin memasang link di tempat-tempat tersebut, jangan hanya sekedar memasang link. Perhanya.

Pastikan link tersebut bisa menarik perhatian orang yang lain.
↑ Daftar Isi

Kalau kamu tidak percaya apakah backlink dari suatu website itu bagus maupun tidak, begini caranya untuk memastikan kualitasnya:

  1. Apakah topiknya relevan dengan website kamu?
  2. Apakah website penuh dengan spam?
  3. Apakah pengunjung website tersebut pasif maupun aktif? (berkomentar, sharing, dll.)
  4. Apakah link-nya segera muncul maupun atas persetujuan pepunya web?
  5. Apakah kamu diminta untuk membayar?

Backlink yg baik beryg berasal dari website yg: topiknya relevan, bukan spam, pengunjungnya aktif, diberikan atas kemauan pepunya web, dan tidak dengan imbalan.
↑ Daftar Isi

Kalau hanya sekali-dua kali, tidak.

Tapi kalau di hampir semua halaman/konten terbisa link ke website yg reputasinya buruk dan yg topiknya tidak berhubungan, ini bisa jadi berbahaya.
↑ Daftar Isi

Kalau hanya 1-2, tidak.

Tapi kalau kamu sebagian besar backlink kamu beryg berasal dari website yg reputasinya buruk, website kamu juga akan dianggap mepunyai reputasi buruk.

Ciri-ciri website yg reputasinya buruk:

  • Terlalu banyak link ke website yg tidak relevan
  • Penuh dengan spam
  • Banyak iklan
  • Kualitas kontennya rendah
  • Mepunyai konten dewasa dan konten ilegal

↑ Daftar Isi

Tidak dibatasi.

Asalkan link tersebut memang dibutuhkan oleh pengunjung.

Kalau jumlahnya berlebihan, tidak dibutuhkan, dan reputasinya rendah, maka bisa berbahaya untuk website kamu sendiri.

Di awal tahun 2000an, Google menyatidakan maksimal 100 link. Tapi sekarang telah tidak dibatasi lagi.

Ini penjelasan lebih lengkapnya:


↑ Daftar Isi

Tidak.

Broken link ialah hal yg sangat wajar di dunia internet, dan tidak akan mengganggu SEO.

Hampir semua website besar punya halaman 404 (not found).

Google tidak akan mengambil tindakan apapun yg memberi pengaruh rangking kamu secara kesemuaan bila mereka menemukan broken link di website kamu.

Tetetapi halaman 404 itu sendiri akan hilang dari hasil pencarian.

Dalam SEO, broken link bukan myg berasalah. Tetetapi tentunya kamu sebagai pepunya website sebaiknya segera memperbaiki maupun memberikan redirect ke halaman 404 karena mengganggu kenyamanan pengunjung.
↑ Daftar Isi

Sama sekali tidak bagus.

Bahkan di komunitas praktisi black hat SEO yg terbiasa jual-beli backlink pun hal seperti ini dianggap tidak bagus.

Memberikan ratusan-ribuan backlink = bunuh diri.

Hati-hati,

Meskipun si penjual mengatidakan backlink mereka berkualitas, walaupunpunpun mereka bilang bisa meningkatkan rangking…jangan dipercaya.
↑ Daftar Isi

Pertama, aku perlu mengatidakan bahwa kamu sebaiknya tidak coba memasang banyak backlink sekaligus…apalagi yg sifatnya spam.

Bisa berakibat penalti.

Tapi, untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu, jawabannya: dengan software.

Ada beberapa software yg biasa digunakan untuk melakukan spam, satu diantara yg paling populer ialah GSA Search Engine Ranker.
↑ Daftar Isi

Tergantung.

Kalau kamu bertanya kepada praktisi black hat SEO, mereka akan bilang bagus.

Tapi karena aku bukan praktisi black hat SEO, maka aku akan menyarankan kamu untuk menghindari macam backlink seperti itu karena beresiko penalti.

PBN merupakan tipe black hat yg (ketika ini) paling rendah resikonya.

Ini karena blog-blog dalam PBN tersebut bisa dibuat agar tidak mengandung footprint (jejak), sehingga Google tidak sadar bahwa semuanya dipunyai oleh 1 orang.

Tetetapi ada kekurangannya:

  1. Repot, terutama bagi pemula
  2. Biayanya cukup tinggi
  3. Tetap punya resiko

Jadi, tanpa memancing perdebatan, aku akan menyarankan setiap pemula untuk tidak bergantung dengan teknik-teknik backlink seperti itu.

Buat konten berkualitas, lakukan pemasaran yg bersih.

Pada akhirnya, kalau kamu ingin menggunakan macam backlink seperti itu…pahami bahwa kamu harus bersiap bila datang-datang website yg kamu buat dengan susah payah lenyap dalam sehari.
↑ Daftar Isi

  • Topiknya relevan dengan website kamu.
  • Beryg berasal dari website yg pengunjungnya ramai dan aktif (berkomentar & sharing).
  • Beryg berasal dari website yg masih aktif.
  • Bukan dari website yg hanya berisi 1-2 konten.
  • Tidak segera muncul begitu saja ketika kita pasang. Dengan kata yang lain, melalui proses seleksi oleh si pepunya website.
  • Diberikan dengan sukarela oleh orang yang lain.
  • Berada di dalam kalimat/paragraf/artikel.

↑ Daftar Isi

Karena Search Console tidak di-update setiap hari.

Backlink akan muncul setelah Googlebot selesai meng-index website-website yg memasang link menuju website kamu.

Jadi tidak perlu khawatir.
↑ Daftar Isi

Bisa jadi karena satu diantara alasan ini:

  • Kualitasnya rendah
  • Nofollow
  • Backlink belum ter-index oleh Google

Normalnya, memang peringkat website tidak akan segera naik banyak dalam hitungan 1-2 hari.
↑ Daftar Isi

Semakin berat persaingannya, kamu akan butuh semakin banyak backlink berkualitas.

Semakin tinggi kualitasnya, maka kamu hanya butuh sedikit backlink.

Seyang lain itu, backlink juga bukan satu-satunya faktor yg menentukan peringkat.

Ada banyak website yg backlinknya sedikit tetapi bisa menempati peringkat lebih tinggi daripada website yg punya banyak.

Jadi, tergantung.

Tapi, sebagai gambaran…sebagian besar konten di blog PanduanIM ini hanya membutuhkan 1-2 backlink dari website berkualitas untuk bisa masuk ke halaman 1.

Jumlah backlink
↑ Daftar Isi

Bukan soal baru maupun lama.

Bahkan website lama pun tidak akan aman kalau diberikan banyak backlink yg tidak berkualitas.

Seyang lain jumlah, juga tergantung dengan kualitas.

Kalau website kamu masih baru, dan punya konten yg jadi viral — sehingga banyak yg memberikan backlink dengan sukarela — maka jumlah banyak pun tidak myg berasalah.

Tapi kalau backlink tersebut dari spam maupun software, jumlah sedikit pun bisa berbahaya.
↑ Daftar Isi

Tidak ada.

Jangan berusaha hanya supaya kelihatan natural…

…berusahalah supaya benar-benar natural.

Maka dari itu, tidak ada rasio antara nofollow dan dofollow agar kelihatan natural.

Tetetapi, naturalnya, halaman yg sangat populer akan menbisakan jauh lebih banyak backlink dofollow daripada nofollow.
↑ Daftar Isi

Mari kita lihat teknisnya dulu:

Ketika kamu menbisakan backlink ke suatu halaman di website kamu (termasuk homepage), maka halaman-halaman yang lain dalam domain yg sama akan menbisakan sebagian porsi kecil dari backlink tersebut.

Jadi kalau ada backlink ke homepage, maka semua halaman menbisakan manfaat.

[]

Kalau ada backlink ke inner page, maka homepage (dan halaman yang lain) juga akan menbisakan manfaat.

[]

Sehingga, pertanyaannya jadi seperti ini:

Halaman mana yg ingin kamu dorong supaya menbisakan rangking?

Kalau kamu ingin supaya halaman X menbisakan rangking 1 untuk keyword A, maka berikan backlink ke halaman X.

Kalau kamu ingin supaya homepage menbisakan rangking 1 untuk keyword A, maka berikan backlink ke homepage.

Seperti itu…
↑ Daftar Isi

Ada 3 penyebab yg mungkin dalam perkara ini:

Pertama, keliru dengan anggapan konten berkualitas.

Konten berkualitas bukan hanya konten yg berisi sekian kata, tata bahasanya baik, mengandung keyword, dsb. Baca di sini mengenai penjelasan tentang konten berkualitas dan cara membuatnya.

Kedua, dibiarkan setelah diterbitkan.

Ada 2 hal yg wajib kamu lakukan setelah menerbitkan konten: mempromosikan konten dan link building.

Tanpa melakukan keduanya, konten sebagus apapun jadi perhanya.

Ketiga, masih butuh waktu.

Kita tidak akan bisa segera menbisakan rangking 1 dalam hitungan hari, kecuali dalam kata kunci yg sangat rendah persaingannya.
↑ Daftar Isi

Bisa jadi karena konten-konten di bawahnya lebih jelek lagi.

Atau karena promosi yg mereka lakukan lebih efektif.

Atau bisa jadi juga karena mereka melakukan black hat SEO dan belum tertangkap basah oleh Google.

Yang mana pun penyebabnya, ini mestinya jadi kesempatan yg bagus buat kamu…karena ini artinya persaingan di kata kunci tersebut tidak sulit.
↑ Daftar Isi

Tidak ada.

Kalau kamu ingin membuat artikel yg bagus, jangan pedulikan keyword density.

Ada sebagian orang (dan tool) yg mengatidakan bahwa keyword density yg bagus antara 3-5%.

Ini salah besar.

Keberadaan keyword dalam artikel memang bisa memberi pengaruh peringkat konten kamu. Tapi, keyword density dari artikel-artikel populer tidak senilai itu.

Hanya sekitar 1%, kurang lebih.

Ini persentase dari satu diantara artikel di Backlinko yg menbisakan peringkat 3 dalam kata kunci “keyword research”:

Backlinko keyword research density

Artinya, justru artikel-artikel yg terbaik tidak memusingkan keyword dalam pembuatannya.
↑ Daftar Isi

Untuk SEO, tidak utama.

Semua elemen formatting tersebut tidak akan memberi pengaruh peringkat kamu.

Tapi, dengan menggunakan formatting tersebut secara bijak maka artikel kamu akan jadi lebih mudah untuk dinikmati oleh pembaca.
↑ Daftar Isi

Artikel yg bagus ialah artikel yg dibahas dengan tuntas.

Seberapa pun panjangnya.

Kalau topiknya cukup dibahas dengan singkat, jangan dipanjangkan. Kalau topiknya butuh penjelasan yg panjang, tuntaskan hingga selesai.

Pada akhirnya yg menentukan ialah manusia.

Yang terbiasa terjadi ketika ini ialah orang-orang memilih topik yg mestinya butuh penjelasan panjang, tetetapi karena malas (maupun alasan yang lain) mereka hanya membahas 500-1000 kata.

Kalau seperti itu, pembaca tidak akan puas.

Maka dari itulah yg menbisakan peringkat tinggi untuk kata kunci persaingan tinggi biasanya yg pembahasannya lebih lengkap:

Panjang artikel
↑ Daftar Isi

Tidak ada hubungannya antara frekuensi konten dengan jumlah pengunjung.

Anehnya, banyak orang yg mengaku pakar menganjurkan para pemula supaya menerbitkan konten minimal sehari sekali.

Salah besar.

Ini beberapa penbisa yg terbiasa muncul, dan koreksi dari aku:

1. “Supaya pengunjung balik lagi karena banyak konten baru” — website baru belum punya pengunjung, jadi akan rugi membuat banyak konten.

2. “Website/blog besar menerbitkan banyak konten dalam sehari” — website besar menerbitkan banyak konten karena mereka telah punya banyak pengunjung dan mereka punya banyak penulis.

3. “Google lebih suka website yg aktif” — menerbitkan konten sepekan maupun sebulan sekali juga masih tergolong aktif.

4. “Bikin konten kan nggak lama” — ya, bikin konten yg kualitasnya rendah memang nggak lama. Tapi konten berkualitas rendah ini tidak akan bisa menbisakan peringkat tinggi.

Memang tidak salah menerbitkan banyak konten…

…tetapi biasanya pepunya website baru tidak akan sanggup membuat banyak konten berkualitas dalam waktu singkat.

Lebih baik membuat 1 konten berkualitas daripada 10 konten murahan.

Karena itu, jangan habiskan tenaga kamu membuat banyak konten. Habiskan tenaga kamu membuat 1 konten yg berkualitas, lalu targetkan supaya konten ini menbisakan peringkat 1.
↑ Daftar Isi

Freshness memang ialah satu diantara faktor rangking Google.

Tapi ini tidak berlaku untuk semua kata kunci.

Singkatnya, yg dipengaruhi hanya topik-topik yg isinya terus berubah setiap waktu.

Misalnya:

  • Konten yg berubah tiap periode: “harga iphone”, “smartphone terbaik”
  • Event rutin: “world cup”, “klasemen premier league”, “juara indonesian idol”
  • Berita hangat: “demo mahasiswa jakarta”, “kecelakaan di jalur pantura”

Keyword seperti itu membutuhkan keterangan-keterangan yg baru.

Bandingkan dengan keyword seperti: “cara mencuci baju”. Pembahasannya sampai kapanpun tidak akan berubah. Sehingga topik ini tidak butuh konten yg fresh.
↑ Daftar Isi

Tidak.

Jangan tertipu ketika melihat website-website besar dengan ribuan konten dan terbiasa menempati peringkat 1.

Ini terbalik.

Jumlah halaman tidak berpengaruh dengan peringkat.

Ini penjelasan dari Matt Cutts:

Jadi website besar menempati peringkat-peringkat atas bukan karena mereka menerbitkan banyak konten. Tapi karena mereka punya banyak konten, jadi mereka bisa menbisakan rangking di banyak keyword.

Hati-hati…

…jangan meniru strategi website besar yg menerbitkan banyak konten bila kamu tidak punya banyak penulis.
↑ Daftar Isi

Wajar.

Banyak website yg diganti title-nya secara otomatis.

Dari analisa yg dikerjakan oleh Authority Labs terhadap 111.000 pencarian, ini persentase judul yg diganti oleh Google:

Persentase judul yg diganti

36% diganti sebagian, dan 25,4% diganti total.

Ada 2 alasannya:

  1. Supaya judulnya lebih relevan dengan keyword
  2. Supaya lebih singkat

Masih dari analisa tadi, judul yg diganti oleh Google biasanya yg mepunyai panjang lebih dari 60 huruf. Kemudian diperpendek jadi 50-59 huruf:

Jumlah kata judul yg diganti

Oleh karena itu, kalau tidak ingin diganti, pastikan judul kamu telah mengandung keyword dan <title> dibatasi antara 50-59 huruf.
↑ Daftar Isi

Sebenarnya tidak myg berasalah.

Karena Google sendiri biasanya telah tahu bersiapa yg lebih dulu menerbitkan konten tersebut. Jadi website kamu aman, website mereka yg beresiko.

Tapi kalau mau agak repot, kamu bisa mengambil tindakan.

Lakukan ini:

  1. Screenshot konten yg di-copy dan konten aslinya
  2. Catat URL-nya
  3. Hubungi si pepunya website untuk menghapus konten kamu
    • Kalau tidak direspon lanjutkan ke langkah 4
  4. Temukan penyedia layanan hosting yg digunakan
  5. Kirimkan email data ke penyedia layanan hosting mereka

Kalau websitenya berupa Blogger dari Google, gunakan link ini.
↑ Daftar Isi

Ini dilema yg dihadapi oleh pepunya toko online.

Sebenarnya ini bukan myg berasalah besar.

Google menyadari bahwa di internet memang ada beberapa hal yg mau tidak mau memang berupa duplikasi.

Seperti spesifikasi produk. Tidak mungkin kamu mengubah spesifikasi dari produk yg dijual hanya supaya tidak duplikat dengan website yang lain.

Tapi ini bisa jadi myg berasalah…kalau isi dari website kamu hanya berupa konten duplikat TANPA ada konten tambahan yg original dari kamu sendiri.

Jadi, walaupunpunpun kamu menulis spesifikasi produk resmi sebaiknya kamu memberi tambahan yang lain.

Misalnya deskripsi tambahan, foto, video, maupun review dari pembeli.

Seperti ini:

Konten di toko online
↑ Daftar Isi

Tidak.

Bahkan konten yg < 50% copy-paste pun tidak akan bisa menbisakan peringkat tinggi.

Apabila dikerjakan dalam skala besar, upaya seperti ini bisa menyebabkan website kamu terkena penalti oleh Google.

Solusinya, lakukan ini:

  • Hubungi si pepunya konten, minta ijin
  • Pasang tag rel=”canonical” menuju konten aslinya untuk mencegah penalti
  • Pasang link menuju artikel aslinya (jangan diberi rel=”nofollow”)

↑ Daftar Isi

Tidak, karena:

  • Hasilnya tidak terbaca
  • Merupakan duplikasi

Tidak mungkin ada artikel yg tidak terbaca tetapi bisa menempati halaman 1 Google.
↑ Daftar Isi

Aman, kalau masuk akal.

Misalnya kalau kamu memang sengaja menerbitkan ratusan baru secara serentidak.

Tetetapi kalau ratusan halaman ini akibat copy-paste konten dari website yang lain, tentunya tidak akan aman.
↑ Daftar Isi

Sulit. Kemungkinannya nol.

Kecuali bila artikel yg kamu buat benar-benar luar biasa sampai orang-orang mengabaikan kesalahan tata bahasa dan ejaan.

Kalau tidak, maka tidak akan bisa.

Tidak mungkin Google memberikan peringkat tinggi kepada artikel yg membuat pembaca bingung.
↑ Daftar Isi

Wajar.

Apabila ada 2 artikel dalam 1 website yg mengincar kata kunci yg persis sama, maka Google akan memilih yg lebih baik untuk di halaman 1.

Kecuali bila kata kunci tersebut ialah brand punya kamu.

Maka dari itu, ketika membuat konten jangan mengincar keyword yg sama persis. Sudah terlanjur? Gabungkan kedua isinya jadi satu konten yg lebih besar.
↑ Daftar Isi

Tidak mungkin website yg tidak punya konten menbisakan peringkat tinggi.

Tapi mungkin kamu keliru antara konten dan artikel.

Artikel ialah satu diantara macam konten, tetapi konten bukan hanya artikel.

Gambar, audio, video, teks, PDF, file download, game, kuis, dan yang lain-yang lain juga termasuk konten. Bukan hanya artikel.
↑ Daftar Isi

Sebetulnya toko online tidak minim konten.

Foto produk, deskripsi, spesifikasi produk, review, video, dll. juga termasuk konten. Ini bisa kamu gunakan untuk mengoptimasi website.

Disamping itu, toko online dan website bisnis jaman sekarang juga semakin banyak yg menyediakan konten artikel dalam bentuk blog. Tujuannya supaya website mereka bisa memberikan manfaat bagi orang yang lain dan akhirnya menbisakan backlink.

Jadi kalau memang mampu, kamu juga bisa melakukan seperti itu.

SEO untuk toko online dijelaskan lebih lanjut di sini.
↑ Daftar Isi

Bukan tidak bisa…

Pada kenyataannya, bahkan website-website besar di Indonesia pun (saygnya) ada yg hanya bermodal translate.

…tetapi sebaiknya kamu menghindari praktek seperti ini.

Alasannya?

Ini subyektif, karena aku pribadi sama sekali tidak suka dengan tindakan mengambil karya orang yang lain tanpa usaha sedikitpun untuk mengubah isinya.

Meskipun begitu, tidak (belum) ada aturan resmi tentang ini.

Jadi semuanya kembali ke moral dan harga diri masing-masing.

Oh ya,

Ada 1 hal yg perlu kamu perhatikan.

Kalau kamu men-translate website besar, kemungkinan telah ada orang yang lain yg melakukan hal yg sama.

Jadi konten kamu bisa dianggap duplikat.
↑ Daftar Isi

Untuk SEO, tidak.

Tapi bisa berbahaya kalau ternyata gambar yg kamu gunakan berlisensi.

Kalau si pepunya gambar melakukan tindakan, ada 4 kemungkinan yg bisa terjadi:

  • Anda diminta menghapus secara baik-baik
  • Mereka melaporkan kepada layanan hosting untuk menutup akun kamu
  • Mereka melaporkan kepada Google untuk menghapus website kamu dari hasil pencarian
  • Anda dituntut membayar

Karena itu, pilih gambar yg memang boleh diterbitkan ulang.

Pilih menu ini di Google Image Search:

Mencari gambar yg boleh digunakan

Setelah itu, pasang link sumber gambar ke website yg bersangkutan.
↑ Daftar Isi

Salah satu dari berikut ini:

  • Jumlah pengunjung berdasarkan Google Analytics menurun drastis secara datang-datang.
  • Lakukan pencarian di Google dengan kata kunci “site:namawebsite.com”, jumlah halaman yg ter-index menurun drastis.
  • Muncul peringatan penalti di Google Search Console (Webmaster Tools).

Jangan menggunakan tool untuk memeriksa penalti, tidak akurat.
↑ Daftar Isi

Kalau grafiknya seperti ini, kemungkinan besar kamu kena penalti:

Penalty dari Google

Tapi kalau turunnya secara perlahan-lahan, belum tentu…bisa jadi karena ada halaman yg peringkatnya turun.
↑ Daftar Isi

Bisa jadi.

Tapi bagi website baru, jumlah index yg naik-turun sangat wajar.

Google juga secara otomatis akan menentukan halaman mana yg dianggap utama dan tidak utama dari website kamu. Yang tidak utama akan dihapus.

Solusinya:

Kalau ada halaman yg menurut kamu utama, tetapi tidak ter-index, coba berikan link dari halaman-halaman yang lain di website kamu.
↑ Daftar Isi

Gunakan disavow tool dari Google.

Tool ini berguna untuk menghilangkan pengaruh backlink yg mencurigakan ke website kamu.

Meskipun begitu, lebih baik tidak menggunakan tool ini sampai ada tkamu-tkamu website kamu terkena penalti. Karena dampaknya bisa negatif.
↑ Daftar Isi

Hentikan prosesnya.

Kemudian kalau ternyata ada tkamu-tkamu website kamu terkena penalti, gunakan disavow tool. Kalau tidak, tidak perlu melakukan apapun.
↑ Daftar Isi

Jangan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung.

Gunakan rel=”nofollow” untuk iklan berupa link.

Kalau keduanya diabaikan, maka website kamu bisa beresiko penalti.
↑ Daftar Isi

Bagi penyelenggara kontes, berbahaya.

Terutama bila kamu menyuruh partisipan untuk memasang link dengan anchor yg dioptimasi untuk SEO.

Kontesnya sendiri tidak myg berasalah. Karena itu, ada baiknya kamu meminta partisipan untuk memasang rel=”nofollow” di dalam link yg mereka pasang ke website kamu.

Bagi partisipan, terlalu terbiasa mengikuti kontes SEO juga bisa berakibat penalti.

Seyang lain kontes, ini juga berlaku untuk review berbayar, advertorial, dan native advertising.
↑ Daftar Isi

Tidak perlu panik…

Ingat:

Google sebagai mesin pencari ingin terus menampilkan hasil-hasil pencarian terbaik bagi pemakai. Update algoritma di masa depan nanti akan terus mengarah kepada 1 tujuan ini.

Apakah kamu telah menyediakan hasil terbaik?

Kalau telah, berarti kamu akan aman dari update algoritma manapun!

Tapi kalau kamu melakukan yg sebaliknya, kalau kamu menyediakan konten-konten berkualitas rendah lalu memanipulasi Google supaya konten kamu muncul di halaman pertama…silahkan panik.
↑ Daftar Isi

Bukannya tidak kena…tetapi belum kena.

Google ialah mesin, bukan manusia. Algoritma mereka belum sempurna.

Pastinya ada beberapa yg lolos dan yg belum mampu dideteksi.

Tapi manusia-manusia yg bekerja di Google akan terus bekerja meningkatkan kualitas si mesin pencari. Bahkan mungkin suatu ketika nanti Google bisa secanggih manusia, bersiapa tahu?

Pertanyaannya kembali kepada kamu:

Apakah mau terus kejar-kejaran dengan Google?
↑ Daftar Isi

Saya akan terang-terangan:

Tidak ada cara yg terjamin untuk bisa keluar dari penalti Google.

Jadi kalau website kamu masih relatif baru, dan kamu merasa telah melanggar banyak aturan Google…aku sarankan lebih baik buat website baru.

Daripada pusing.

Tapi kalau website kamu telah “matang”…kalau website ini merupakan bisnis kamu yg sama sekali tidak tergantikan. Dan kalau kamu terkena penalti karena ketidaksengajaan…mungkin masih ada harapan.

Pertama, ketahui dulu macam penalti yg kamu alami.

Secara umum ada 3:

  1. Manual action
  2. Pkamu
  3. Penguin

Manual action artinya kamu tertangkap basah oleh orang dari Google bahwa kamu telah melanggar aturan.

Penalti dari algoritma Pkamu berarti konten kamu bermyg berasalah, dan Penguin berarti backlink-nya. Biasanya karena kualitasnya rendah.

Coba dipikirkan kembali, kira-kira yg mana.

Kemudian perbaiki.

Untuk manual action, kamu akan menbisakan peringatan dari Search Console beserta apa yg harus kamu lakukan. Ikuti instruksinya lalu ajukan reconsideration request.

Sedangkan Pkamu dan Penguin tanpa peringatan.

Untuk Pkamu, perbaiki semua kualitas konten kamu. Pastikan konten-konten yg ada punyai ialah yg terbaik dibandingkan semua yg ada di halaman 1 Google.

Baca panduan ini untuk membuat konten berkualitas.

Untuk Penguin, (kalau bisa) hapus semua backlink berkualitas rendah yg mengarah ke website kamu. Kemudian lakukan disavow.

Setelah itu kamu hanya bisa menunggu sampai dikeluarkan.

Sekali lagi, tidak ada yg bisa menjamin.
↑ Daftar Isi

Berpengaruh, tetapi pengaruhnya kecil.

Mari kita lihat grafik dari Moz ini:

Ini ialah rata-rata jumlah EMD (Exact Match Domain) di 10 besar hasil pencarian. Misalnya untuk keyword “beli buku” maka domainnya belibuku.com, belibuku.net, maupun belibuku.org.

Pengaruh EMD terhadap rangking

Hanya 3%.

Artinya rata-rata EMD hanya muncul setiap 3-4 kali pencarian. Sangat sedikit.

Jadi kamu tidak perlu pusing dengan keyword di domain kalau memang tidak mungkin. Lagipula, ketika membuat halaman maupun konten baru URL-nya tetap bisa mengandung keyword.
↑ Daftar Isi

  • Namanya mudah diingat
  • Tidak terlalu panjang, sebisa mungkin di bawah 15 huruf
  • Mengandung keyword, tetetapi tetap enak dibaca
  • Tidak mengandung hyphen (tkamu hubung, -), karena terbiasa digunakan oleh spammer

↑ Daftar Isi

Sebisa mungkin, gunakan gTLD.

Contohnya: .com, .org, .net.

Ada juga ccTLD (domain negara) yg dianggap sebagai gTLD. Ini beberapa yg cukup populer: .co, .me, .io, dan yang lain-yang lain.

Utamakan .com di atas ekstensi yang lain, karena orang-orang lebih terbiasa menggunakan .com dibandingkan yg yang lain. Kecuali kalau kamu sama sekali tidak bisa menbisakan .com.
↑ Daftar Isi

Kalau kamu membuat website dalam Bahasa Indonesia dan target audiens kamu ialah orang Indonesia, tidak ada bedanya antara .co.id dan .com.

Tetetapi kalau target audiens kamu orang luar negeri, ada perbedaan besar.

Secara umum, Google tidak mengutamakan ccTLD yg beryg berasal dari negara luar. Maka kalau kamu menggunakan .co.id maka akan lebih sulit menbisakan rangking yg bagus ketika dicari oleh orang luar negeri.

Kecuali bila website kamu memang telah mepunyai reputasi tinggi.
↑ Daftar Isi

Ya.

Salah satu faktor rangking yg telah dikonfirmasi segera oleh Google ialah kecepatan website. Hosting memegang peranan terbesar dalam perkara ini.

Tidak semua hosting mepunyai kualitas yg sama.

Jangan menggunakan hosting dengan kualitas yg rendah, karena akan berdampak buruk secara segera maupun tidak segera terhadap SEO.

Bukan hanya itu,

Kalau website kamu untuk orang Indonesia, ada baiknya menggunakan server Indonesia (maupun sekitarnya) supaya kecepatannya tinggi.

Sedangkan kalau website kamu untuk orang US, gunakan server US (maupun sekitarnya).
↑ Daftar Isi

Google menginformasikan bahwa SSL ialah satu diantara faktor rangking. Jadi memang betul bahwa SSL bisa meningkatkan rangking website kamu di Google.

Tapi, pengaruhnya kecil. Sangat kecil.

Berikut pernyataan resmi Google yg dikutip Search Engine Land:

Google says this gives websites a small ranking benefit, only counting as a “very lightweight signal” within the overall ranking algorithm. In fact, Google said this carries “less weight than other signals such as high-quality content.”

Lalu, apakah perhanya menggunakan SSL?

Tidak juga…

Fungsi utama SSL bukan untuk SEO tetetapi sebagai “pelindung” website dan pemakai website kamu ketika terjadi pertukaran data, seperti ketika login misalnya.

Jadi pertimbangan menggunakan SSL sebaiknya tidak didasarkan pada SEO meyang lainkan keamanan.
↑ Daftar Isi

Ada banyak, ini yg paling terbiasa digunakan untuk manipulasi rangking:

  • Spam komentar blog & trackback, dengan maupun tanpa software
  • Membuat blog khusus untuk memasang link ke website utama
  • Membuat web 2.0 untuk memasang link ke website utama
  • Memperlihatkan konten yg berbeda antara user dan mesin pencari
  • Redirect 301 dari domain yg expired
  • Duplikasi konten
  • Spam ke social media
  • Spam ke direktori artikel/website
  • Auto Generated Content (AGC)

↑ Daftar Isi

Tidak juga.

Tidak ada hukum-hukum yg melarang penerapan black hat SEO.

Praktisi black hat SEO dunia juga banyak menolong white hat SEO dalam menemukan faktor-faktor rangking yg tidak diinformasikan oleh Google.

Myg berasalahnya di sini:

Banyak pemula yg tidak tahu apakah mereka sebaiknya menggunakan black hat maupun tetap bertahan di white hat. Ini diperparah dengan banyaknya praktisi black hat, terutama mereka yg menjual jasa/layanan, memberi pengaruh para pemula.

Meskipun terdengar menggiurkan, dan beberapa orang memang memilih black hat daripada white hat…tetapi tidak semua orang/bisnis cocok dengan teknik tersebut.

Untuk paham lebih lanjut, baca pertanyaan-jawaban di bawah ini:
↑ Daftar Isi

Beberapa teknik black hat SEO memang betul-betul bisa meningkatkan website dengan cepat. Dengan memanfaatkan celah algoritma Google yg tidak sempurna.

Tapi resikonya juga besar.

Praktisi black hat SEO yg seperti itu sadar bahwa website yg mereka buat akan segera terkena penalti dalam hitungan hari/pekan.

Dalam waktu singkat itulah mereka mengambil keuntungan secepat-cepatnya.

Setelah penalti, prosesnya diulangi lagi dari awal.

Ada 1 tipe lagi:

Black hat yg lebih soft, beberapa orang mengistilahkan “Grey Hat”.

Praktisi black hat tipe kedua ini membuat konten sungguhan untuk website (terlepas dari kualitasnya), tetetapi mereka tidak melakukan pemasaran seperti white hat.

Mereka menggunakan PBN dan software backlink.

Karena lebih halus, masa hidup website-nya lebih panjang. Meskipun tetap saja tidak terlepas dari resiko penalti.

Mengenai kecepatan rangking, tidak jauh berbeda dengan white hat…

…tetetapi prosesnya bisa di-semi-otomatis-kan.
↑ Daftar Isi

Untuk masa depan.

Kita tidak akan tahu kapan metode black hat akan “mati”.

Meskipun para praktisi black hat terus menemukan celah-celah baru, tetapi lama-kelamaan celah ini akan semakin sempit.

Kalau kamu bingung memilih white maupun black, pikirkan ini:

Apa peran SEO bagi kamu?

Kalau SEO ialah strategi yg kamu lakukan untuk menbisakan pengunjung, mengembangkan bisnis, dan meningkatkan penghasilan, sebaiknya kamu di jalur white hat.

Tapi kalau proses SEO itu sendiri ialah bisnisnya, maka kamu di black hat.

Artinya, ketika celah-celah algoritma Google ditutup, maka kamu akan terus-menerus mencari celah yang lain. Kalau tidak maka sumber penbisaan kamu lenyap, bisnisnya pun mati.
↑ Daftar Isi

Kalau black hat itu seperti lari sprint, maka white itu lari maraton.

Meskipun mengenai kecepatan rangkingnya bisa diperdebatkan, tetapi karena black hat SEO mengkamulkan teknik yg melanggar aturan maka mereka punya umur hidup yg pendek.

Sebaliknya, white hat tidak punya resiko penalti.

Seyang lain itu, ketika ini dengan black hat kamu bisa menbisakan rangking yg tinggi dengan lebih cepat untuk kata kunci yg persaingannya menengah-rendah.

Tapi untuk kata kunci persaingan tinggi, black hat tidak akan bisa mengalahkan white hat.

Karena belum sampai di puncak telah digusur oleh Google.

Maka dari itulah 90% website yg ada di internet ketika ini menggunakan white hat.
↑ Daftar Isi

Tergantung.

Ini ialah tugas yg dikerjakan seorang penyedia jasa SEO:

  • Riset kata kunci
  • Membenahi struktur website
  • Memberikan masukan teknikal SEO
  • Merencanakan strategi konten
  • Melakukan pemasaran konten
  • Me-manage SEO
  • Memberikan training

Kalau kamu tidak membutuhkan semuanya, berarti kamu tidak butuh jasa SEO.
↑ Daftar Isi

Pertama, jangan menggunakan jasa SEO yg menawarkan backlink.

Tanyakan kepada si penyedia jasa SEO, seperti apa proses yg akan mereka lakukan. Kalau mereka menyebutkan bahwa mereka akan memberikan backlink, jangan dilanjutkan.

Kedua, jangan menggunakan yg bisa menjanseandainyan peringkat tertentu.

Tidak ada yg bisa menjamin peringkat 1.

Ketiga, jangan memilih jasa SEO hanya karena mereka muncul di halaman pertama untuk kata kunci “jasa SEO”.

Rangking di Indonesia masih mudah dimanipulasi, yg muncul pertama tidak terus yg terbaik.

Keempat, minta studi perkara maupun referensi dari klien-klien terdahulu.

Jangan terlalu cepat percaya dengan testimonial yg ada di halaman website mereka. Kalau bisa, lihat segera apa yg terjadi dengan website klien mereka.

Terakhir, baca panduan dari Google ini.
↑ Daftar Isi

Pertimbangkan menggunakan jasa SEO, hindari menggunakan jasa backlink.

Kalau kamu sama sekali buta tentang SEO, ada 3 yg bisa dikerjakan:

  • Ikuti kursus yg terpercaya (maupun belajar di sini)
  • Bayar seseorang yg ahli untuk melakukan riset & optimasi on-page

Setelah itu, buat strategi konten.

Kalau kamu punya budget tinggi, serahkan kepada mereka yg ahli membuat konten. Kalau tidak, rekrut freelancer dan berikan training singkat.

Selanjutnya:

  • Promosi konten
  • Link building dengan konten
  • Pemasaran social media
  • PPC & social media ads

Prioritasnya dari atas ke bawah sesuai budget.
↑ Daftar Isi

Ini ialah referrer spam, maupun spam bots.

Yang umum biasanya website-website ini:

referral spam

Mereka bukan pengunjung sungguhan.

Pepunya website-website tersebut ingin menbisakan perhatian kamu, supaya kamu mengunjungi website mereka.

Baca satu diantara panduan berikut untuk mem-filter referrer spam:

  • How to Stop Spam Bots from Ruining Your Analytics Referral Data
  • Quick Fix for Referral Spam in Google Analytics
  • Referrer spam in your analytics

↑ Daftar Isi

SEO ialah sebagian kecil dari digital marketing.

Pertama, sumber traffic bukan hanya mesin pencari, masih banyak yg yang lainnya.

Maka untuk mendukung SEO, pelajari juga mengenai social media marketing, dan paid marketing.

Kedua, setelah traffic datang, apa yg kita lakukan?

Tentunya tujuan utama kamu bukan hanya mendatangkan traffic, meyang lainkan untuk meningkatkan penjualan, mengembangkan bisnis, dan pada akhirnya menbisakan penghasilan.

Jadi, jangan berhenti hanya jadi praktisi SEO…

…jadilah seorang marketer.

Ini beberapa skill yg bisa kamu pelajari selanjutnya:

  1. Copywriting
  2. Conversion Rate Optimization
  3. Content Marketing
  4. SEO
  5. PPC
  6. Email Marketing
  7. Social Media Marketing
  8. Blogging
  9. Analytics
  10. Growth Hacking
  11. User Acquision & Retention
  12. Branding & Positioning

Ada pertanyaan yg belum terjawab?

Silahkan tulis pertanyaan kamu melalui komentar di bagian bawah halaman ini bila ada pertanyaan yg belum terjawab.

110+ Pertanyaan Tentang SEO yg Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya
sumber : panduanim.com

Pencarian Terkini :

110+ Pertanyaan Tentang SEO yg Paling Sering Ditanyakan, Beserta Jawabannya | Admin | 4.5